Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Judi Online Menghisap Rakyat Kecil hingga Rp927T

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Judi Online Menghisap Rakyat Kecil hingga Rp927T

Judi Online: Rakyat Kecil Jadi Korban, Uangnya Mengalir ke Bandar Tak Terjamah

Negara ini sedang kehilangan arah.
Bukan cuma karena korupsi atau narkoba.
Tapi karena jutaan rakyatnya dijerat judi online.

Dan lebih dari Rp927 triliun uang mereka sudah lenyap ke dalamnya.

Fakta yang tak bisa dibantah:

  • Tahun 2023: 3,7 juta orang main judi online.
  • Tahun 2024: melonjak jadi 8,8 juta orang.
  • Uang yang berputar di tahun 2024 saja: Rp600 triliun.
  • Dan sampai awal 2025: total dana yang terdeteksi PPATK menembus Rp927 triliun.

Hampir seribu triliun rupiah.
Uang yang seharusnya untuk makan, sekolah, tabungan.
Hilang ke situs judi.

Dan lebih kejamnya lagi:
71% pemainnya berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan.
Artinya, rakyat kecil yang jadi korban utama.
Orang-orang biasa, terjebak janji menang besar lewat HP dan pulsa.

Mereka main bukan karena tamak.
Tapi karena putus asa.
Gaji nggak cukup. Harga makin mahal.
Belum lagi melihat sosial media banyak sekali orang flexing kekayaannya.
Lalu datang iming-iming “main game bisa kaya” dari iklan yang berseliweran tiap hari.

Situs-situs ini bermunculan seperti jamur.
Pakai domain berbeda tiap hari.
Bayar pakai e-wallet, pulsa, bahkan rekening pinjaman orang lain.
Begitu diblokir — muncul lagi.
Seolah tak tersentuh.

Pertanyaannya:
Kenapa kejahatan sebesar ini bisa jalan terus selama bertahun-tahun?
Kenapa butuh waktu lama sampai akhirnya pemerintah “marah” dan memblokir 31 juta rekening dormant?

Dan yang paling menyakitkan:
Ada dugaan kuat oknum pemerintah ikut menjaga agar situs-situs ini tetap hidup.
Kasus nyata: pegawai Kominfo terbukti memelihara ribuan situs judi dan menerima bayaran.

Ini bukan sekadar kriminalitas.
Ini kejahatan sistemik.
Yang menghisap uang rakyat.
Dan membuat kita kehilangan harapan pada ruang digital yang sehat.

Kalau kita diam,
maka bukan hanya rekening yang diblokir.
Tapi masa depan generasi kita yang ikut hancur.

💬 Punya pandangan tentang ini?
Atau ingin ngobrol lebih lanjut soal perang digital dan dampaknya ke masyarakat?

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Blockchain di Indonesia: Janji Besar, Adopsi Seret
Ekosistem Tech Indonesia

2 Jul2 mnt

Blockchain di Indonesia: Janji Besar, Adopsi Seret

Blockchain: Teknologi Hebat yang Masih Sepi Peminat Video ini cukup ramai. Mas Wapres Gibran tampil di YouTube resmi, bicara soal pentingnya blockchain untuk lompatan digital Indonesia. Keren? Iya. Tapi jujur, saya…

Magang Nasional 2025: 20 Ribu Kuota Berbayar
Ekosistem Tech Indonesia

7 Okt2 mnt

Magang Nasional 2025: 20 Ribu Kuota Berbayar

Magang Nasional 2025: Akhirnya Pemerintah Bikin yang Begini! Jujur, saya sempat kaget waktu baca ini pagi tadi. Program Magang Nasional 2025 resmi dibuka — dan langsung jalan minggu ini. 💡 Kuota 20.000 peserta. 💡…

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar
Ekosistem Tech Indonesia

2 Mar2 mnt

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar: Absurd?

500 Miliar Rupiah untuk Sistem Tanda Tangan Digital? Negeri ini memang luar biasa... Ketika digitalisasi dikelola dengan mindset yang salah, yang terjadi bukan efisiensi, tapi proyek absurd dengan angka fantastis…

Beasiswa LPDP x JICA Double Degree Indonesia-Jepang
Ekosistem Tech Indonesia

17 Apr2 mnt

Beasiswa LPDP x JICA Double Degree Indonesia-Jepang

Gak Nyangka! Bisa Dapat Gelar Ganda S2, Kuliah di Indonesia & Jepang Sekaligus Beberapa hari lalu saya baca skema beasiswa kolaborasi LPDP x JICA yang menurut saya underrated banget. Padahal ini powerful banget buat…

Tarif AS Naik, Saatnya Bangun Produk Global RI
Ekosistem Tech Indonesia

4 Apr2 mnt

Tarif AS Naik, Saatnya Bangun Produk Global RI

Tarif Impor Naik 40%, Amerika Tak Lagi Minta—Kini Mereka Menuntut Amerika Serikat baru saja mengetuk palu: tarif masuk barang impor bisa tembus hingga 40%. Bahkan mereka menamai ini sebagai “Liberation Day”. Slogan…

← Semua tulisan