Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi

Beberapa waktu lalu saya hadir di sidang terbuka promosi doktoral (S3) di Fakultas Hukum UI.
Yang menarik, bukan cuma karena lokasinya—tapi karena isi disertasinya.

Judulnya:
Equilibrium Hukum Kesehatan dan Inovasi Digital: Studi tentang Regulatory Sandbox.”

Sidang ini melibatkan bukan hanya Guru Besar Hukum, tapi juga dari Fakultas Ilmu Komputer UI.
Kenapa? Karena topiknya memang di persimpangan: hukum, teknologi, dan kesehatan.

Penulis disertasi—teman saya—memang sering mengajak diskusi soal healthtech.
Bukan di awang-awang. Tapi dari lapangan:

  • faskes
  • dokter & apotek
  • regulator (Kemenkes, Dinkes, BPJS-K, BPOM)
  • sampai startup digital kesehatan

Dan satu konsep besar yang dibedah: regulatory sandbox.


Saya pribadi punya pengalaman langsung masuk regulatory sandbox Kementerian Kesehatan, saat startup saya dulu menjalankan layanan telekonsultasi.

Secara konsep?
Bagus. Bahkan ideal.

Sandbox dimaksudkan sebagai ruang aman:

  • pilot project
  • uji integrasi
  • diskusi mendalam sebelum adopsi luas

Masalahnya ada di praktik.

Yang terjadi di lapangan:

  • Lebih banyak administrasi
  • Lebih sedikit ruang eksperimen
  • Kecepatan startup ketemu tempo birokrasi

Padahal startup itu hidup dari speed,
sementara sandbox kita sering terasa seperti ruang tunggu.

Ini juga yang disorot para profesor di sidang:
konsepnya ideal, tapi dalam praktik—tarik-menarik kepentingan membuat sandbox sering ingin “dibypass”.

Yang ironis, istilah sandbox sendiri berasal dari dunia IT.
Di tech, sandbox itu jelas:

  • development
  • staging
  • testing
  • production
  • sandbox → ruang uji cepat, aman, fleksibel

Ketika konsep ini dibawa ke dunia hukum dan regulasi, semangatnya seharusnya sama:
cepat belajar, cepat koreksi, cepat adaptasi.

Bukan sekadar checklist.

Di tengah pemerintah yang sedang “latah” transformasi digital,
menurut saya regulatory sandbox tetap relevan —
tapi harus dipakai dengan spirit teknologi, bukan ritual birokrasi.


Selamat untuk teman saya,
Dr. rico mardiansyah lulus dengan nilai A.
Diskusi ini penting, dan masih panjang.

Kalau kamu tertarik ngobrol soal:

  • digital transformation
  • regulasi & teknologi
  • sandbox yang benar-benar bekerja

📩 DM saya, yang sedang adopsi teknologi dan AI ketemu banyak masalah, bisa kita ngobrol.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

BPJS Pegang Data JKN, Tapi Tak Pimpin Standar RME
Digitalisasi Kesehatan

15 Mei2 mnt

BPJS Pegang Data JKN, Tapi Tak Pimpin Standar RME

BPJS Punya Data Terbanyak, Tapi Kenapa Bukan Mereka yang Buat Standar RME? Kemarin saya ngobrol dengan beberapa teman yang pernah terlibat langsung dalam proses digitalisasi sistem kesehatan nasional. Obrolannya…

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi?
Digitalisasi Kesehatan

1 Apr2 mnt

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi?

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi? Sudah hampir 1 dekade kita dengar gaung ini. Rumah sakit mulai pakai SIMRS. Pemerintah dorong RME dengan standar FHIR/HL7. Startup health-tech bermunculan. AI…

BPJS Berbayar, Tapi Pasien Tetap Dipersulit
Digitalisasi Kesehatan

9 Mei2 mnt

BPJS Berbayar, Tapi Pasien Tetap Dipersulit

BPJS Bukan Gratis, Tapi Kok Rasanya Diperlakukan Seperti Gratisan? Kalau denger kata BPJS Kesehatan, apa yang langsung terlintas di kepala? “Antrian.” “Ribet.” Dan sayangnya… ya memang begitu kenyataannya. Saya pernah…

Kolegium, Kuasa Kompetensi, dan Krisis Akses
Digitalisasi Kesehatan

10 Mei2 mnt

Kolegium, Kuasa Kompetensi, dan Krisis Akses

Kolegium Ribut Soal Siapa yang Boleh, Sementara Pasien Meninggal Karena Tidak Ada yang Bisa. Saat Pak Budi Gunadi Sadikin bicara di podcast Rosi, saya terdiam cukup lama. Karena untuk pertama kalinya, seseorang di…

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional
Digitalisasi Kesehatan

19 Mei2 mnt

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional

Tau nggak sih, selama puluhan tahun kita… nggak punya standar kode obat nasional? Yes, benar. Obat-obatan di Indonesia selama ini pakai kode masing-masing. Perusahaan farmasi bikin kode sendiri Distributor bikin versi…

← Semua tulisan