Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Digitalisasi Kesehatan: DTO Hilang Momentum

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Digitalisasi Kesehatan: DTO Hilang Momentum

Revolusi Mental Digitalisasi Kesehatan? PRANK!

Dulu kita percaya “REVOLUSI MENTAL” bisa mengubah bangsa. Pemerintah bahkan bikin Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) lewat Inpres No.12 Tahun 2016.

Tapi apa hasilnya? Digitalisasi layanan publik, termasuk kesehatan, jalan di tempat.
Digitalisasi di kesehatan jadi bahan bancakan pejabat, bukan solusi buat rakyat.

DTO: Antara Kesuksesan dan Kegagalan?

Ketika Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mulai menjabat, dia melihat masalah besar: ASN di Kemenkes tidak siap untuk digitalisasi.

Jalan pintasnya? Bentuk DTO (Digital Transformation Office), tim yang diisi orang-orang dengan mindset lebih terbuka dan maju, untuk membuat sistem dan mengeksekusi digitalisasi.

Dan kalau mau fair, DTO ini tidak bisa dibilang gagal total.

Satu keberhasilan besar mereka adalah PeduliLindungi.
💡 Dalam waktu singkat, sistem ini mampu mengakomodasi ratusan juta pengguna selama pandemi.
💡 Tim DTO dan para engineer di belakangnya bekerja luar biasa keras, dengan sistem yang seadanya, untuk melindungi masyarakat dari penyebaran COVID-19.

Setelah itu, mereka mulai membangun SATUSEHAT—sistem yang bertujuan untuk membenahi semua lini tenaga kesehatan.

Bahkan, konsep yang mereka buat cukup solid, dengan pilar-pilar transformasi digital kesehatan yang disusun dengan matang.
Namun… apa yang terjadi setelahnya?

Sayang, Digitalisasi Tidak Hanya Soal Sistem

Kesuksesan PeduliLindungi tidak bisa serta-merta di-copy paste ke transformasi digital lainnya.
Kenapa? Karena eksekusi digitalisasi yang lebih luas itu bukan cuma soal sistem, tapi soal “people”.

PeduliLindungi sukses karena ada urgensi tinggi (pandemi).
❌ SATUSEHAT dan digitalisasi kesehatan lainnya mentok karena birokrasi berbelit.

DTO bisa membangun sistem. Tapi kalau orang-orang di dalamnya tidak mau berubah? Sia-sia.

Dan akhirnya? DTO kehilangan momentumnya.
Dulu sempat jadi harapan, sekarang nasibnya nggak jelas alias bubar.

Kalau masih kayak gini, digitalisasi di Indonesia cuma bakal jadi proyek seremonial.
Layanan makin buruk, duit rakyat habis, tapi hasilnya nol besar.

📢 Gimana menurut kalian? Apakah ada harapan digitalisasi kesehatan bisa jalan?
🚀 Diskusi lebih lanjut? Kita bahas di Tech Voice Indonesia (TVI), join di sini https://lnkd.in/gCXHMPGf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Ketika Cash Ditolak, Siapa yang Tertinggal?
Digitalisasi Kesehatan

21 Jan2 mnt

Ketika Cash Ditolak, Siapa yang Tertinggal?

Ketika Cash Ditolak, Siapa yang Tertinggal? Beberapa bulan lalu viral: seorang lansia ditolak bayar tunai di salah satu gerai Roti O. Publik marah. Brand minta maaf. Kasus selesai. Tapi buat saya, ini bukan sekadar…

satusehat-mandek-pasien-tetap-screening-ulang
Digitalisasi Kesehatan

2 Jun2 mnt

Satusehat Mandek, Pasien Tetap Screening Ulang

Digitalisasi Kesehatan: Masih Jalan di Tempat? Tahun lalu saya sempat pindah rumah sakit sampai 4 kali. Setiap pindah, saya harus screening ulang — ulang lagi isi form, ulang lagi cerita riwayat sakit, ulang lagi semua…

Menelusuri Rantai Kesehatan dan PR Data Bersama
Digitalisasi Kesehatan

24 Agu2 mnt

Menelusuri Rantai Kesehatan dan PR Data Bersama

Sepenggal Cerita Dunia Kesehatan Hampir 1 tahun terakhir saya berjalan, bertemu, dan ngobrol dengan sebagian besar pelaku industri kesehatan — dari hulu sampai hilir. 1. Pharma (pabrikan obat) Baik lokal (PMDN) dan…

Lima Tahun Pasca COVID, Data Obat Masih Gelap
Digitalisasi Kesehatan

29 Sep2 mnt

Lima Tahun Pasca COVID, Data Obat Masih Gelap

5 Tahun Setelah COVID, Sistem Digital Kesehatan Kita Masih Rapuh Saya masih ingat jelas, awal-awal COVID 2020. Mencari obat saja terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Tiga bulan pertama, pemerintah gelap…

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi
Digitalisasi Kesehatan

22 Jun2 mnt

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi

Data Punya Rakyat. Tapi Tersandera Vendor. Saya baru saja diskusi dengan teman-teman dari Kementerian Kesehatan dan Bappenas. Kami sepakat: Lebih dari 1 dekade ini, kita latah bikin proyek digital — tapi hasilnya?…

← Semua tulisan