Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Hackathon AI Kemenkes-BPJS: Nafas Segar Healthtech

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Hackathon AI Kemenkes-BPJS: Nafas Segar Healthtech

Banyak orang bilang, dunia kesehatan Indonesia itu “tertutup”.
Birokratis. Hierarkis. Penuh gerbang yang dijaga kepentingan.

Tapi hari ini… saya melihat harapan kecil menyala.
Bukan dari rapat atau konferensi —
melainkan dari anak-anak muda yang datang membawa laptop… ikut hackathon.

Dua institusi besar — Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan — kini membuka pintu bagi inovator melalui Hackathon AI 2025.
Ini bukan sekadar lomba.
Ini sinyal bahwa sistem mulai mau mendengar suara teknologi.

Salah satu momen penting di pembukaan Hackathon AI Kemenkes yang dibuka Wakil Menteri Prof. Dante, adalah ketika beliau berkata:

Kami membangun masa depan kesehatan berbasis AIdari chest X-ray untuk TBC, brain CT scan untuk stroke, chatbot diabetes, hingga AI-based call center yang memangkas waktu tunggu pasien 70%.”

Kalimat ini penting. Karena jarang saya mendengar pejabat bicara dengan sudut pandang yang benar: patient-oriented, bukan sekadar proyek-oriented.

Masalahnya, kita yang pernah membangun atau mencoba masuk ke layanan kesehatan, tahu betul:
Banyak inovasi mati bukan karena teknologinya buruktetapi karena mentalitaswani piroterlalu kuat.

Rumah sakit dikejar BEP dan ROI.
Startup healthtech dikejar regulator dan asosiasi.
AI dibilang keren… tapi tidak masuk prioritas.

Dan di sinilah hackathon seperti ini menjadi nafas segar.
Tempat anak-anak tech boleh bermimpi tanpa harus izin ke “ruang direktur”.

Untuk teman-teman developer, data scientist, AI engineer, atau siapapun yang ingin memperbaiki sistem kesehatan —
jangan berhenti.
Teruslah muncul. Teruslah terdengar.
Kalau pintu utama tertutup, masuklah lewat kompetisi, komunitas, demo-day, atau hackathon seperti ini.

Karena perubahan besar
sering dimulai dari ruang kecil yang dipenuhi orang-orang keras kepala.

Masih ada waktu untuk ikut BPJS Healthkathon 2025
Kalau kamu punya ide atau prototype yang bisa bantu pasien, ini panggungmu:
🔗 https://lnkd.in/g3eqguch

Kalau kamu ingin diskusi soal healthtech, AI di kesehatan, atau ingin masuk ke ekosistem ini tapi bingung jalannya:

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa.
Digitalisasi Kesehatan

17 Apr2 mnt

Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa.

Kita Bukan Cuma Market AI. Tapi Kita Tidak Punya Apa-Apa. Banyak yang bilang Indonesia cuma jadi market AI. Menurut saya, masalahnya lebih dalam dari itu. Kita bukan hanya pengguna. Kita ikut menciptakan value. Tapi…

Birokrasi dan Mindset Hambat Startup Health-Tech
Digitalisasi Kesehatan

3 Okt2 mnt

Birokrasi dan Mindset Hambat Startup Health-Tech

Kenapa Startup Health-Tech Susah Survive di Indonesia? Lihatlah teknologi yang lagi digarap di luar sana: Alat deteksi hipertensi berbasis AI, bisa melacak akar masalah sampai tuntas. Device dan software untuk HIV…

Purbaya Effect dan Sorotan IT di BPJS Kesehatan
Digitalisasi Kesehatan

25 Okt2 mnt

Purbaya Effect dan Sorotan IT di BPJS Kesehatan

Purbaya Effect”: Ketika Chief Finance Kita Ngulik Divisi IT BPJS Kesehatan Belakangan ini istilah “Purbaya Effect” makin sering terdengar — karena setiap kali beliau bicara, selalu ada yang “bergetar”. Dari efisiensi…

Belajar dari Android untuk Buka Ekosistem Kesehatan
Digitalisasi Kesehatan

3 Mei2 mnt

Belajar dari Android untuk Buka Ekosistem Kesehatan

Kalau industri keuangan bisa terbuka lewat QRIS, kenapa industri kesehatan masih bertahan dengan tembok tinggi? Yuk saya ajak mundur sebentar — ke tahun 2005. Saat itu Google baru saja membeli teknologi bernama Android…

AdMedika Dijual dan Rumitnya Sistem TPA Asuransi
Digitalisasi Kesehatan

6 Jun2 mnt

AdMedika Dijual dan Rumitnya Sistem TPA Asuransi

AdMedika Dijual? TPA Itu Sebenarnya Apa Sih? Bloomberg sempat rilis kabar panas: Telkom katanya mau jual AdMedika senilai USD 100 juta (Rp1,6 triliun). Sebagai orang yang pernah bikin healthtech, saya langsung mikir…

← Semua tulisan