Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Satusehat Mandek, Pasien Tetap Screening Ulang

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
satusehat-mandek-pasien-tetap-screening-ulang

Digitalisasi Kesehatan: Masih Jalan di Tempat?

Tahun lalu saya sempat pindah rumah sakit sampai 4 kali.
Setiap pindah, saya harus screening ulang
ulang lagi isi form, ulang lagi cerita riwayat sakit, ulang lagi semua tes yang sama.
Capek? Banget.
Kadang harus bawa map yang isinya surat2 dari rumah sakit sebelumnya, bawa hasil rontgen dan lainnya buat ditunjukin ke dokter.

Yang bikin heran — koq rumah sakit tidak bisa membaca catatan kesehatan saya sebelumnya.
Dokter yang memeriksa saya selalu menganggap saya pasien baru
seolah-olah saya nggak pernah punya riwayat sakit apa pun sebelumnya.

Padahal saya tahu banget —
sejak 2022, Kementerian Kesehatan sudah mewajibkan semua faskes dan layanan kesehatan untuk terintegrasi dengan platform Satusehat
(seperti yang diatur di Permenkes No. 24 Tahun 2022).
Batas awalnya Desember 2023, lalu diperpanjang sampai akhir 2024.
Tapi sampai sekarang?
Interoperabilitas belum berjalan.
Sabar ya, katanya.

Iya, di atas kertas ada data rumah sakit yang sudah terkoneksi atau teregistrasi —
tapi di lapangan?
Belum terasa apa-apa.
Tidak ada yang bergerak. Satusehat-nya seakan-akan mandek di tengah jalan.

Sebagai pemain di healthtech, saya awalnya optimis.
Waktu inisiatif digitalisasi diluncurkan Pak BGS (Budi Gunadi Sadikin),
saya berharap program ini bisa lanjut di periode berikutnya.
Tapi sepertinya berat.
Karena hampir semua stakeholder kesehatan masih belum mau move on.

Selalu saja yang dikedepankan:
“Ini masalah safety.”
“Ini masalah confidentiality.”
“Ini soal kompetensi.”
Padahal semua itu sebenarnya justru semakin menguatkan alasan untuk digitalisasi & interoperabilitas.

Terus gimana dong?
1️⃣ Dorong terus Pak Menteri Kesehatan untuk ambil alih kembali tim akselerasi digitalisasi kesehatan.
Kalau memang Peruri atau ina.digital tidak punya kapasitas, kembalikan ke kementerian yang lebih paham sektor ini.

2️⃣ Kalau Pak Menteri Kesehatan juga tidak punya kapasitas atau bandwidth lagi,
ajak swasta untuk urun rembuk menuntaskan Satusehat yang sudah setengah jalan ini.

3️⃣ Kalau semua gagal?
Ya sudah:
➡️ Sistem feodal, feodal, feodal.
➡️ Kita antri panjang.
➡️ Kita screening ulang terus.
➡️ Harga makin mahal.
➡️ Dan paling penting: jangan pernah sakit.

Kalau kamu punya keresahan yang sama,
atau ingin ngobrol lebih dalam soal digitalisasi kesehatan,
DM saya — kita bikin sarasehan online atau diskusi bareng di https://lnkd.in/gwVDP9rE

Atau gabung ke komunitas Tech Voice Indonesia —
ruang diskusi praktisi yang serius mikirin solusi.
👉 https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius.
Digitalisasi Kesehatan

20 Feb2 mnt

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius.

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius. Februari ini, para tokoh besar AI dunia berkumpul di New Delhi dalam India AI Impact Summit 2026. Nama-namanya bukan main: Sundar Pichai (Google), Sam Altman (OpenAI), Demis…

Healthtech Gagal Saat Literasi Kesehatan Rendah
Digitalisasi Kesehatan

30 Mei2 mnt

Healthtech Gagal Saat Literasi Kesehatan Rendah

Startup Healthtech Gagal Bukan Karena Teknologi. Tapi Karena Masyarakatnya Belum Siap. Saya pernah membangun startup di sektor kesehatan. dan fail. Bukan karena aplikasinya jelek. Bukan karena timnya kurang pintar…

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia
Digitalisasi Kesehatan

3 Nov2 mnt

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia Kalau bicara soal digitalisasi sistem pembayaran, Indonesia ini keren banget. Kita udah bukan sekadar ngomongin QRIS, dompet digital, atau…

Bill Gates Soroti Puskesmas dan Digitalisasi
Digitalisasi Kesehatan

10 Mei2 mnt

Bill Gates Soroti Puskesmas dan Digitalisasi

Bill Gates Datang ke Indonesia. Tapi Ngomongin AI? Enggak. Dia Ngomongin… Puskesmas. Dalam pertemuan besar yang dihadiri presiden, para menteri, dan taipan konglomerat Indonesia — Bill Gates duduk di tengah. Dan…

Margin Apotek Terlihat Besar, Tapi Banyak Boncos
Digitalisasi Kesehatan

14 Agu2 mnt

Margin Apotek Terlihat Besar, Tapi Banyak Boncos

Apotek: Bisnis yang Katanya Menggiurkan, Nyatanya Banyak yang Boncos Dulu, saya pernah tergiur buka apotek. Dari luar, kelihatannya ini bisnis “cuan” gila-gilaan. Margin antara HNA (Harga Nett Apotek) dan HET (Harga…

← Semua tulisan