Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia

Kalau bicara soal digitalisasi sistem pembayaran, Indonesia ini keren banget.
Kita udah bukan sekadar ngomongin QRIS, dompet digital, atau BI-Fast.
Sekarang — kita sudah sampai ke tahap yang paling dinanti: Rupiah Digital.

Yes, Bank Indonesia akhirnya sampai di fase Proyek Garuda
rangkaian riset dan uji coba panjang untuk melahirkan mata uang digital resmi milik negara kita sendiri.
Bukan crypto, bukan e-wallet, tapi uang digital yang diterbitkan dan dijamin langsung oleh BI.

Perjalanannya juga rapi banget, berikut saya sertakan dokumen resmi step-by-step Proyek Garuda ini :
1️⃣ White Paper Rupiah Digital (2022) - https://bit.ly/47DTMOe
2️⃣ Consultative Paper (2023) - https://bit.ly/4nBQ39I
3️⃣ Public Feedback Report (2023) - https://bit.ly/4hNVfpW
4️⃣ Proof of Concept Report (2024) - https://bit.ly/4qKfKb6

Dan sekarang… bersiap masuk ke tahap piloting, sebelum akhirnya siap diintegrasikan penuh dalam 1–2 tahun ke depan.
Kalau semua berjalan lancar, Indonesia bakal jadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang punya CBDC (Central Bank Digital Currency) yang benar-benar siap jalan. 🔥

Bayangin nanti transaksi antarbank bisa settlement hampir seketika,
transfer lintas lembaga makin efisien, dan yang paling keren — transaksi bisa tetap jalan walau offline.
Keren banget, kan?

Bravo Bank Indonesia.
Kita udah sampai di fase di mana uang fisik perlahan akan kita tinggalkan.
Dan ini bukti nyata: digitalisasi bisa dilakukan kalau punya roadmap yang jelas dan komitmen kuat dari regulatornya.

Nah…
tinggal kita lihat sektor lain bisa nggak kayak gini.
Contohnya aja sektor kesehatan, yang masih silo banget sampai sekarang.
Data pasien masih nyebar, sistem nggak saling bicara, dan alasan klasiknya masih sama: “keamanan dan privasi data.”
Padahal, bro, ini era 2025 — saatnya menatap masa depan, bukan takut sama bayangan masa lalu.

Kalau duit aja udah bisa full digital dan tetap aman,
masa data kesehatan aja masih jadi debat tanpa ujung?

🟡 Dan buat kamu yang pengen upgrade skill digital, terutama soal AI tools buat bantu kerjaan harian,  
saya lagi adain sesi online:  
**AI for Real Work** – Belajar Pakai AI Tools untuk Kerja Sehari-Hari  
**Daftar di sini** → https://lnkd.in/gfmjrTrf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…
Digitalisasi Kesehatan

8 Nov2 mnt

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang Tepat. Coba kita tarik mundur 4–5 tahun lalu, saat dunia seakan berhenti berputar karena COVID-19. Di masa itu, kesehatan publik…

Healthtech Gagal Karena Kekuasaan dan Regulasi
Digitalisasi Kesehatan

30 Apr2 mnt

Healthtech Gagal Karena Kekuasaan dan Regulasi

Saya pernah membangun startup healthtech. Tapi kami gagal. Bukan karena timnya lemah. Bukan karena teknologinya jelek. Dan bukan karena idenya tidak dibutuhkan. Kami gagal karena satu hal yang jarang dibahas secara…

Harapan Startup Health-Tech di Tengah Resistensi
Digitalisasi Kesehatan

13 Sep2 mnt

Harapan Startup Health-Tech di Tengah Resistensi

Masih Ada Harapan Buat Startup Health-Tech? Beberapa minggu terakhir saya banyak ngobrol dengan anak-anak muda yang lagi semangat banget merintis startup di bidang kesehatan. Semangatnya luar biasa, confidence-nya…

satusehat-mandek-pasien-tetap-screening-ulang
Digitalisasi Kesehatan

2 Jun2 mnt

Satusehat Mandek, Pasien Tetap Screening Ulang

Digitalisasi Kesehatan: Masih Jalan di Tempat? Tahun lalu saya sempat pindah rumah sakit sampai 4 kali. Setiap pindah, saya harus screening ulang — ulang lagi isi form, ulang lagi cerita riwayat sakit, ulang lagi semua…

Health-tech Indonesia: Bukan Industri Siap Disrupsi
Digitalisasi Kesehatan

27 Mei2 mnt

Health-tech Indonesia: Bukan Industri Siap Disrupsi

10 Tahun Health-Tech: Kita Harus Jujur, Ini Bukan Disrupsi. 2017–2020, startup kesehatan bermunculan: Alodokter, Halodoc, KlikDokter, SehatQ, Farmaku, Lifepack, dan lainnya. Investor pun ramai masuk. Valuasi naik…

← Semua tulisan