Sebelum tanya:
“bagaimana cara mulai pakai AI di perusahaan kita?”
ada dua pertanyaan yang menurut saya jauh lebih penting.
Dan jujur, banyak organisasi belum siap menjawabnya.
Saya sudah lebih dari 20 tahun masuk ke berbagai sistem IT:
rumah sakit, manufaktur, logistik, retail, sampai layanan publik.
Dan pola yang saya lihat hampir selalu sama.
Orang ingin bicara AI duluan.
Padahal fondasinya belum beres.
Pertanyaan pertama:
apakah sistem IT yang ada sekarang sudah benar-benar menunjang bisnis?
Kalau masih:
- sering error
- lambat
- vendor dipanggil terus
- workflow banyak bypass manual
itu bukan masalah teknis biasa.
Biasanya sistemnya sudah outgrow capacity-nya.
Dan sering kali tidak ada yang berani bilang:
“ini sebenarnya harus dibangun ulang.”
Lalu pertanyaan kedua:
data yang sudah bertahun-tahun terkumpul itu… sebenarnya dipakai untuk apa?
Karena banyak organisasi merasa:
“kami sudah punya data.”
Padahal datanya cuma jadi arsip.
Transaksi masuk.
Laporan tercetak.
Dashboard jalan.
Tapi tidak ada yang benar-benar membaca polanya.
- kapan bottleneck paling sering terjadi?
- customer mana yang paling sering complain?
- produk apa yang selalu habis di waktu tertentu?
- unit mana yang paling tidak efisien?
Kalau pertanyaan seperti ini belum bisa dijawab dari sistem yang ada,
berarti datanya belum jadi aset.
Masih sekadar tumpukan histori.
Dan menurut saya,
di sinilah banyak implementasi AI akhirnya gagal.
Karena AI datang di atas:
- sistem yang belum sehat
- data yang belum rapi
- workflow yang masih chaos
Akhirnya AI cuma jadi:
fitur tambahan,
presentasi direksi,
atau sekadar gimmick digitalisasi.
Padahal kalau fondasinya sudah matang,
AI itu justru jadi sangat powerful.
Karena dia tinggal mempercepat organisasi yang memang sudah terbiasa:
membaca data,
melihat pola,
dan mengambil keputusan berbasis insight.
Jadi menurut saya,
ini bukan soal teknologinya.
Ini soal urutannya.
Kalau mau ngobrol soal:
- audit sistem IT
- kesiapan data
- digitalisasi
- AI adoption
- atau roadmap transformasi organisasi
DM saja atau mampir:
Dan kalau mau ikut diskusi soal AI & future of work:





