Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Profesional Muda Disarankan Kerja di Luar Negeri

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Prof Satryo Soemantri Mendikti saintek

Peluang Kerja di Indonesia Sudah HABIS?

Saya baru saja nonton pernyataan Prof. Satryo Soemantri Mendikti saintek yang menyarankan profesional muda Indonesia untuk mulai melirik peluang kerja di luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, beliau dengan tegas mengatakan bahwa kondisi di Indonesia, baik dalam dunia swasta maupun pemerintahan, semakin sulit memberikan ruang yang fair bagi mereka yang punya kemampuan tinggi.

Ini menyakitkan, tapi juga kenyataan. Budaya kickback, mental koruptif, dan sistem yang cenderung tidak transparan masih menjadi penghambat besar bagi banyak profesional muda yang ingin berkembang. Bahkan untuk membangun usaha atau bekerja dengan klien di sini, sering kali harus berhadapan dengan istilah seperti “success feeatauuang pelicin.”

Prof. Satryo bukan satu-satunya yang menyarankan ini. Banyak figur seperti Dr. Harry Patria yang secara aktif mengajak anak bangsa untuk mengejar peluang di luar negeri—di Jepang, Timur Tengah, Eropa, dan banyak lagi tempat yang menghargai profesionalisme dan skill sesuai kualifikasi.

Tentu, tidak semua dari kita memiliki keberanian atau kesempatan yang sama untuk pindah ke luar negeri. Tapi untuk teman-teman yang masih muda, kenapa tidak mencoba? Banyak komunitas sudah berbagi cerita tentang bagaimana mereka berhasil melamar pekerjaan di luar negeri, mulai dari program internasional, sertifikasi, hingga cara membangun portofolio yang menarik.

💡 Bagaimana cara memulai?

  1. Perkuat skill dan bahasa asing: Bahasa Inggris adalah pintu utama. Kalau bisa menguasai bahasa lokal seperti Jepang atau Jerman, peluangmu akan lebih besar.

  2. Bangun personal branding di platform profesional seperti LinkedIn: Banyak headhunter luar negeri memantau kandidat potensial di sini.

  3. Ikuti komunitas yang berbagi peluang luar negeri: Forum seperti Reddit, LinkedIn, atau grup Telegram sering menjadi tempat diskusi yang produktif.

  4. Apply, apply, apply!: Jangan takut ditolak. Proses ini adalah langkah awal untuk keluar dari zona nyaman.

💬 Saya ingin dengar dari kalian: Adakah di antara teman-teman di sini yang sudah bekerja atau sedang berjuang menuju karier di luar negeri? Yuk, bagikan pengalaman atau tips untuk kita semua di kolom komentar.

Karena siapa tahu, perjalananmu bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang di sini. 🌍✨

📣 Gabung Group Bersama Anak Tech yuk isi form di sini 👉 https://lnkd.in/gCXHMPGf

👋 Saya bisa membantu Anda!
Mulai dari mentoring startup, sesi 1:1 untuk karier, hingga konsultasi transformasi digital dan solusi teknologi untuk bisnis. Jelajahi layanan saya lebih lanjut di sini: https://lnkd.in/gwVDP9rE

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Karya Anak Bangsa yang Berakhir di Tangan Asing
Ekosistem Tech Indonesia

7 Jun2 mnt

Karya Anak Bangsa yang Berakhir di Tangan Asing

Karya Anak Bangsa. Yang Tinggal Jadi Cerita. Mereka lahir dari mimpi para founder muda Indonesia: Traveloka – Ferry Unardi Gojek – Nadiem Makarim Tokopedia – William Tanuwijaya Bukalapak – Ahmad Zaky Generasi yang bikin…

Dana Syariah Indonesia: Ketika Label “Syariah” Tidak Menjamin Aman
Ekosistem Tech Indonesia

16 Jan2 mnt

Dana Syariah Indonesia: Ketika Label “Syariah” Tidak Menjamin Aman

Dana Syariah Indonesia: Ketika Label “Syariah” Tidak Menjamin Aman Akhir 2025, seorang teman—praktisi fintech syariah—menyenggol saya. “Ren, ini bukan kasus kecil. Dana Syariah Indonesia (DSI) bermasalah besar.” Jujur…

Belajar Mindset Transformasi Digital dari BCA
Ekosistem Tech Indonesia

24 Mei2 mnt

Belajar Mindset Transformasi Digital dari BCA

Digital Transformasi Itu Bukan Tentang Aplikasi. Tapi Tentang Mindset. Contoh paling smooth dan elegan tentang transformasi digital di Indonesia? BANK BCA. Saya tidak sedang di-endorse, dan bukan nasabah istimewa. Tapi…

Startup Indonesia Bangkit Lagi, Tapi Lebih Hati-hati
Ekosistem Tech Indonesia

27 Jun2 mnt

Startup Indonesia Bangkit Lagi, Tapi Lebih Hati-hati

Startup Madness Sudah Lewat. Tapi Nafasnya Masih Ada. Beberapa waktu lalu saya hadir di salah satu event yang ramai banget — Innovation Night 2025. Ruangan padat, penuh VC dan para founder. Ngobrol aja harus cari…

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan
Ekosistem Tech Indonesia

18 Agu2 mnt

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan

Talenta Digital & AI: Antara Pidato dan Realita Beberapa hari lalu, Presiden menyampaikan pidato: “Kita harus menguasai AI. Untuk itu, kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan…

← Semua tulisan