Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

BPJS Pegang Data JKN, Tapi Tak Pimpin Standar RME

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
BPJS Pegang Data JKN, Tapi Tak Pimpin Standar RME

BPJS Punya Data Terbanyak,
Tapi Kenapa Bukan Mereka yang Buat Standar RME?

Kemarin saya ngobrol dengan beberapa teman yang pernah terlibat langsung dalam proses digitalisasi sistem kesehatan nasional.
Obrolannya menyisakan banyak pertanyaan yang… jujur saja, agak bikin geleng-geleng.

Karena kalau kita bicara soal digitalisasi rekam medis di Indonesia (RME), satu hal jadi jelas:

Sebenarnya data paling lengkap justru sudah dimiliki BPJS Kesehatan.
Tapi sampai sekarang, mereka tidak pernah jadi ujung tombak transformasi digitalnya.

Mari kita telusuri sedikit:
1. BPJS Sudah Lama Punya Data Kesehatan
Setiap klaim pasien ke BPJS selalu mengandung elemen diagnosis, tindakan, dan terapi.
Data ini luar biasa besar. Per Maret 2025:
Total peserta JKN = 279 juta jiwa (98% populasi Indonesia).

Tapi sayangnya…
Data itu cuma jadi arsip administratif klaim.
Bukan data klinis aktif yang bisa dipakai lintas rumah sakit atau klinik.

2. DTO Baru Hadir Setelah COVID
DTO (Digital Transformation Office) baru dibentuk pasca pandemi.
Mereka sempat membuat standar RME berbasis FHIR. Tapi terlambat.
Dan yg lebih penting — mereka tidak punya otoritas penuh.
BPJS nggak wajib ikut, karena bukan di bawah Kemenkes.

3. BPJS Justru Merasa Terancam
Karena merekalah pemilik data terbesar,
inisiatif Kemenkes lewat DTO dianggap “mengganggu wilayah kekuasaan.”
Timbul gesekan: siapa seharusnya memimpin data kesehatan nasional?

4. Kenapa Tidak dari Dulu?
Karena tidak ada yang memaksa.
Klaim bisa manual. Audit tetap jalan.
Semua nyaman di status quo.

5. Kenapa Masih Berat Berubah?

  • Klaim manual = pekerjaan ribuan orang
  • Otomatisasi = resistensi internal
  • Belum ada sistem insentif buat RS, BPJS, atau TPA
  • Belum ada pendanaan nasional jangka panjang untuk integrasi data

Jadi pertanyaannya penting utk kita ajukan:
Kalau BPJS punya data pasien terbanyak...
kenapa bukan mereka yang memimpin sistem rekam medis nasional?

Apakah ini soal kekuasaan data?
Atau soal siapa yang dianggap “punya wewenang”?

Apapun jawabannya, satu hal pasti:
Selama lembaga-lembaga besar ini gak ngobrol serius,
yang akan dirugikan tetap masyarakat.

Kalau kamu pernah berhadapan dengan sistem BPJS,
atau kamu bekerja di rumah sakit, insurance, atau healthtech,
dan merasakan betapa rumitnya koordinasi data kesehatan…

Yuk ngobrol.
Saya terbuka diskusi tentang ini — siapa tahu ada solusi yang bisa kita pikirkan bareng.

ps: thanks for the time mas Agus Rachmanto, mas Reza Pramono dan mas Abi Dwiaji Wicahyo

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi
Digitalisasi Kesehatan

13 Jan2 mnt

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi Beberapa waktu lalu saya hadir di sidang terbuka promosi doktoral (S3) di Fakultas Hukum UI. Yang menarik, bukan cuma karena lokasinya—tapi…

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional
Digitalisasi Kesehatan

19 Mei2 mnt

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional

Tau nggak sih, selama puluhan tahun kita… nggak punya standar kode obat nasional? Yes, benar. Obat-obatan di Indonesia selama ini pakai kode masing-masing. Perusahaan farmasi bikin kode sendiri Distributor bikin versi…

Kenapa Banyak Pasien RI Berobat ke Penang?
Digitalisasi Kesehatan

10 Jun2 mnt

Kenapa Banyak Pasien RI Berobat ke Penang?

Tantowi Yahya, mantan Dubes RI di berbagai negara, baru-baru ini share pengalaman medical check-up di Penang. Beliau cerita, 80% pasien di Penang ternyata dari Indonesia. Kenapa bisa begini? Kenapa orang Indonesia lebih…

Smart Claim BPJS dan Turunnya Dispute Klaim RS
Digitalisasi Kesehatan

5 Jun2 mnt

Smart Claim BPJS dan Turunnya Dispute Klaim RS

Smart Claim BPJS: Biang Kerok Pelayanan Buruk, Akhirnya Dibenerin Juga? Kemarin saya ketemu vendor software SIM-RS (Sistem Informasi Rumah Sakit) yang cerita pengalaman mereka soal implementasi Smart Claim BPJS. Ini…

Startup Kesehatan Laki-Laki & Perempuan: Ternyata yang Niche Justru Bertahan
Digitalisasi Kesehatan

12 Feb2 mnt

Startup Kesehatan Laki-Laki & Perempuan: Ternyata yang Niche Justru Bertahan

Startup Kesehatan Laki-Laki & Perempuan: Ternyata yang Niche Justru Bertahan Sekitar 2019, waktu kami membangun startup kesehatan, saya sempat melirik model di US: Hims & Hers Health, Inc.. Waktu itu menurut banyak…

← Semua tulisan