Revolusi Mental Digitalisasi Kesehatan? PRANK!
Dulu kita percaya “REVOLUSI MENTAL” bisa mengubah bangsa. Pemerintah bahkan bikin Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) lewat Inpres No.12 Tahun 2016.
Tapi apa hasilnya? Digitalisasi layanan publik, termasuk kesehatan, jalan di tempat.
Digitalisasi di kesehatan jadi bahan bancakan pejabat, bukan solusi buat rakyat.
DTO: Antara Kesuksesan dan Kegagalan?
Ketika Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mulai menjabat, dia melihat masalah besar: ASN di Kemenkes tidak siap untuk digitalisasi.
Jalan pintasnya? Bentuk DTO (Digital Transformation Office), tim yang diisi orang-orang dengan mindset lebih terbuka dan maju, untuk membuat sistem dan mengeksekusi digitalisasi.
Dan kalau mau fair, DTO ini tidak bisa dibilang gagal total.
Satu keberhasilan besar mereka adalah PeduliLindungi.
💡 Dalam waktu singkat, sistem ini mampu mengakomodasi ratusan juta pengguna selama pandemi.
💡 Tim DTO dan para engineer di belakangnya bekerja luar biasa keras, dengan sistem yang seadanya, untuk melindungi masyarakat dari penyebaran COVID-19.
Setelah itu, mereka mulai membangun SATUSEHAT—sistem yang bertujuan untuk membenahi semua lini tenaga kesehatan.
Bahkan, konsep yang mereka buat cukup solid, dengan pilar-pilar transformasi digital kesehatan yang disusun dengan matang.
Namun… apa yang terjadi setelahnya?
Sayang, Digitalisasi Tidak Hanya Soal Sistem
Kesuksesan PeduliLindungi tidak bisa serta-merta di-copy paste ke transformasi digital lainnya.
Kenapa? Karena eksekusi digitalisasi yang lebih luas itu bukan cuma soal sistem, tapi soal “people”.
✅ PeduliLindungi sukses karena ada urgensi tinggi (pandemi).
❌ SATUSEHAT dan digitalisasi kesehatan lainnya mentok karena birokrasi berbelit.
DTO bisa membangun sistem. Tapi kalau orang-orang di dalamnya tidak mau berubah? Sia-sia.
Dan akhirnya? DTO kehilangan momentumnya.
Dulu sempat jadi harapan, sekarang nasibnya nggak jelas alias bubar.
Kalau masih kayak gini, digitalisasi di Indonesia cuma bakal jadi proyek seremonial.
Layanan makin buruk, duit rakyat habis, tapi hasilnya nol besar.
📢 Gimana menurut kalian? Apakah ada harapan digitalisasi kesehatan bisa jalan?
🚀 Diskusi lebih lanjut? Kita bahas di Tech Voice Indonesia (TVI), join di sini https://lnkd.in/gCXHMPGf





