Sritex Jatuh, Tech Indonesia Nyusul? Kita Sedang Kalah di Semua Lini
Baru-baru ini kita dengar kabar buruk lagi: Sritex tumbang, disusul banyak perusahaan tekstil lain di Jawa Tengah dan Jawa Barat yang bernasib serupa.
Industri tekstil kita kalah bersaing dengan produk impor dari China yang makin membanjiri pasar.
Bahkan sekarang, kita juga harus menghadapi persaingan baru dari negara tetangga: Vietnam.
Vietnam mencatat pertumbuhan industri tekstil hingga 12,1% YoY.
Tapi yang bikin miris adalah, bukan cuma tekstil yang kalah.
Industri Tech Indonesia Mulai Kena Dampaknya Juga
Sekarang, banyak tech company besar seperti:
✅ Google
✅ Apple
✅ Nvidia
✅ Alibaba
✅ Tesla / SpaceX
… memilih masuk ke Vietnam daripada ke Indonesia.
Sementara di Indonesia, kita justru melihat:
- Tech talent oversupply.
- Banyak tech professional yang menganggur.
- Sektor swasta & pemerintahan minim menyerap talenta digital.
Super miris.
Mau nyalahin siapa? Kenapa ini bisa terjadi?
Jadi Apa yang Bisa Kita Lakukan?
1. Sadar Dulu, Kita Punya Masalah Besar
- Kenapa tech company besar ogah masuk ke Indonesia?
- Ini harus jadi alarm buat kita semua. Hayoo WAKE UP BRO, udah ditampar kanan kiri udah pingsan ini kita.
2. Introspeksi Diri Kita
- Apakah skill tech kita memang kalah jauh dari negara lain?
- Bahkan mungkin ga usah bandingin sama India atau China.
- Sama Vietnam saja kita mulai ketinggalan.
3. Breakdown Kenapa Kita Tertinggal
- Apakah kita terlalu malas dan kurang gigih untuk membangun tech product yang bisa bersaing di pasar global?
- Kenapa kita belum banyak melahirkan product digital yang dikenal dunia?
4. Jangan Menyerah, Kita Masih Bisa Bangkit
- Ga ada kata terlambat.
- Daripada berharap banyak ke pemerintah yang selama ini cuma ribut dengan proyek bancakan seperti korupsi e-KTP dan kasus BTS, mending kita fokus ke komunitas.
💬 Ayo ngobrol bareng di Tech Voice Indonesia.
Kita kumpul, diskusi, dan cari cara bareng biar Indonesia gak terus ketinggalan.
👉 Join di sini: https://lnkd.in/gR4hdQhf





