Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Belajar dari Android untuk Buka Ekosistem Kesehatan

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Belajar dari Android untuk Buka Ekosistem Kesehatan

Kalau industri keuangan bisa terbuka lewat QRIS,
kenapa industri kesehatan masih bertahan dengan tembok tinggi?

Yuk saya ajak mundur sebentar — ke tahun 2005.

Saat itu Google baru saja membeli teknologi bernama Android.
Apple sedang bersiap meluncurkan iPhone.
Perang besar di industri mobile sedang di depan mata.

Google sadar:
Kalau mau bersaing dengan Apple yang tertutup dan eksklusif,
mereka harus main dengan cara berbeda.

Jadi apa yang mereka lakukan?

Mereka membentuk OHA — Open Handset Alliance — tahun 2007.
Bukan sendiri. Tapi bareng-bareng.
HTC, Motorola, Samsung, LG, Sony, Intel, Qualcomm, T-Mobile… semua gabung.
Tujuannya sederhana:

  • Membangun open standard
  • Memungkinkan siapa pun bikin produk di atas platform Android
  • Bersaing secara sehat dan cepat di level global

Hasilnya?

📈 Android jadi OS nomor satu dunia.
📈 Samsung bangkit dari krisis TV jadi raja ponsel.
📈 Vendor chip, LCD, dan komponen manufaktur ikut panen besar-besaran.
📈 Google sendiri akhirnya menguasai sebagian besar device mobile dunia — bukan karena eksklusifitas, tapi karena membuka diri.

Semua ini terjadi karena satu kata:
Keterbukaan.


Sekarang bayangkan…
Kalau mindset seperti ini diadopsi oleh industri kesehatan kita?

Bayangkan rumah sakit saling berbagi medical record.
Bayangkan klinik-klinik bisa terhubung ke platform manapun.
Bayangkan apotek, dokter, laboratorium tidak harus dikunci satu tempat.

Bayangkan berapa banyak inovasi bisa tumbuh di atas open ecosystem.
Bayangkan berapa banyak nyawa bisa tertolong lebih cepat.
Ekosistem terbentuk kearah positif dan akan membuka hal-hal baru buat pemain industri kesehatan.

Tapi selama kita tetap main sendiri-sendiri,
dijaga asosiasi yang eksklusif,
dan inovasi dilihat sebagai ancaman,
ya kita akan jalan di tempatterus dan terus.

Jadi… buat para pemilik rumah sakit, asosiasi, dan pemangku kebijakan:
sudah saatnya “membuka pintu.”
Karena keterbukaan adalah kompas untuk tumbuh — bersama.

📩 Mau ngobrol atau kolaborasi soal digitalisasi industri regulated seperti ini?  
→ https://lnkd.in/gwVDP9rE

🟡 Join komunitas Tech Voice Indonesia – ruang diskusi untuk pelaku tech & inovator.  
→ https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Hackathon AI Kemenkes-BPJS: Nafas Segar Healthtech
Digitalisasi Kesehatan

17 Okt2 mnt

Hackathon AI Kemenkes-BPJS: Nafas Segar Healthtech

Banyak orang bilang, dunia kesehatan Indonesia itu “tertutup”. Birokratis. Hierarkis. Penuh gerbang yang dijaga kepentingan. Tapi hari ini… saya melihat harapan kecil menyala. Bukan dari rapat atau konferensi —…

Sekarang kita mulai ribut lagi soal DESIL.
Digitalisasi Kesehatan

15 Agu2 mnt

Sekarang kita mulai ribut lagi soal DESIL.

Sekarang kita mulai ribut lagi soal DESIL. Beberapa hari ini timeline ramai. Orang mulai sibuk mencari tahu: "Gue masuk desil berapa?" Pemicu utamanya karena wacana pembatasan Pertalite untuk kelompok desil 9–10…

Kenapa Klaim Asuransi Kesehatan Masih Lambat
Digitalisasi Kesehatan

6 Mei2 mnt

Kenapa Klaim Asuransi Kesehatan Masih Lambat

Asuransi Kesehatan: Kenapa Masih Seribet Ini? Punya asuransi kesehatan harusnya bikin tenang. Tapi coba deh tanya mereka yang pernah rawat inap dan harus operasi… Approval bisa 3 hari. Keluar rumah sakit? Tunggu dulu, 6…

Digitalisasi Rumah Sakit
Digitalisasi Kesehatan

10 Feb2 mnt

Digitalisasi RS: Pasien Sehat atau Tambah Pusing?

Digitalisasi Rumah Sakit = Pasien Lebih Sehat atau Lebih Pusing? Pengalaman ke Rumah Sakit: Capek Sebelum Berobat! Siapa yang kalau dengar kata "rumah sakit" langsung kebayang antrian panjang, sistem berantakan, dan…

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal?
Digitalisasi Kesehatan

13 Apr2 mnt

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal?

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal? Bukan karena budget. Bukan karena teknologi. Tapi karena mindset dan execution yang belum siap. Beberapa waktu lalu saya coba langsung layanan kesehatan dasar…

← Semua tulisan