Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa.

Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa.

Banyak yang bilang Indonesia cuma jadi market AI.

Menurut saya, masalahnya lebih dalam dari itu.
Kita bukan hanya pengguna.
Kita ikut menciptakan value.

Tapi value itu... bukan milik kita.

Lihat gambaran besar di Asia Tenggara.
Total sekitar $55 miliar investasi AI sudah dikomit.

  • Singapore pegang aturan, standar, dan governance.
  • Malaysia bangun infrastruktur—data center, R&D.
  • Vietnam kuat di manufacturing dan talent pipeline.

Indonesia?

Sekitar $7.4 miliar.

Dan sebagian besar masih di posisi sebagai pengguna.

Padahal kita:

  • ekonomi terbesar di region
  • populasi hampir 280 juta
  • aktivitas digital sangat tinggi

Harusnya kita bisa lebih dari sekadar “pakai”.

Tapi yang terjadi justru ini:

  • kita bayar subscription
  • kita kirim data
  • kita latih model global
  • kita tidak punya ownership

Setiap kali kita pakai AI tools dari luar, sebenarnya ada aliran value yang keluar.

Data kita diproses di platform mereka.
Model mereka makin pintar.
Ketergantungan kita makin dalam.
Tanpa terasa, kita sedang membangun sistem… yang bukan milik kita. :(

Banyak perusahaan merasa sudah “AI-ready”.

Padahal realitanya:
AI baru dipakai di permukaan.
Belum masuk ke core operation.
Belum jadi keunggulan yang sulit ditiru.

Ada satu data yang cukup penting:

81% perusahaan di Indonesia bilang kualitas data adalah hambatan terbesar

Ini bukan masalah teknologi.
Ini masalah mindset.
Data belum dianggap sebagai aset utama.

Kita juga sering bangga dengan jumlah IT talent.
Sekitar 600 ribu profesional.

Tapi yang benar-benar bisa membangun AI sebagai capability inti?
Masih sangat terbatas.

Akhirnya yang terjadi:
kita investasi AI,
tapi tidak punya apa-apa.

Kita improve proses,
tapi tidak punya keunggulan jangka panjang.

Jadi masalah kita bukan di adopsi.
Adopsi sudah mulai terjadi.

Masalah utamanya:
ownership.

Kita tidak harus bikin model seperti OpenAI.
Tapi minimal kita harus punya:

  • data yang rapi
  • proses yang kita kontrol
  • sistem yang terus belajar untuk kita

Sebelum bicara lebih jauh tentang AI,
mungkin pertanyaan yang lebih penting adalah:
dari semua yang kita pakai hari ini,
apa yang benar-benar jadi milik kita?


🟡 Kalau kamu lagi explore AI—terutama untuk use case spesifik, apalagi di sektor kesehatan—ini area yang menarik banget untuk dibangun dengan benar dari awal.

Kalau mau diskusi lebih dalam, DM saja.

*data referensi dari AISensum

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Beberapa hari lalu, saya ada di satu group chat kecil.
Digitalisasi Kesehatan

15 Des2 mnt

Beberapa hari lalu, saya ada di satu group chat kecil.

Beberapa hari lalu, saya ada di satu group chat kecil. Isinya founder-fouder yang lagi niat bangun startup—kebetulan di sektor kesehatan. Obrolannya singkat. Tapi cukup bikin dada agak sesak. Investor : "Indonesia saat…

Sebelum tanya:
Digitalisasi Kesehatan

16 Mei2 mnt

Sebelum tanya:

Sebelum tanya: “bagaimana cara mulai pakai AI di perusahaan kita?” ada dua pertanyaan yang menurut saya jauh lebih penting. Dan jujur, banyak organisasi belum siap menjawabnya. Saya sudah lebih dari 20 tahun masuk ke…

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi
Digitalisasi Kesehatan

13 Jan2 mnt

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi Beberapa waktu lalu saya hadir di sidang terbuka promosi doktoral (S3) di Fakultas Hukum UI. Yang menarik, bukan cuma karena lokasinya—tapi…

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal?
Digitalisasi Kesehatan

13 Apr2 mnt

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal?

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal? Bukan karena budget. Bukan karena teknologi. Tapi karena mindset dan execution yang belum siap. Beberapa waktu lalu saya coba langsung layanan kesehatan dasar…

Ekosistem Inovasi Kesehatan Gagal, Mulai dari Mana
Digitalisasi Kesehatan

15 Jun2 mnt

Ekosistem Inovasi Kesehatan Gagal, Mulai dari Mana

80 Tahun Gagal Bangun Ekosistem Kesehatan? Ya Salah Menteri. Iya. Ini semua salah Pak Menteri Kesehatan. Beliau yang harusnya: Sinkronkan seluruh Dinas Kesehatan di daerah Samakan visi BPJS, asuransi swasta, dan rumah…

← Semua tulisan