Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Blibli Ikut Layoff, Rasa Cemas Tech Belum Usai

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Blibli Ikut Layoff, Rasa Cemas Tech Belum Usai

Blibli Juga Akhirnya Ikut “L”

Tiga tahun terakhir, kata yang paling sering menghantui dunia kerja tech di Indonesia cuma satu huruf:
L.
Layoff.

Dan minggu ini, giliran salah satu nama besar yang selama ini dianggap “tak tersentuh”:
Blibli — bagian dari grup besar yang dikenal sangat kuat, bahkan sering disebut “BUMD: Badan Usaha Milik Djarum.”

Selama ini, ketika kanan-kiri perusahaan tech berguguran, banyak yang bilang,
“Kalau udah grup Djarum mah aman.”
“Uang nggak berseri, efisiensi bukan budaya mereka.”
Dan faktanya, memang bertahun-tahun tak ada kabar pengurangan besar di sana.
Sampai minggu ini — kabar 400 orang harus pamit.

Seperti biasa, diawali dengan townhall.
Dan seperti tebakan lama kita semua,
ya, tempat L announcement.

Seorang teman DM saya, cuma nulis pendek:
bro Faren, kenapa ya ini terasa berat banget?”

Iya… karena ini bukan cuma angka.
Bukan cuma “efisiensi”.
Tapi rasa cemas kolektif yang sudah terlalu lama menggantung di udara.
Tiga tahun lebih, tech winter ini seakan nggak ada ujungnya.
Setiap bulan, ada saja yang tumbang — besar, kecil, startup, unicorn, bahkan sekarang konglomerat.

Dan mungkin karena selama ini kita terlalu sering melihat “mereka yang kuat” masih berdiri,
kita butuh waktu untuk menerima bahwa tak ada yang benar-benar kebal.

Saya tidak mau masuk ke analisa klasik soal margin, burn rate, atau spending.
Karena intinya sederhana:
semua orang sedang menahan napas.

Kita semua hanya berharap —
semoga angin positif segera berembus.
Semoga “purbaya effect” bisa benar-benar menggerakkan ekonomi riil.
Semoga program-program pemerintah yang mendorong pembiayaan — dari makan bergizi, sekolah, sampai magang —
benar-benar menciptakan daya beli dan putaran ekonomi yang nyata.
Agar dari hilir ke hulu, semuanya bisa mulai bergerak lagi.

Ya, mudah-mudahan.
Dan mudah-mudahan.

Karena pada akhirnya,
kita semua cuma ingin satu hal:
stabilitas.
Biar hidup, kerja, dan mimpi kita nggak lagi tergantung pada satu huruf —
L.

Silahkan yang mau komentar, berbagi, sharing - mengenai kerumitan kondisi saat ini, di kolom komentar atau mau DM jg silahkan.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar
Ekosistem Tech Indonesia

2 Mar2 mnt

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar: Absurd?

500 Miliar Rupiah untuk Sistem Tanda Tangan Digital? Negeri ini memang luar biasa... Ketika digitalisasi dikelola dengan mindset yang salah, yang terjadi bukan efisiensi, tapi proyek absurd dengan angka fantastis…

Bank Down Berhari-hari: Alarm Gagalnya Sistem IT
Ekosistem Tech Indonesia

11 Apr2 mnt

Bank Down Berhari-hari: Alarm Gagalnya Sistem IT

Sistem Bank Down Seminggu? Ini Bukan Sekadar Error, Ini Alarm Besar. Gangguan sistem Bank DKI yang terjadi sejak 29 Maret lalu… Baru diperbaiki lebih dari seminggu kemudian. Dan ini bukan kejadian pertama buat institusi…

Hype AI Besar, Infrastruktur dan Residency Belum Siap
Ekosistem Tech Indonesia

16 Agu2 mnt

Hype AI Besar, Infrastruktur dan Residency Belum Siap

AI Hype Besar. Tapi Infrastruktur? Belum Siap. Beberapa kali saya diminta bantu konsultasi project AI. Biasanya pertanyaan pertama selalu: “Pak, kalau kita jalanin ini, infrastructure AI-nya pakai apa ya?” Jawaban…

Data Publik Salah dan Digitalisasi yang Tersendat
Ekosistem Tech Indonesia

11 Sep2 mnt

Data Publik Salah dan Digitalisasi yang Tersendat

Pidato dengan Data Salah ↔ Transformasi Digital yang Jalan di Tempat Beberapa klaim besar dari Presiden Prabowo sejak menjabat: “Tingkat pengangguran nasional terendah sejak krisis 1998.” (Pidato 15 Agustus 2025)…

10K LinkedIn Followers dari Cerita Tech Jujur
Ekosistem Tech Indonesia

20 Mei2 mnt

10K LinkedIn Followers dari Cerita Tech Jujur

Tembus 10K Followers di LinkedIn. Gak Nyangka. 🙏 Awalnya cuma iseng nulis. Sharing pengalaman di dunia tech & startup. Cerita anak tech yang lupa terlalu fokus tech skill, cerita soal sistem yang nggak nyambung, gagal…

← Semua tulisan