Kementerian Kesehatan, Bukan Kementerian Kedokteran.
Kalau boleh jujur…
Pernah nggak sih kamu sakit dan justru harus berjuang dulu menghadapi sistem yang bikin tambah lelah?
Bukan cuma karena rasa sakitnya, tapi karena harus:
- Antri panjang dari pagi,
- Isi form berkali-kali,
- Dapat rujukan yang muter-muter,
- Tunggu berjam-jam walau sudah daftar dari subuh.
Saya pernah. Bahkan berkali-kali.
Mau itu rumah sakit umum daerah, rumah sakit swasta, atau klinik. Sama saja.
Padahal waktu sakit, yg kita butuh itu kepastian layanan, bukan birokrasi yang menyulitkan.
Dan ini bukan cerita baru.
Sudah puluhan tahun begini.
Tapi, siapa yang selama ini memimpin sektor kesehatan kita?
Mayoritas dari kalangan dokter.
Yang ahli di bidang klinis — ya.
Tapi apakah siap memimpin sistem pelayanan publik yang kompleks? Belum tentu.
Kini, ketika ada menteri kesehatan yang bukan dari kalangan dokter — justru resistensinya luar biasa.
Contohnya?
Pernyataan Pak Budi Gunadi Sadikin soal akses operasi caesar dan sebaran dokter spesialis di daerah.
Langsung viral.
Asosiasi protes. Guru besar bersuara. Potongan video diviralkan tanpa konteks.
Padahal, kalau kamu tonton utuh obrolannya di podcast ROSI, pesannya sangat jelas:
- Tujuan utamanya adalah menyelamatkan lebih banyak nyawa.
- Bukan menurunkan kompetensi, tapi memperluas akses.
- Ilmu seharusnya diturunkan ke bawah, bukan dimonopoli ke atas.
- Ini tentang pelayanan masyarakat, bukan soal mempertahankan gengsi profesi.
Kita semua pernah lihat sendiri waktu pandemi:
- Sistem kita rapuh karena minim integrasi data.
- Menteri sebelumnya bahkan sempat menyangkal bahaya COVID.
- Dalam 1 tahun, 161rb orang meninggal.
Kita butuh pemimpin yang paham sistem, berani berubah, dan memikirkan rakyat.
Bukan mempertahankan status quo yg nyaman untuk sebagian kecil saja.
Jadi mari buka mata:
- Sistem kesehatan bukan tentang siapa paling hebat, tapi siapa paling melayani.
- Hormat pada profesi bukan berarti anti-transparansi dan anti-inovasi.
Kalau kamu setuju bahwa layanan kesehatan harus lebih manusiawi, lebih adil, dan lebih terbuka, mari dukung reformasi ini.
Dan kalau kamu pernah ngalamin sendiri betapa sulitnya mengakses layanan kesehatan, atau pengen ngobrol dan berkontribusi membenahi sistem ini — let’s talk.
Karena pelayanan kesehatan adalah hak kita semua. Bukan hanya milik segelintir elit.





