Unicorn Madness: Ketika Bubble Startup Akhirnya Meletus
Kerja di unicorn itu impian semua anak zaman now. Kantor keren, budaya kerja kekinian, dan eksis di LinkedIn—siapa yang nggak mau? Tapi sekarang, impian itu berubah jadi mimpi buruk bagi banyak orang. Rasanya kalau pake embel2 Ex-tokopedia, Ex-gojek, Ex-efishery di CV or linkedin berasa kereen, tp sekarang 🫣
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
📉 Sumber Masalahnya:
- Perusahaan Tidak Sehat: Merugi terus bertahun-tahun, tapi tetap “dipaksa hidup” lewat suntikan dana investor.
- GMV Overhype: Dulu valuasi dihitung dari total nilai transaksi (GMV). Sekarang? Rumus profit yang berbicara.
📉 Dampaknya:
- Layoff bergilir, dari satu startup ke startup lain.
- Biaya dipotong habis-habisan:
- Promo, diskon, subsidi? Dihapus.
- Tempat kerja? Cari yang lebih murah.
- Tools kerja? Dipangkas.
- Masih kurang? Orang-orang dirumahkan.
- Terakhir? Collapse.
📉 Fraud di Balik Layar:
Tidak hanya di Indonesia, bahkan di Amerika sebagai role model startup dunia pun skandal besar terjadi. Contohnya startup Theranos yang menarik investasi $700 juta sebelum kejatuhannya.
Jadi, Apa Solusinya?
Untuk teman-teman anak tech dan startup yang terdampak, jangan lama-lama keselnya. Kesel boleh nyerah jangan 💪
Langkah Praktis yang Bisa Dilakukan:
💡 1. Evaluasi Diri
- Apakah skill Anda masih relevan di pasar saat ini?
- Hitung pengalaman Anda selama ini: apa yang menjadi keunggulan?
- Jika skill kurang relevan, ASAP pelajari hal baru secara intensif.
- Contoh: Perdalam AI/LLM (Large Language Models) atau tren teknologi lain yang sedang booming.
💡 2. Jangan Sendirian
- Cari teman dan komunitas yang bisa mendukung perjalanan Anda.
- Berbagi pengalaman dan saling memberi masukan dapat membantu membuka peluang baru.
💡 3. Bangun Strategi Jangka Panjang
- Jika ingin pivot karier, susun rencana konkret: dari belajar hingga aplikasi kerja.
- Pertimbangkan bekerja remote atau explore peluang di luar negeri yang masih kekurangan talenta tech.
💬 Butuh support?
Di masa-masa gelap ini, penting banget punya wadah untuk berbagi cerita, belajar dari pengalaman orang lain, dan saling support. Di Tech Voice Indonesia (TVI), banyak teman yang pernah melalui ini dan siap berbagi. Join disini yuk https://lnkd.in/gCXHMPGf





