Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi?
Sudah hampir 1 dekade kita dengar gaung ini.
Rumah sakit mulai pakai SIMRS.
Pemerintah dorong RME dengan standar FHIR/HL7.
Startup health-tech bermunculan.
AI mulai masuk ke layanan kesehatan.
Semua terlihat bergerak.
Tapi kalau jujur?
Pelan. Bahkan cenderung stagnan.
Kita bisa lihat sendiri.
Dulu:
Halodoc, Alodokter — agresif di TV, billboard, campaign besar-besaran.
Sekarang?
Lebih tenang.
Standarisasi RME?
Sempat sangat didorong lewat SATUSEHAT.
Sekarang?
Gaungnya juga mulai redup.
Padahal:
capital keluar,
waktu habis,
tenaga besar.
Tapi ekosistemnya… belum benar-benar jadi.
Ada apa?
Menurut saya, kita sering mulai dari tempat yang salah.
Kita mulai dari:
teknologi.
Padahal seharusnya:
👉 People → Process → Technology
Mari kita lihat realitanya.
Saya pernah datang ke puskesmas.
1 dokter,
melayani lebih dari 50 pasien,
dalam waktu 4 jam.
Tanpa perawat.
Tanpa asisten.
Coba bayangkan:
Di kondisi seperti ini,
mau dikasih sistem secanggih apapun…
apakah langsung jadi lebih baik?
Masalah pertama: People
- tenaga terbatas
- beban kerja tinggi
- mindset belum siap berubah
Dan ini bukan salah individu.
Ini masalah sistemik.
Masalah kedua: Process (Workflow)
Dari daftar → dokter → lab → farmasi
Semuanya saling tergantung.
Dan seringkali:
- antrian panjang
- koordinasi tidak sinkron
- waktu tunggu bisa 3–4 jam
Kalau workflow ini saja belum rapi…
Mau pakai AI,
mau pakai sistem canggih…
hasilnya tetap sama.
Justru yang sering terjadi:
Teknologi masuk ke proses yang belum siap.
Akhirnya?
Bukan mempercepat.
Tapi menambah kompleksitas. Ini kalau buat temen implementor teknologi pasti sering denger celotehan "duh nambah2 kerjaan kami lagi ini"
Padahal kalau dibalik:
- benahi people
- rapikan proses
- ukur TAT (Turnaround Time)
Bahkan tanpa teknologi pun,
layanan sudah bisa jauh lebih baik.
Baru setelah itu teknologi masuk.
Dan di situ baru terasa impact-nya.
Jadi mungkin kita perlu jujur:
Digitalisasi healthcare bukan masalah teknologi.
Tapi masalah:
mindset
kapasitas
dan workflow
Menurut kamu?
Apakah kita terlalu cepat lompat ke teknologi?
Kalau mau ngobrol lebih dalam soal ini,





