AI Lokal: Janji 2 Minggu yang Menguap?
Pertengahan Februari 2025, sempat ramai diberitakan bahwa Pak Luhut, sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), menyebut akan merekrut anak muda Indonesia untuk membuat model AI seperti DeepSeek.
Targetnya ambisius: Dalam 2 pekan akan dipresentasikan ke Presiden.
Sebagai seseorang yang sudah 20 tahun di dunia tech, saya langsung skeptis.
Dan benar saja...
Sudah lebih dari sebulan, kabar itu menghilang ditelan angin.
Akhir Februari, Pak Fajrin dari Telkom sempat dikonfirmasi soal ini. Jawabannya? "Tim Pak Luhut masih finalize."
Pihak Komdigi pun hanya memberi respons normatif: "Ide bagus, perlu kolaborasi."
Lagi-lagi, janji besar soal digital transformation yang berakhir seperti pepesan kosong.
Entah kenapa pola ini terus berulang:
- Janji besar tentang teknologi
- Tenggat waktu yang terlalu ambisius
- Hasil yang tak jelas ujungnya
Dan sering kali, yang muncul belakangan adalah berita lain: markup proyek teknologi, skandal korupsi, atau proyek yang terbengkalai.
Padahal kita punya banyak anak muda berbakat di dunia tech yang siap berkontribusi. Sayangnya, mereka kerap jadi korban janji-janji manis yang tidak pernah ditindaklanjuti dengan serius.
Digital transformation itu butuh eksekusi serius, bukan sekadar wacana.
Kalau kamu serius ingin memahami dan berkontribusi di dunia AI, Tech Voice Indonesia adalah tempat yang tepat.
Di sini, kami nggak cuma bicara soal AI, tapi benar-benar praktik:
✅ Diskusi AI hampir setiap hari.
✅ Webinar dan sharing cara praktis menggunakan AI.
✅ Rencana kontribusi nyata ke dunia AI yang sedang kami kembangkan.
Kalau kamu ingin jadi bagian dari komunitas yang serius membahas AI dan teknologi masa depan, ayo gabung dengan Tech Voice Indonesia!
Disini https://lnkd.in/gR4hdQhf





