Tantowi Yahya, mantan Dubes RI di berbagai negara, baru-baru ini share pengalaman medical check-up di Penang.
Beliau cerita, 80% pasien di Penang ternyata dari Indonesia.
Kenapa bisa begini?
Kenapa orang Indonesia lebih percaya Penang daripada rumah sakit di negeri sendiri?
Alasan utamanya ada trigger kuat:
1️⃣ Tingkat akurasi tinggi
- Mesin-mesin kesehatan modern, baru, dan up-to-date
- Dokter dan perawat terlatih dengan teknologi terkini
2️⃣ Kecepatan
- Layanan antar-bilik yang cepat, tidak lebih dari 5 menit
- Medical check-up hasil lengkap bisa keluar dalam 4 jam
3️⃣ Tingkat kepercayaan
- Profesionalitas dokter & tenaga medis yang terjaga
- Pasien merasa aman dan dihargai
Ada faktor lain yang bikin lebih “pas” di Penang:
- Lebih murah 30% lebih murah dari Jakarta, karena katanya salah satu alasannya alat kesehatan diimpor tanpa pajak.
- Dokter dan perawat bisa bahasa Indonesia, bikin nyaman pasien.
- Pasien nggak merasa ‘diperas’, malah diarahkan beli obat di luar rumah sakit supaya lebih murah.
Buat saya, ini ibarat gunung es (iceberg effect).
Di permukaan kelihatannya cuma masalah kecil: orang Indonesia ke Penang buat berobat.
Tapi di bawahnya, ini refleksi nyata dari sistem kesehatan kita yang masih carut-marut.
Kalau rumah sakit di Indonesia mau berbenah
Kalau Kementerian Kesehatan serius ingin memperbaiki layanan kesehatan, kita harus support penuh menteri kesehatan kita.
Terutama dari bapak-ibu dokter, dan apalagi dari Fakultas Kedokteran, sudah bukan rahasia lagi kalau banyak banget praktik feodalisme dan rebutan kekuasaan di dalamnya. Sudahilah. Mau sampai kapan?
Stop feodal.
Karena pelayanan kesehatan bukan kunci elit, tapi hak kita semua.
Kalau kamu punya pengalaman serupa, atau insight buat perbaikan dunia kesehatan Indonesia, Yuk ngobrol.
📩 DM saya — diskusi terbuka
🟡 Gabung Tech Voice Indonesia → [https://lnkd.in/gR4hdQhf]





