Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Health-tech Indonesia: Bukan Industri Siap Disrupsi

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Health-tech Indonesia: Bukan Industri Siap Disrupsi

10 Tahun Health-Tech: Kita Harus Jujur, Ini Bukan Disrupsi.

2017–2020, startup kesehatan bermunculan:
Alodokter, Halodoc, KlikDokter, SehatQ, Farmaku, Lifepack, dan lainnya.
Investor pun ramai masuk. Valuasi naik. Pendanaan datang bertubi-tubi.

2020–2023 adalah masa puncak.
Tapi dari puncak itu… kita jatuh.

2024–2025:
Startup kesehatan satu per satu tiarap.
Beberapa pivot ke B2B. Beberapa hibernate.
Beberapa tetap bertahan — tapi dengan energi yang jauh berbeda.

Sekarang kita masuk era baru:
Era AI, era intelligence.

Tapi ironisnya?
Anak-anak muda AI pun banyak yang masuk ke sektor kesehatan — tanpa tahu bahwa
kesehatan di Indonesia belum pernah benar-benar berubah.

Kalau kamu founder AI dan tertarik main ke health-tech,
berhenti dulu sejenak.
Lihat ke belakang. Pelajari kenapa para pendahulu tumbang.

Bukan karena mereka bodoh.
Bukan karena teknologinya lemah.
Tapi karena bukan industri yang siap disrupsi.

Kita akan bahas lebih dalam soal ekosistem dan jalan masuk yang masuk akal di tulisan-tulisan berikutnya — sebagai pelengkap dari refleksi ini.

Kalau kamu pengen tahu lebih detail soal

  • Cara jalur atau membuka jalan ke stakeholder kesehatan,
  • Gimana nyusun go-to-market health-tech yang realistis,
  • Apa yang perlu dihindari dari pengalaman para pendahulu...

➡️ Follow atau connect aja dulu.
Nanti akan saya share insight-insight berikutnya di sini.

📩 Atau kalau pengen diskusi lebih cepat, bisa langsung DM

🟡 Gabung juga komunitas Tech Voice Indonesia

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

SATUSEHAT dan Kekacauan Sistem di Puskesmas
Digitalisasi Kesehatan

16 Mei2 mnt

SATUSEHAT dan Kekacauan Sistem di Puskesmas

Digitalisasi Puskesmas: Kalau Semua Jalan Sendiri, Nakes & Pasien yang Kelelep. Waktu COVID-19 menghantam, kita sadar betapa lemahnya data kita. Puskesmas — garda terdepan kesehatan — justru minim sistem informasi yang…

Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa.
Digitalisasi Kesehatan

17 Apr2 mnt

Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa.

Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa. Banyak yang bilang Indonesia cuma jadi market AI. Menurut saya, masalahnya lebih dalam dari itu. Kita bukan hanya pengguna. Kita ikut menciptakan value. Tapi…

satusehat-mandek-pasien-tetap-screening-ulang
Digitalisasi Kesehatan

2 Jun2 mnt

Satusehat Mandek, Pasien Tetap Screening Ulang

Digitalisasi Kesehatan: Masih Jalan di Tempat? Tahun lalu saya sempat pindah rumah sakit sampai 4 kali. Setiap pindah, saya harus screening ulang — ulang lagi isi form, ulang lagi cerita riwayat sakit, ulang lagi semua…

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi
Digitalisasi Kesehatan

22 Jun2 mnt

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi

Data Punya Rakyat. Tapi Tersandera Vendor. Saya baru saja diskusi dengan teman-teman dari Kementerian Kesehatan dan Bappenas. Kami sepakat: Lebih dari 1 dekade ini, kita latah bikin proyek digital — tapi hasilnya?…

BPJS, Rumah Sakit, dan Kekacauan Integrasi Data
Digitalisasi Kesehatan

19 Jul2 mnt

BPJS, Rumah Sakit, dan Kekacauan Integrasi Data

BPJS Kesehatan vs Rumah Sakit. Atau mungkin… vs Everybody? Saya sering lihat di sosial media: Pasien BPJS marah-marah ke petugas rumah sakit. Padahal yang dimarahi cuma menjalankan sistem. Tapi akarnya lebih dalam dari…

← Semua tulisan