Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan

Talenta Digital & AI: Antara Pidato dan Realita

Beberapa hari lalu, Presiden menyampaikan pidato:
Kita harus menguasai AI. Untuk itu, kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan kita.”

Kalimat yang indah. Visioner.
Tapi di lapangan—ceritanya sering jauh berbeda.

Dari Peta Jalan ke Lapangan
Komdigi sudah meluncurkan buku putih peta jalan AI. Disusun rapi dengan bahasa akademisi dan birokrasi.
Salah satu fokusnya: pengembangan talenta AI lewat kampus (formal) dan training (informal).

Tapi, back to reality:

  • Tech winter sudah 3 tahun menghantam industri global.
  • Puluhan ribu pekerja tech kehilangan kerja, inovasi ditunda, investasi wait and see.
  • Perusahaan lebih banyak “menahan napas” dibanding mencetak talenta baru.

Cerita dari Lapangan
Saya sudah bicara soal isu ini sejak akhir tahun lalu.
Salah satu alasan saya membangun Tech Voice Indonesia adalah untuk meningkatkan literasi digital & AI.

Puluhan sesi sudah kami jalankan: teori, praktik, teknis.
Semua dilakukan swadaya—pakai kantong pribadi, urunan komitmen.
Apakah konsisten & panjang mudah? Tentu tidak. Tapi harus ada yang memulai.

Saya juga mendengar: salah satu edutech besar sempat bikin program “AI Talent Bootcamp”.
Awalnya mau jalan sendiri. Akhirnya minta support NVIDIA agar bisa mencetak 5.000 AI Engineer.
Pertanyaannya: apakah pola ini sustainable?

Pelajaran yang Harus Kita Ingat

  • Talenta AI tidak bisa hanya jadi jargon dalam pidato.
  • Talenta digital bukan cuma angka di roadmap, tapi orang nyata yang butuh ekosistem nyata.
  • Kalau kita mau kuasai AI, eksekusi di lapangan harus selaras dengan visi di podium.
**Sekarang Giliran Kita**  
Kalau kamu CTO, CIO, founder, praktisi, atau mahasiswa yang lagi nyemplung di dunia digital—  
ini bukan hanya soal AI, tapi soal masa depan bangsa.

🟡 Butuh arah lebih jelas di dunia AI & digital? Saya buka sesi mentoring 1-on-1 → https://lnkd.in/geseiXrD

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Ketika Negara Mengirim 20 Miliar, dan Warga Mengumpulkan 10 Miliar Sendiri
Ekosistem Tech Indonesia

6 Des2 mnt

Ketika Negara Mengirim 20 Miliar, dan Warga Mengumpulkan 10 Miliar Sendiri

Ketika Negara Mengirim 20 Miliar, dan Warga Mengumpulkan 10 Miliar Sendiri Sudah dua minggu Sumatera sebagian masih terisolir. Aceh, Sumut, Sumbar — hancur dalam skala yang sulit dibayangkan. Rumah, jembatan, sekolah…

CoreTax Rp1,3 T: Bug, Vendor, dan Bocor Data
Ekosistem Tech Indonesia

28 Okt2 mnt

CoreTax Rp1,3 T: Bug, Vendor, dan Bocor Data

CoreTax: Ketika Sistem Rp1,3 Triliun Error, Bug, dan Bocor Data Bayangkan sebuah sistem senilai Rp1,3 triliun—dibangun untuk menopang salah satu fungsi paling vital negara: pajak. Tapi yang kita dapat? Bug, error, dan…

Tarif Trump, Impor Pangan, dan Ujian Agile RI
Ekosistem Tech Indonesia

9 Apr2 mnt

Tarif Trump, Impor Pangan, dan Ujian Agile RI

Trump Gertak Dunia, Sri Mulyani: Kita Harus Tetap Tenang… Tapi Seberapa Kuat Kita? Kebijakan tarif baru dari Donald Trump bikin geger dunia. Beberapa negara langsung bereaksi keras. Tapi Indonesia? “Secara fundamental…

tiktok user based number
Ekosistem Tech Indonesia

19 Jan2 mnt

165 Juta Pengguna TikTok, Inovasi Kita Tertahan

165 Juta Pengguna TikTok: Indonesia, Bangsa Konsumen Selamanya? 📊 Baru saja saya lihat data ini: Indonesia jadi pengguna TikTok terbesar di dunia, 165 juta orang! Artinya, 60% penduduk Indonesia sudah melek digital dan…

Mudik Sepi dan Sinyal Ekonomi Sedang Lesu
Ekosistem Tech Indonesia

29 Mar2 mnt

Mudik Sepi dan Sinyal Ekonomi Sedang Lesu

Mudik Tahun Ini Rasanya Sepi. Tapi Kok Rasanya Bukan Karena Lebih Tertib, ya? Beberapa hari lalu, H-5 Lebaran, saya ikut mudik lewat jalur darat dan menyebrang ke Pulau Sumatera. Sudah siap mental untuk hadapi antrian…

← Semua tulisan