Data = Aset, Tapi Kok Malah Jadi Beban?
Beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan seorang teman yang perusahaannya spesialis di data optimasi. Awalnya saya pikir ini niche banget. Tapi ternyata problemnya jauh lebih besar dari yang saya kira.
Kenapa? Karena banyak software engineer yang nggak benar-benar paham DATA. Mereka tahu cara membangun sistem—apps, backend, backoffice. Tapi seringkali tidak memikirkan bagaimana data di dalamnya bisa diolah untuk kepentingan operasional dan bisnis.
Contoh nyatanya?
- Finance & Accounting: Data transaksi yang berantakan bikin laporan keuangan jadi kacau.
- Business Decision: Data yang nggak siap olah bikin analisis jadi lambat dan nggak akurat.
Dan yang sering terjadi di lapangan...
Awalnya tim bikin shortcut—langsung akses ke database transaksi untuk kebutuhan reporting. Fine-fine aja di awal. Sampai akhirnya...
- Akses database makin berat.
- Query makin lambat.
- Performance sistem drop.
Kondisi ini sering saya lihat di banyak perusahaan. Masalahnya? Sistemnya memang nggak siap. Kalau udah begini, back to basic—pahami perbedaan OLAP vs OLTP.
🚨 Kalau di tempat kalian akses reporting makin lambat, ganti filter muter-muter, dan performa sistem makin berat, ini warning sign. Data makin besar, optimasi makin sulit, dan biaya makin mahal kalau dibiarkan.
Jadi kalau perusahaan kalian udah mengalami ini, let's talk!
🔹 Untuk Business Owner & C-Level di bidang data dan lainnya:
Join C-Corner di Tech Voice Indonesia, tempat kita bisa kolaborasi dan cari solusi bareng buat industri tech di https://lnkd.in/guNsznHQ
🔹 Untuk siapa pun yang concern dengan teknologi:





