Sepenggal Cerita Dunia Kesehatan
Hampir 1 tahun terakhir saya berjalan, bertemu, dan ngobrol dengan sebagian besar pelaku industri kesehatan — dari hulu sampai hilir.
1. Pharma (pabrikan obat)
Baik lokal (PMDN) dan asing (PMA). Nilai industrinya triliunan rupiah.
Tapi yang mereka cari sederhana: kepastian supply & demand.
Banyak yang mengaku struggle menangkap real demand kebutuhan obat. Bahkan, beberapa PMA sudah mulai meninggalkan Indonesia karena masalah ini.
2. Distributor (PBF)
Dunia supply chain yang penuh intrik.
Pharma besar biasanya punya anak perusahaan distribusi. Tapi karena Indonesia negara kepulauan, mereka tetap harus menggandeng PBF pihak ketiga.
Di lapangan? Banyak permainan — dari distribusi resmi sampai “pasar pramuka”.
Sudah lebih 50 tahun, prosesnya masih dominan manual, walaupun digitalisasi sudah mulai dikenalkan.
3. Fasilitas Kesehatan (RS & Klinik)
Ini pusat semua demand: dokter, obat, alat kesehatan, tindakan, lab, terapi.
Sistem bisnisnya luar biasa kuat, sampai kadang sisi humanis dan empati hilang.
Saya lihat sendiri bagaimana RS dijalankan layaknya mall kesehatan — dengan unit-unit bisnis yang harus cepat ROI/BEP.
Insight yang sebenarnya bisa membuka banyak peluang, justru dijaga rapat-rapat.
4. Apotek
Saya pernah membangun apotek modern berbasis teknologi.
Tapi izinnya, operasionalnya… tidak banyak berbeda dengan apotek konvensional.
Banyak apoteker akhirnya sekadar jadi “stempel” dari dokter.
Teknologi masuk? Masih sangat terbatas.
5. Regulator
Kemenkes, BPJS, asosiasi kesehatan — stakeholder yang wajib ditemui.
Sayangnya, jalurnya sering berbelit.
Memang betul, ini urusan hidup & mati. Tapi memudahkan bukan berarti mengabaikan kompetensi.
Transparansi dan akses yang jelas akan lebih membantu daripada prosedur abu-abu.
6. Vendor & Teknologi Baru
Setiap minggu saya ketemu teman-teman pembuat sistem.
Hampir semua bilang hal yang sama: “rumit, terlalu banyak kepentingan.”
Bahkan inovasi AI yang mestinya memudahkan, justru sering menambah lapisan fragmentasi baru.
Dari perjalanan ini, saya menyimpulkan satu hal:
PR di dunia kesehatan itu jelas. Problemnya banyak, tapi ini good problem.
Yang diperlukan adalah komitmen semua stakeholder untuk mengurangi ego masing-masing. Tidak ada yang dirugikan kalau kita bisa bekerja sama dan berbagi.
Itulah kenapa saya dan beberapa rekan sedang inisiasi di area ini.
Kami mulai fokus pada membangun interoperabilitas dan tata kelola data kesehatan.
Buat para owner dan profesional dunia kesehatan, Kalau bukan kita yang merapikan ekosistem kesehatan hari ini, siapa lagi?
🟡 Bagi teman-teman yang punya concern atau inisiatif di bidang ini, **feel free to DM**.





