Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Gaji ASN Rp481T, Kenapa Masih Butuh Pro-Hired?

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Gaji ASN Rp481T, Kenapa Masih Butuh Pro-Hired?

481 Triliun Buat ASN. Tapi Masih Butuh Pro-Hired di Mana-Mana?

Akhir tahun lalu, saya ngobrol dengan dua teman baru.
Dua-duanya bukan ASN. Tapi mereka kerja di lembaga pemerintah & BUMN.
Saya: "Mas, sekarang lagi sibuk apa?"
Mas A: "Pro-hired mas, bantu digitalisasi di BUMN."
Mas B: "Saya juga dulu pro-hired di kementerian. Tapi udah gak lanjut... Soalnya sayanempeldi kepala bagian yang kena kasus. Yaudah, ga gajian."

Saya langsung mikir:
Lho, memang ASN gak cukup kompeten untuk kerja-kerja strategis begini?”

Mas A jawab pelan:
"Banyak dari mereka lulusan teknik atau TI, tapi ya... sebatas formalitas. Kebanyakan masih mindset vendor-an. Proyek ya asal jadi. Biar cepat dapet poin tukin atau promosi."

Saya coba riset lebih sedikit.
Total ASN nasional (2024): 4,73 juta orang
(±3,57 juta PNS + ±1,17 juta PPPK)

  • ASN Pusat (K/L): 1,03 juta
  • “Pro-Hired” profesional eksternal di pusat: ±5.400 orang
  • Termasuk stafsus presiden/wapres/menteri
  • Tenaga ahli DPR

Semuanya di luar jalur ASN.
Semuanya dibayar dari APBN atau anggaran lembaga.
Dan semuanya jadi “tambal sulam” atas ketidaksiapan sistem kita sendiri.

Tapi yang bikin resah itu bukan angkanya.
Tapi normalisasinya.
Loh gapapa dong mas, kan memang kita butuh orang kompeten.”
Ya, betul.
Tapi kalau kita udah bayar Rp481 triliun/tahun buat gaji ASN,
dan masih harus cari tenaga tambahan dari luar...

Berarti ada yang keliru.

Salah satu teman saya bilang begini:
"Di kementerian tempat saya bantuin,
orang-orang gak mikirin kenapa sistem harus dibangun.
Yang penting: ada proyek, ada tukin, ada potongan, ada komisi."

"Mikirin user experience?
Mikirin maintain sistem jangka panjang?
Lha... itu urusan vendor, ehh sekarang ada pro-hired yaa"


🟡 Mau mulai membangun personal branding profesional, **biar karier kamu gak mentok di** “**tukang kerja doang**”?  
Join program bareng saya → s.id/branding-linkedin

🟡 **Mau mentoring atau diskusi soal profesionalisme** di dunia kerja digital? -> https://lnkd.in/gGbCrsfX

🟡 Gabung komunitas Tech Voice Indonesia  
Tempat tech leader, praktisi, dan calon reformis berdiskusi bareng.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Startup Gagal Bukan Ide, Tapi Data yang Zonk
Ekosistem Tech Indonesia

26 Jun2 mnt

Startup Gagal Bukan Ide, Tapi Data yang Zonk

Bangun Bisnis Tanpa Data Itu Kayak Jalan Malam Tanpa Lampu Bukan Karena Idenya Jelek. Tapi Karena Datanya Gak Ada. Saya pernah dua kali bangun startup, dengan problem besar yang real. Tapi dua-duanya bikin saya sadar…

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar
Ekosistem Tech Indonesia

2 Mar2 mnt

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar: Absurd?

500 Miliar Rupiah untuk Sistem Tanda Tangan Digital? Negeri ini memang luar biasa... Ketika digitalisasi dikelola dengan mindset yang salah, yang terjadi bukan efisiensi, tapi proyek absurd dengan angka fantastis…

tiktok user based number
Ekosistem Tech Indonesia

19 Jan2 mnt

165 Juta Pengguna TikTok, Inovasi Kita Tertahan

165 Juta Pengguna TikTok: Indonesia, Bangsa Konsumen Selamanya? 📊 Baru saja saya lihat data ini: Indonesia jadi pengguna TikTok terbesar di dunia, 165 juta orang! Artinya, 60% penduduk Indonesia sudah melek digital dan…

Web DPR Diretas: Masalahnya Mindset dan Anggaran
Ekosistem Tech Indonesia

19 Jul2 mnt

Web DPR Diretas: Masalahnya Mindset dan Anggaran

Web DPR Diretas Ribuan Kali Katanya solusinya: asah skill IT di tiap institusi. Saya cuma bisa senyum miris. Masalahnya bukan di skill anak IT-nya. Masalahnya ada di mindset pejabat dan sistem bancakan anggaran proyek…

negara konoha
Ekosistem Tech Indonesia

5 Jan2 mnt

15 Tahun Startup: Autopilot Tanpa Strategi Negara

15 Tahun Industri Startup: Dari Auto-Pilot hingga Nyungsep Bareng-Bareng 💡Industri startup Indonesia sudah berjalan 15 tahun lebih, dimulai dari anak-anak muda yang minim pengalaman, berjuang mencari jalannya sendiri…

← Semua tulisan