Ketika 3 Provinsi Tenggelam, Kita Seperti Negara Tanpa Komando
Sudah lebih dari seminggu, Aceh–Sumut–Sumbar porak-poranda.
Curah hujan ekstrem dari Siklon Tropis Senyar membuat tanah jenuh, bukit runtuh, dan banjir bandang menghantam desa, kampung, jembatan—semuanya hilang dalam hitungan jam.
Keluarga saya di Sumut cerita:
“Rumah terendam. Air nggak turun. Sudah 7 hari. Bantuan belum datang.”
Keluarga lain di Lhokseumawe bilang hal yang sama.
Tiga provinsi seperti berjuang sendirian.
BNPB mencatat 600+ meninggal, 400 hilang, dan jutaan terdampak.
Tapi data ini pun banyak diragukan—setiap daerah pegang data sendiri, bahkan pakai catatan kertas dan grup WhatsApp.
Tanpa data yang rapi, mustahil menentukan prioritas bantuan.
Dan masalah terbesar bukan hanya bencananya.
Tapi kekacauan sistem kita.
1. Data kacau
Tidak ada “single source of truth”.
Relawan bingung, pemerintah daerah kewalahan, distribusi tersendat.
2. Tidak ada komando tunggal
BNPB ada, TNI ada, Polri ada, Basarnas ada, ratusan relawan turun… tapi semua berjalan sendiri-sendiri.
Di lapangan, ini terasa sebagai kekosongan kepemimpinan.
Akibatnya?
Bantuan tidak merata.
Evakuasi lambat.
Daerah yang terisolasi makin terpuruk.
Dan yang paling banyak dipertanyakan masyarakat:
“Kenapa ini belum ditetapkan sebagai bencana nasional?”
Padahal status itu akan membuka:
- komando tunggal,
- mobilisasi nasional,
- percepatan anggaran,
- dan akses penuh untuk TNI/Polri membantu.
Sekarang?
Presiden baru turun setelah seminggu.
Daerah sudah kewalahan.
Relawan kelelahan.
Masyarakat bertahan sendiri.
Kalau pola ini dibiarkan, risiko chaos sosial hanya tinggal menunggu waktu.
Bencana seperti ini seharusnya menjadi uji sesungguhnya bagi pemerintah:
apakah kita siap menghadapi bencana besar, atau masih gagap seperti hari ini?
Saudara-saudara kita sudah melakukan bagian mereka—saling menolong, mengevakuasi, berbagi makanan.
Sekarang giliran negara menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir.
Menurutmu, apakah ini sudah layak ditetapkan sebagai bencana nasional?
🟡 Join Tech Voice Indonesia
Komunitas profesional tech yang peduli sistem, data, dan masa depan negeri ini.





