Latah AI, Semua Mendadak Jadi Pakar.
Tiba-tiba semua bicara AI.
- Kementerian & lembaga bikin seminar berbau AI
- Tokoh publik ngomongin AI bantu program Makan Bergizi Gratis
- Bahkan ada tokoh lama diaktifkan kembali sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional — dan topiknya? AI lagi.
Kayak kata Pak Presiden:
"Omon-omon semua"
Ngomongin AI, tapi...
- Akses rumah sakit dan BPJS masih bikin frustrasi
- Website pemerintah banyak yang error dan nggak update
- Sistem perpajakan online bisa down berhari-hari
- Layanan publik lambat, form isian berulang, dan tidak terintegrasi
Ini bukan soal teknologi. Ini soal mindset. Soal people.
Kita senang ikut tren, tapi lupa dasar-dasarnya belum siap.
Tapi ya...
Kita juga nggak bisa berhenti. Karena wave AI ini akan tetap datang,
dan lebih baik kita paham cara mengendarainya — bukan cuma nonton dari pinggir.
Maka apa harus kita lakukan?
Normalisasikan AI ke dalam aksi nyata. Bukan cuma pitch deck dan presentasi.
- Buat bank use-case – kumpulkan contoh nyata pemanfaatan AI lintas sektor
- Buat bank workflow – desain alur praktis agar sektor-sektor bisa adopsi AI lebih cepat
- Dorong kolaborasi antara teknolog, pemerintah, industri, dan masyarakat
Kalau bukan kita, siapa lagi?
—
📣 PS:
Kalau kamu belum gabung ke komunitas Tech Voice Indonesia,
tempat kita ngobrolin masa depan tech, startup, dan AI dari sudut pandang praktis:
➡️ techvoiceindonesia.org
Yang pengen dimentorin sampe jadi -> https://lnkd.in/gaiB8w8n
💬 Punya pendapat soal 'Latah AI' ini? Drop di komentar!





