Tarif Impor Naik 40%, Amerika Tak Lagi Minta—Kini Mereka Menuntut
Amerika Serikat baru saja mengetuk palu: tarif masuk barang impor bisa tembus hingga 40%.
Bahkan mereka menamai ini sebagai “Liberation Day”.
Slogan mereka? MAGA – Make America Great Again.
Dengan produk yang mendunia, dominasi ekonomi, dan kekuatan global, mereka tak perlu lagi meminta.
Mereka tinggal menuntut dunia tunduk.
Lalu kita?
Sebagai bangsa yang tahun ini genap 80 tahun merdeka, mari kita jujur:
Adakah produk lokal unggulan yang membuat kita bangga secara global?
Yang kita pakai tiap hari justru produk luar negeri:
- Mobil & motor: Jepang, Korea, China.
- Gadget: Amerika, Korea, China.
- Layanan digital: Google, Apple, TikTok, Netflix.
- E-commerce: Shopee (Singapura), TikTok Shop (China).
- Media sosial: Semua dikuasai luar negeri.
Pernah ada mobil Timor, Esemka, Putra Petir.
Tapi semua gagal jadi produk nasional berkelanjutan.
Kenapa?
Karena setiap inovasi selalu dikaitkan dengan politik, dan cepat atau lambat jadi korban mental:
Korupsi. Kolusi. Nepotisme.
Jadi buat kita anak muda, nggak usah ikut permainan bapak-bapak di atas sana.
Lebih baik bikin langkah konkret dari bawah.
Berikut yang bisa kita lakukan bareng-bareng:
1. Benchmark diri kita dengan standard global – jangan minder, tapi juga jangan overproud.
2. Cek skill dan produk kita: Apakah sudah kompetitif secara global?
3. Kalau kamu punya skill global atau inovasi lokal yang kuat — PLEASE LEAD US.
4. Buat anak bangsa yang sekolah di luar negeri dan kerja di industri global, pandu kami. Tunjukkan bagaimana caranya membangun produk dan layanan yang minimal setara dengan mereka.
5. Perbanyak obrolan di komunitas. Salah satunya di Tech Voice Indonesia, tempat kita saling ngasih jalan keluar.
6. Publikasikan sekecil apapun inovasi kalian. Jangan tunggu “perfect.” Cukup exist & persist.
Kalau kamu punya pemikiran, ide, atau bahkan frustrasi yang sama:
➡️ **Join Tech Voice Indonesia** – Kita butuh suara anak muda yang berani dan waras : https://lnkd.in/gR4hdQhf





