Trust Is The Product — Tapi Pertamina Nggak Paham Konsep Itu
Pertamina ini perusahaan besar, tua, dan punya aset negara yang luar biasa.
Tapi jujur aja… kok kelakuannya sering kayak startup receh yang belum ngerti arti trust.
Kasus demi kasus.
Kebakaran, bocor, skandal procurement, markup sana-sini — udah kayak agenda tahunan.
Dan yang bikin miris, kayak nggak pernah ada perbaikan yang bener-bener terasa.
Padahal, trust itu bukan cuma jargon.
Buat perusahaan besar—apalagi yang main di energi dan minyak—trust adalah produknya.
Begitu hilang kepercayaan publik, selesai sudah.
Sekarang coba liat perbandingannya di lapangan 👇
Masuk ke SPBU Pertamina:
Kumuh. Jorok. Pegawai cuek. Kadang isi bensin kayak transaksi di pasar malam.
Aplikasi MyPertamina? Ya cuman QR buat beli Pertalite. Experience-nya? Ya gitu-gitu aja.
Masuk ke SPBU Shell, BP, atau Vivo:
Bersih. Kinclong. Disapa ramah. Kadang ditawarin lap kaca depan.
Toilet bersih, bonus kopi, ada program loyalty card yang beneran rewarding.
Bahkan SPBU BP aja kerja sama sama Kopi Tuku 🤘, biar lo beli kopi tetangga tapi tetep isi bensin di situ.
Cerdas.
Dan sekarang?
Pasar beralih.
Orang rela bayar sedikit lebih mahal demi produk & pelayanan yang bisa dipercaya.
Karena ya itu tadi: trust is the product.
Ironisnya, infrastruktur IT Pertamina sebenernya udah mumpuni banget.
Kolaborasi dengan Telkom, proyek digitalnya gila-gilaan nilainya sekitar 3,6 triliun rupiah.
Tapi sayangnya, sistem sebesar itu nggak menyentuh hal yang paling penting:
membangun kepercayaan publik.
Padahal trust itu bisa jadi competitive edge luar biasa.
Kalau aja mereka ngerti konsep “zero-incident” kayak di industri tambang atau oil & gas global,
mungkin hari ini SPBU Pertamina nggak kalah pamor sama Shell.
💬 Kamu sendiri, lebih percaya isi bensin di mana? Pertamina atau Shell?
Komen di bawah, pengen tau juga pandangan kamu.
1️⃣ Join webinar gratis buat softwa re engineer biar bisa efisien pakai AI tools – daftar di sini https://bit.ly/4nRpi1A
2️⃣ Ikut kolaborasi Personal Branding 14 Hari Batch 2, biar bisa konsisten bikin konten yang berdampak https://bit.ly/4mTQxHP





