Kenapa Kalau Bicara Reformasi Kesehatan, Reaksinya Selalu Seheboh Ini?
Sudah berkali-kali saya tulis:
Ekosistem kesehatan kita itu tertutup.
Terlalu banyak keputusan penting — diatur oleh segelintir elite yang tidak pernah terbuka pada dialog luar.
Saya tidak bicara teori.
Saya mengalami langsung.
Sebagai pasien, saya pernah merasa frustrasi:
- antrean panjang,
- sistem rujukan yang muter-muter,
- dan kadang dokter yang tidak melihat pasien sebagai manusia, tapi sebagai “prosedur”.
Sebagai pelaku industri healthtech, lebih sulit lagi:
- sulit menjalin kolaborasi,
- minim akses terbuka,
- dan selalu ada tembok tak kasat mata yang membatasi.
Makanya ketika Menteri Kesehatan bukan dari kalangan dokter, saya jujur punya harapan besar.
Pak Budi Gunadi Sadikin (BGS) membawa visi besar:
Akses kesehatan yang lebih merata. Lebih manusiawi.
Tapi apa yang terjadi?
Ketika beliau menyentuh akar masalahnya — kekuasaan kolegium dan eksklusivitas tindakan medis,
langsung muncul reaksi keras dari:
- FK UI
- FK Unpad
- FK Unsri dan lainnya...
Tanpa bahas ide, tanpa bahas fakta.
Yang diserang? Orangnya.
Diminta diganti.
Kenapa?
Karena sistem lama ini dijaga kuat oleh asosiasi dan kekuasaan internal.
Ada senioritas, feodalisme, bahkan intrik antar-profesi.
Yang jadi korban?
Pasien.
Dokter muda.
Daerah tanpa spesialis.
Kematian dokter PPDS jadi titik ledak.
Tapi masalah ini sudah lama.
Sudah bertahun-tahun kita diam.
Saya tulis ini bukan untuk menyerang profesi dokter.
Tapi justru untuk menyuarakan harapan:
Bahwa profesi ini harus dibebaskan dari kungkungan sistem yang feodal dan tidak manusiawi.
Agar empati bisa tumbuh.
Agar pendidikan dokter bukan jadi alat seleksi kekuasaan, tapi ladang tumbuhnya harapan.
Karena seorang pasien tidak butuh gelar.
Pasien hanya butuh rasa sembuh dan rasa dimanusiakan.
Perubahan memang tidak nyaman.
Tapi sampai kapan kita mau terus bertahan dengan sistem yang sudah terlalu nyaman buat segelintir orang —
dan menyakitkan untuk begitu banyak yang lain?
—
Kalau kamu dokter muda, pasien, tenaga kesehatan, pelaku healthtech, atau siapa pun yang peduli dengan sistem kesehatan kita,
yuk kita duduk bareng, ngobrol, dan suarakan keresahan bersama.
📩 Join Tech Voice Indonesia
📬 Atau DM saya langsung,





