Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Purbaya Effect dan Sorotan IT di BPJS Kesehatan

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Purbaya Effect dan Sorotan IT di BPJS Kesehatan

Purbaya Effect”: Ketika Chief Finance Kita Ngulik Divisi IT BPJS Kesehatan

Belakangan ini istilah “Purbaya Effect” makin sering terdengar —
karena setiap kali beliau bicara, selalu ada yang “bergetar”.
Dari efisiensi BUMN, pengendalian APBN, sampai yang terbaru:
BPJS Kesehatan.

Ya, sang chief finance Indonesia ini baru saja menyoroti kinerja BPJS,
terutama soal program pemutihan iuran macet dengan anggaran Rp20 triliun.
Dan seperti biasa, beliau tak segan menembak langsung bagian yang dianggap lemah.

Yang menarik, kali ini bukan soal anggaran atau kebijakan.
Tapi justru tentang… divisi IT.

Kata beliau:

Mereka punya 200 orang yang kerja di IT. Itu sudah perusahaan IT sendiri.
Gede banget.
Ya udah, elu bikin lebih optimal. Integrasikan seluruh IT di Indonesia,
dan pakai AI supaya klaim yang tidak jelas bisa langsung terdeteksi.”

Kalimat sederhana, tapi di baliknya banyak banget yang bisa kita bedah.
Jadi, yuk kita kulik satu per satu.

1. 200 Orang di Divisi IT? Kenapa Bisa Sebanyak Itu?
Jawaban paling jujur:
karena banyak maunya.

2. Bos IT yangKurang Fight
Banyak IT manager yang tahu apa yang benar,
tapi akhirnya kalah sama budaya ABSAsal Bapak Senang.
Butuh yang berani bilang “nggak perlu, Pak.”

3. Interoperabilitas yang Nggak Pernah Nyata
BPJS udah lama teriak soal integrasi lintas sistem kesehatan nasional.
Lintas kementerian nggak sinkron, semua punya kepentingan.
Sistem bisa ngobrol, tapi pimpinan-pimpinannya nggak bisa duduk bareng.
Hasilnya? Jalan di tempat.

4. AILagi-Lagi Jadi Mantra
Pak Purbaya bilang, “pakai AI biar klaim fraud langsung kelihatan.”
Bener banget.
Dan lucunya, solusi itu udah ada. Cuman ga tau seperti melempem ga keliatan.

Sekarang **BPJS Kesehatan lagi cari pimpinan baru** —  
Direksi, Dewas, termasuk **Direktur IT**.  
Dan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tapi peluang penyegaran total.

Kalau memang mau berubah, ya sudah waktunya yang lama istirahat dulu.  
Kasih ruang buat pemimpin baru yang melek teknologi, berani melawan budaya ABS, dan ngerti kalau kesehatan publik bukan urusan ego korporat — tapi soal data, kolaborasi, dan integritas.

Mumpung masa seleksi masih berjalan,  
saya ingin ajak teman-teman di sini:  
apa masukan kalian untuk BPJS Kesehatan?  
Silakan tulis di kolom komentar, atau kalau sensitif — DM saya.

Beberapa masukan akan saya bantu teruskan ke orang-orang yang terlibat langsung dalam proses ini.  
Biar kali ini, suara kita benar-benar didengar.☝️

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Rekam Medis Hak Pasien dan Silo Rumah Sakit
Digitalisasi Kesehatan

21 Jun2 mnt

Rekam Medis Hak Pasien dan Silo Rumah Sakit

Rekam Medis Itu Milik Pasien. Bukan Milik Rumah Sakit. Pernah ngalamin ini? Saya, pribadi. Dalam beberapa bulan terakhir pindah ke 3 rumah sakit berbeda. Setiap pindah? Bawa hasil lab sendiri. Bawa rontgen. Bawa hasil…

Menelusuri Rantai Kesehatan dan PR Data Bersama
Digitalisasi Kesehatan

24 Agu2 mnt

Menelusuri Rantai Kesehatan dan PR Data Bersama

Sepenggal Cerita Dunia Kesehatan Hampir 1 tahun terakhir saya berjalan, bertemu, dan ngobrol dengan sebagian besar pelaku industri kesehatan — dari hulu sampai hilir. 1. Pharma (pabrikan obat) Baik lokal (PMDN) dan…

Ini salah satu perubahan terbesar di dunia kesehatan Indonesia.
Digitalisasi Kesehatan

4 Agu2 mnt

Ini salah satu perubahan terbesar di dunia kesehatan Indonesia.

Ini salah satu perubahan terbesar di dunia kesehatan Indonesia. Dan menurut saya... Masih banyak yang belum sadar. Selama ini rumah sakit dinilai dari banyak hal. Dokumen. SOP. Administrasi. Akreditasi. Tapi pelan-pelan…

Birru: Startup Terapi Wicara yang Sustainable
Digitalisasi Kesehatan

8 Sep2 mnt

Birru: Startup Terapi Wicara yang Sustainable

Ketika Startup Bukan Sekadar Valuasi, Tapi Benar-Benar Memberi Dampak Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk mentoring salah satu bisnis anak muda Indonesia yang ikut program akselerasi ASEAN SEDP 4.0…

BPJS Pegang Data JKN, Tapi Tak Pimpin Standar RME
Digitalisasi Kesehatan

15 Mei2 mnt

BPJS Pegang Data JKN, Tapi Tak Pimpin Standar RME

BPJS Punya Data Terbanyak, Tapi Kenapa Bukan Mereka yang Buat Standar RME? Kemarin saya ngobrol dengan beberapa teman yang pernah terlibat langsung dalam proses digitalisasi sistem kesehatan nasional. Obrolannya…

← Semua tulisan