Purbaya Effect”: Ketika Chief Finance Kita Ngulik Divisi IT BPJS Kesehatan
Belakangan ini istilah “Purbaya Effect” makin sering terdengar —
karena setiap kali beliau bicara, selalu ada yang “bergetar”.
Dari efisiensi BUMN, pengendalian APBN, sampai yang terbaru:
BPJS Kesehatan.
Ya, sang chief finance Indonesia ini baru saja menyoroti kinerja BPJS,
terutama soal program pemutihan iuran macet dengan anggaran Rp20 triliun.
Dan seperti biasa, beliau tak segan menembak langsung bagian yang dianggap lemah.
Yang menarik, kali ini bukan soal anggaran atau kebijakan.
Tapi justru tentang… divisi IT.
Kata beliau:
“Mereka punya 200 orang yang kerja di IT. Itu sudah perusahaan IT sendiri.
Gede banget.
Ya udah, elu bikin lebih optimal. Integrasikan seluruh IT di Indonesia,
dan pakai AI supaya klaim yang tidak jelas bisa langsung terdeteksi.”
Kalimat sederhana, tapi di baliknya banyak banget yang bisa kita bedah.
Jadi, yuk kita kulik satu per satu.
1. 200 Orang di Divisi IT? Kenapa Bisa Sebanyak Itu?
Jawaban paling jujur:
karena banyak maunya.
2. Bos IT yang “Kurang Fight”
Banyak IT manager yang tahu apa yang benar,
tapi akhirnya kalah sama budaya ABS — Asal Bapak Senang.
Butuh yang berani bilang “nggak perlu, Pak.”
3. Interoperabilitas yang Nggak Pernah Nyata
BPJS udah lama teriak soal integrasi lintas sistem kesehatan nasional.
Lintas kementerian nggak sinkron, semua punya kepentingan.
Sistem bisa ngobrol, tapi pimpinan-pimpinannya nggak bisa duduk bareng.
Hasilnya? Jalan di tempat.
4. AI — Lagi-Lagi Jadi Mantra
Pak Purbaya bilang, “pakai AI biar klaim fraud langsung kelihatan.”
Bener banget.
Dan lucunya, solusi itu udah ada. Cuman ga tau seperti melempem ga keliatan.
Sekarang **BPJS Kesehatan lagi cari pimpinan baru** —
Direksi, Dewas, termasuk **Direktur IT**.
Dan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tapi peluang penyegaran total.
Kalau memang mau berubah, ya sudah waktunya yang lama istirahat dulu.
Kasih ruang buat pemimpin baru yang melek teknologi, berani melawan budaya ABS, dan ngerti kalau kesehatan publik bukan urusan ego korporat — tapi soal data, kolaborasi, dan integritas.
Mumpung masa seleksi masih berjalan,
saya ingin ajak teman-teman di sini:
apa masukan kalian untuk BPJS Kesehatan?
Silakan tulis di kolom komentar, atau kalau sensitif — DM saya.
Beberapa masukan akan saya bantu teruskan ke orang-orang yang terlibat langsung dalam proses ini.
Biar kali ini, suara kita benar-benar didengar.☝️





