Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang Tepat.

Coba kita tarik mundur 4–5 tahun lalu, saat dunia seakan berhenti berputar karena COVID-19.
Di masa itu, kesehatan publik benar-benar diuji — dan Indonesia pun bergantung penuh pada sistem yang dikomandoi oleh Kementerian Kesehatan.

Untuk menekan laju penyebaran virus, semua serba dibatasi.
Mobilitas, aktivitas, bahkan pertemuan antar manusia — semuanya diatur dengan teknologi sebagai tulang punggung.

Kebetulan saat itu saya sedang membangun healthtech startup di bidang pharmacy online.
Dan jujur saja, saya melihat langsung betapa gagapnya kita menghadapi situasi ini.
Data obat tersebar di mana-mana, tidak terintegrasi.
Informasi tenaga kesehatan pun tidak sinkron antar lembaga.
Semua berjalan, tapi sendiri-sendiri — fragmented dan tanpa “bahasa data” yang sama.

Namun di tengah kekacauan itu, ada tim yang bekerja diam-diam tapi berdampak besar.
Mereka inilah yang menggawangi “PeduliLindungi” —
yang kemudian berkembang menjadi “SatuSehat”, pondasi digitalisasi kesehatan Indonesia saat ini:
👉 Tim Digital Transformation Office (DTO) – Kementerian Kesehatan.

Saya cukup beruntung bisa bertemu langsung dan berdiskusi dengan orang-orang di balik layar itu:
Setiaji Setiaji (Chief DTO), Agus Rachmanto (former Deputy Chief DTO), Reza Pramono (former CTO DTO)
Mereka ini bukan tipe pejabat yang bicara di panggung lalu hilang.
Mereka visionary technologists — terbuka, inklusif, dan benar-benar memahami teknologi sampai ke akar.

Kami sempat berdiskusi panjang tentang API, data standardization, AI, dan interoperabilitas sistem kesehatan.

Beberapa minggu lalu, Pak Setiaji bercerita kalau beliau diprospek menjadi kandidat Direktur IT BPJS Kesehatan.
Dan terus terang, saya langsung terpikir satu hal:
This is the right person for the right job.”

Karena kalau bicara transformasi digital di bidang kesehatan,
beliau bukan cuma punya visi — tapi juga track record nyata yang sudah terbukti dari masa krisis.

🟡 Jadi, ini momentum penting.
Kita semua — terutama teman-teman di industri teknologi kesehatan dan health-tech startup —
punya kesempatan untuk mendukung lahirnya kepemimpinan yang benar-benar paham digitalisasi.

Yuk, berikan dukungan & tanggapan positif untuk Pak Setiaji di laman resmi seleksi BPJS Kesehatan:
👉 https://lnkd.in/g5NYTiVw

Lalu cari nama “Setiaji”

Karena untuk membawa BPJS Kesehatan naik kelas,
kita butuh pemimpin yang bukan hanya bisa bicara tentang “sistem digital”,
tapi tahu caranya membangun sistem yang benar-benar bekerja — untuk masyarakat.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Harga Obat Mahal karena Data Farmasi Terpecah
Digitalisasi Kesehatan

31 Jul2 mnt

Harga Obat Mahal karena Data Farmasi Terpecah

Harga Obat Mahal Itu Bukan Takdir. Kadang Cuma Karena Data Kita Berantakan. Bagi pelaku industri kesehatan, pasti tahu betul: Biaya marketing produk farmasi bisa menyentuh 40% dari total revenue. Kenapa bisa segede itu?…

Kenapa Banyak Pasien Indonesia Pilih Penang
Digitalisasi Kesehatan

21 Mei2 mnt

Kenapa Banyak Pasien Indonesia Pilih Penang

Kalau mau berobat yang manusiawi, mending ke Penang aja. Pernah dengar kalimat ini? Saya sudah dengar berkali-kali. Dari orang tua. Teman. Bahkan dari orang dalam industri kesehatan itu sendiri. Dan itu bukan cuma soal…

Dari Hospital-Oriented ke Patient-Oriented
Digitalisasi Kesehatan

23 Jun2 mnt

Dari Hospital-Oriented ke Patient-Oriented

Pelayanan Kesehatan Kita Masih Terlalu Berorientasi ke Rumah Sakit. Bukan ke Pasien. Beberapa waktu lalu saya diundang ke sebuah forum baru: CIO Healthcare. Isinya? Para pemimpin teknologi dari rumah sakit-rumah sakit…

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi?
Digitalisasi Kesehatan

1 Apr2 mnt

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi?

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi? Sudah hampir 1 dekade kita dengar gaung ini. Rumah sakit mulai pakai SIMRS. Pemerintah dorong RME dengan standar FHIR/HL7. Startup health-tech bermunculan. AI…

Silo Mentality Bukan Anomali.
Digitalisasi Kesehatan

30 Apr2 mnt

Silo Mentality Bukan Anomali.

Silo Mentality Bukan Anomali. Itu Cara Bernegara Kita. Minggu lalu DPR emosi soal e-KTP. Salah satu yang paling nyentil datang dari Deddy Sitorus: “pembuatan data pada sejumlah lembaga menyebabkan pemborosan anggaran.”…

← Semua tulisan