Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang Tepat.
Coba kita tarik mundur 4–5 tahun lalu, saat dunia seakan berhenti berputar karena COVID-19.
Di masa itu, kesehatan publik benar-benar diuji — dan Indonesia pun bergantung penuh pada sistem yang dikomandoi oleh Kementerian Kesehatan.
Untuk menekan laju penyebaran virus, semua serba dibatasi.
Mobilitas, aktivitas, bahkan pertemuan antar manusia — semuanya diatur dengan teknologi sebagai tulang punggung.
Kebetulan saat itu saya sedang membangun healthtech startup di bidang pharmacy online.
Dan jujur saja, saya melihat langsung betapa gagapnya kita menghadapi situasi ini.
Data obat tersebar di mana-mana, tidak terintegrasi.
Informasi tenaga kesehatan pun tidak sinkron antar lembaga.
Semua berjalan, tapi sendiri-sendiri — fragmented dan tanpa “bahasa data” yang sama.
Namun di tengah kekacauan itu, ada tim yang bekerja diam-diam tapi berdampak besar.
Mereka inilah yang menggawangi “PeduliLindungi” —
yang kemudian berkembang menjadi “SatuSehat”, pondasi digitalisasi kesehatan Indonesia saat ini:
👉 Tim Digital Transformation Office (DTO) – Kementerian Kesehatan.
Saya cukup beruntung bisa bertemu langsung dan berdiskusi dengan orang-orang di balik layar itu:
Setiaji Setiaji (Chief DTO), Agus Rachmanto (former Deputy Chief DTO), Reza Pramono (former CTO DTO)
Mereka ini bukan tipe pejabat yang bicara di panggung lalu hilang.
Mereka visionary technologists — terbuka, inklusif, dan benar-benar memahami teknologi sampai ke akar.
Kami sempat berdiskusi panjang tentang API, data standardization, AI, dan interoperabilitas sistem kesehatan.
Beberapa minggu lalu, Pak Setiaji bercerita kalau beliau diprospek menjadi kandidat Direktur IT BPJS Kesehatan.
Dan terus terang, saya langsung terpikir satu hal:
“This is the right person for the right job.”
Karena kalau bicara transformasi digital di bidang kesehatan,
beliau bukan cuma punya visi — tapi juga track record nyata yang sudah terbukti dari masa krisis.
🟡 Jadi, ini momentum penting.
Kita semua — terutama teman-teman di industri teknologi kesehatan dan health-tech startup —
punya kesempatan untuk mendukung lahirnya kepemimpinan yang benar-benar paham digitalisasi.
Yuk, berikan dukungan & tanggapan positif untuk Pak Setiaji di laman resmi seleksi BPJS Kesehatan:
👉 https://lnkd.in/g5NYTiVw
Lalu cari nama “Setiaji”
Karena untuk membawa BPJS Kesehatan naik kelas,
kita butuh pemimpin yang bukan hanya bisa bicara tentang “sistem digital”,
tapi tahu caranya membangun sistem yang benar-benar bekerja — untuk masyarakat.





