Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi
Beberapa waktu lalu saya hadir di sidang terbuka promosi doktoral (S3) di Fakultas Hukum UI.
Yang menarik, bukan cuma karena lokasinya—tapi karena isi disertasinya.
Judulnya:
“Equilibrium Hukum Kesehatan dan Inovasi Digital: Studi tentang Regulatory Sandbox.”
Sidang ini melibatkan bukan hanya Guru Besar Hukum, tapi juga dari Fakultas Ilmu Komputer UI.
Kenapa? Karena topiknya memang di persimpangan: hukum, teknologi, dan kesehatan.
Penulis disertasi—teman saya—memang sering mengajak diskusi soal healthtech.
Bukan di awang-awang. Tapi dari lapangan:
- faskes
- dokter & apotek
- regulator (Kemenkes, Dinkes, BPJS-K, BPOM)
- sampai startup digital kesehatan
Dan satu konsep besar yang dibedah: regulatory sandbox.
Saya pribadi punya pengalaman langsung masuk regulatory sandbox Kementerian Kesehatan, saat startup saya dulu menjalankan layanan telekonsultasi.
Secara konsep?
Bagus. Bahkan ideal.
Sandbox dimaksudkan sebagai ruang aman:
- pilot project
- uji integrasi
- diskusi mendalam sebelum adopsi luas
Masalahnya ada di praktik.
Yang terjadi di lapangan:
- Lebih banyak administrasi
- Lebih sedikit ruang eksperimen
- Kecepatan startup ketemu tempo birokrasi
Padahal startup itu hidup dari speed,
sementara sandbox kita sering terasa seperti ruang tunggu.
Ini juga yang disorot para profesor di sidang:
konsepnya ideal, tapi dalam praktik—tarik-menarik kepentingan membuat sandbox sering ingin “dibypass”.
Yang ironis, istilah sandbox sendiri berasal dari dunia IT.
Di tech, sandbox itu jelas:
- development
- staging
- testing
- production
- sandbox → ruang uji cepat, aman, fleksibel
Ketika konsep ini dibawa ke dunia hukum dan regulasi, semangatnya seharusnya sama:
cepat belajar, cepat koreksi, cepat adaptasi.
Bukan sekadar checklist.
Di tengah pemerintah yang sedang “latah” transformasi digital,
menurut saya regulatory sandbox tetap relevan —
tapi harus dipakai dengan spirit teknologi, bukan ritual birokrasi.
Selamat untuk teman saya,
Dr. rico mardiansyah lulus dengan nilai A.
Diskusi ini penting, dan masih panjang.
Kalau kamu tertarik ngobrol soal:
- digital transformation
- regulasi & teknologi
- sandbox yang benar-benar bekerja
📩 DM saya, yang sedang adopsi teknologi dan AI ketemu banyak masalah, bisa kita ngobrol.





