Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Lima Tahun Pasca COVID, Data Obat Masih Gelap

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Lima Tahun Pasca COVID, Data Obat Masih Gelap

5 Tahun Setelah COVID, Sistem Digital Kesehatan Kita Masih Rapuh

Saya masih ingat jelas, awal-awal COVID 2020.
Mencari obat saja terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Tiga bulan pertama, pemerintah gelap total. Tidak ada data real-time stok obat. Tidak ada visibilitas apakah Avigan, Azithromycin, atau obat-obat COVID lain tersedia di RS atau apotek.

Padahal dari hulu ke hilir — pharma (pabrik obat), PBF distributor, hingga apotek — semuanya punya datanya. Tapi ya tersimpan di silo masing-masing.
Gelap. Rapuh. Fragmented.

Di tengah gentingnya situasi, Kemenkes buru-buru bikin sistem darurat bernama Farmaplus (https://lnkd.in/gUjWUxty)
Sebuah platform cepat, yang saat itu hanya dipakai untuk update stok obat COVID.
Kami para pelaku industri farmasi dikumpulkan online, diberi arahan untuk update stok via API.

Sekilas sistem itu sederhana. Tapi justru di saat paling genting, sistem kecil itu menyelamatkan banyak nyawa.
Kita bisa tahu: obat ini ada di mana, di RS mana, atau apotek mana.
Banyak teman dan rekan yang akhirnya terbantu menemukan obat untuk keluarganya lewat data Farmaplus.

Lima tahun sudah berlalu.
Harusnya pengalaman pahit itu jadi momentum membangun sistem yang kuat, terintegrasi, siap menghadapi krisis kesehatan berikutnya.
Tapi kenyataannya?
Satusehat yang digadang-gadang jadi platform integrasi nasional malah melempem, tergerus kepentingan pejabat dan ambisi politik.

Padahal, kuncinya sederhana:

  • Data obat dan pasien yang real-time
  • Sistem yang terbuka & terhubung lintas lembaga
  • Kolaborasi dengan sektor swasta, bukan monopoli

Karena dengan data dan sistem yang sehat, keputusan pemerintah bisa lebih cepat, lebih tepat, dan lebih menyelamatkan.

Sayangnya, pelajaran COVID seperti hilang ditelan waktu.
Kalau kita tidak belajar dari krisis kemarin, kita sedang menunggu bencana berikutnya dengan tangan kosong.


🔹 **Butuh mentoring 1**:**1 soal karir di tech**? → https://lnkd.in/gGbCrsfX

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Duri Regulasi di Balik Healthtech Indonesia
Digitalisasi Kesehatan

2 Mei2 mnt

Duri Regulasi di Balik Healthtech Indonesia

Dari Luar Terlihat Mudah, Dari Dalam Penuh Duri: Realita Ekosistem Healthtech Indonesia “Pak, saya pernah pakai Halodoc. Cepat banget. Kenapa dibilang ekosistemnya tertutup?” Pertanyaan ini muncul setelah tulisan saya…

BPJS Berbayar, Tapi Pasien Tetap Dipersulit
Digitalisasi Kesehatan

9 Mei2 mnt

BPJS Berbayar, Tapi Pasien Tetap Dipersulit

BPJS Bukan Gratis, Tapi Kok Rasanya Diperlakukan Seperti Gratisan? Kalau denger kata BPJS Kesehatan, apa yang langsung terlintas di kepala? “Antrian.” “Ribet.” Dan sayangnya… ya memang begitu kenyataannya. Saya pernah…

Startup Kesehatan Laki-Laki & Perempuan: Ternyata yang Niche Justru Bertahan
Digitalisasi Kesehatan

12 Feb2 mnt

Startup Kesehatan Laki-Laki & Perempuan: Ternyata yang Niche Justru Bertahan

Startup Kesehatan Laki-Laki & Perempuan: Ternyata yang Niche Justru Bertahan Sekitar 2019, waktu kami membangun startup kesehatan, saya sempat melirik model di US: Hims & Hers Health, Inc.. Waktu itu menurut banyak…

Purbaya Effect dan Sorotan IT di BPJS Kesehatan
Digitalisasi Kesehatan

25 Okt2 mnt

Purbaya Effect dan Sorotan IT di BPJS Kesehatan

Purbaya Effect”: Ketika Chief Finance Kita Ngulik Divisi IT BPJS Kesehatan Belakangan ini istilah “Purbaya Effect” makin sering terdengar — karena setiap kali beliau bicara, selalu ada yang “bergetar”. Dari efisiensi…

AI Buat Rekam Medis? Sudah Bisa, Tinggal Dokternya Mau atau Nggak
Digitalisasi Kesehatan

19 Mei2 mnt

AI Suara untuk EMR: Tantangan Adopsi Dokter

AI Buat Rekam Medis? Sudah Bisa, Tinggal Dokternya Mau atau Nggak. Salah satu tantangan terbesar digitalisasi rekam medis di Indonesia adalah pembiasaan dokter. Banyak rumah sakit dan klinik sudah punya sistem…

← Semua tulisan