Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

PHK Massal, Kesenjangan, dan Amarah Publik

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
PHK Massal, Kesenjangan, dan Amarah Publik

Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Dua hari terakhir (28–29 Agustus 2025), kita melihat demonstrasi berujung kerusuhan di beberapa kota: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Trigger-nya? Tunjangan fantastis anggota DPR.

Tapi ini bukan semata soal DPR.
Ini tentang kesenjangan.
Tentang rakyat yang lapar.
Tentang kita semua yang berjuang sendirian.

Saya banyak sekali mendengar langsung cerita:

👨‍💻 Seorang software engineer kena PHK, sudah 8 bulan belum dapat kerja. Akhirnya realistis berdagang herbal. “Ya mau gimana lagi mas, yang penting dapur tetap ngebul.”

📊 Seorang data analyst pro-hire di kementerian. Sudah kerja 3–4 tahun, tapi gaji sering baru dibayar setelah dirapel 3 bulan. “Kami harus mengemis untuk menagih bayaran kami.”

📦 Seorang project manager, pulang kampung. Sudah 1 tahun tanpa kerja, akhirnya buka usaha kecil dengan keluarga. Semua kompetensi dan pengalaman bertahun-tahun… tidak lagi ada yang mencari.

💔 Ada juga yang DM saya: korban PHK menjelang pensiun. Single. Sempat dikontrak lagi, lalu dipecat lagi. Sekarang… “apapun saya kerjakan asal halal, walau jadi OB sekalipun.”

Teman-teman, ini bukan cerita satu-dua orang.
Sudah ribuanbadge hijaudi LinkedIn jadi sinyal kalau kita benar-benar sedang tidak baik-baik saja.

Kita semua berjuang:
1. Apply ke sana-sini di LinkedIn, Glints, Jobstreet, komunitas.
2. Shifting karir, belajar hal baru.
3. Bangun network, kenalan dengan orang-orang baru.
4. Cari peluang freelance atau project.
5. Pokoknya… apa pun yang bisa buat hidup terus jalan.

Tapi coba jujur tanya ke diri sendiri:
Kapan terakhir kali kita mendengar wakil rakyat bicara soal PHK?
Kapan kita dengar pemimpin negara kasih solusi buat kita yang sedang susah dapat kerja?

Yang kita dengar malah:

  • Pajak. Pajak. Pajak.
  • Korupsi. Korupsi. Korupsi.
  • Makan anak gratis.

Jangan salahkan rakyat kalau jadi sumbu pendek.
Karena lapar tidak bisa ditunda.
Karena harga hidup makin mahal, sementara solusi dari atas sana… entah ke mana.

Saya titip buat teman-teman yang masih punya circle di lingkaran kekuasaan:
Address the real problem.
Fokuslah ke inti persoalan: rakyat butuh kerja halal untuk keluarganya.
Itu saja dulu. 1–2 tahun ke depan.
Program insentif lainnya bisa antri dulu.

Kita sedang diuji.
Semoga kita bisa refleksi bersama.
Karena bangsa ini tidak akan kuat kalau rakyatnya terus lapar dan kehilangan harapan.

Apa yang teman-teman lihat dan rasakan di sekitar?

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Wacana LLM RI: Integrasi Kementerian Belum Beres
Ekosistem Tech Indonesia

19 Feb1 mnt

Wacana LLM RI: Integrasi Kementerian Belum Beres

RI Mau Bikin Aplikasi Mirip DeepSeek? INTEGRASI KEMENTERIAN AJA BELUM BERES! 🤯 Baru aja baca berita ini, langsung gemes, langsung geram! RI mau bikin model AI open-source ala DeepSeek? Bakal dipresentasikan ke…

Karya Anak Bangsa yang Berakhir di Tangan Asing
Ekosistem Tech Indonesia

7 Jun2 mnt

Karya Anak Bangsa yang Berakhir di Tangan Asing

Karya Anak Bangsa. Yang Tinggal Jadi Cerita. Mereka lahir dari mimpi para founder muda Indonesia: Traveloka – Ferry Unardi Gojek – Nadiem Makarim Tokopedia – William Tanuwijaya Bukalapak – Ahmad Zaky Generasi yang bikin…

Tata Kelola Data Publik: Gagal karena Mentalitas
Ekosistem Tech Indonesia

26 Jul2 mnt

Tata Kelola Data Publik: Gagal karena Mentalitas

Tata Kelola Digital Kita Gagal. Bukan Karena Teknologi, Tapi Mentalitas. Kita sudah hidup berdampingan dengan dunia digital sejak 15–20 tahun lalu. Tapi mindset dan mentalitas kita masih tertinggal puluhan tahun ke…

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan
Ekosistem Tech Indonesia

18 Agu2 mnt

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan

Talenta Digital & AI: Antara Pidato dan Realita Beberapa hari lalu, Presiden menyampaikan pidato: “Kita harus menguasai AI. Untuk itu, kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan…

Phonebook Effect dan Lahirnya Tech Voice Indonesia
Ekosistem Tech Indonesia

11 Feb2 mnt

Phonebook Effect dan Lahirnya Tech Voice Indonesia

💡 Networking? Ah, cuma buang-buang waktu. Kenalan, ngobrol, ngopi—kesannya hanya rutinitas sosial yang kadang terasa kurang nyaman, terutama dengan orang yang belum dikenal. Tapi tau nggak? Menurut penelitian…

← Semua tulisan