Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Pedulilindungi Jadi Judol: Gagal Governance Digital

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Pedulilindungi Jadi Judol: Gagal Governance Digital

Judol, Judol, Judol… Pedulilindungi Gagal Dimaintain!

Beberapa hari lalu, ramai lagi soal situs Pedulilindungi yang malah menampilkan JUDOL alias judi online.

Padahal saya masih ingat betul masa-masa COVID-19 dulu:

  • Mobilitas dibatasi, semua aktivitas dipantau.
  • Mau ke mall? Scan QR di Pedulilindungi.
  • Mau naik pesawat? Harus ada sertifikat vaksin & hasil tes PCR di aplikasi ini.

Bahkan saat itu, Pedulilindungi nggak cuma berdiri sendiri.
Waktu itu kita terbiasa pakai aplikasi health-tech seperti Halodoc dan Alodokter:

  • Beli tes COVID online
  • Dapat hasil lab dikirim digital
  • Kalau positif, dapat notifikasi isolasi mandiri
  • Kalau negatif, dapat notifikasi aman
  • Obat antivirus? Langsung dikirim by online.

Berasa banget identitas kita di-label-in secara digital — “Hijau, Kuning, Merah dan Hitam”
Selama 2 tahun penuh, Pedulilindungi jadi identitas digital kita.
Keren banget rasanya — kalau dikelola dengan baik.
Bukti kalau kita pernah bikin DIGITAL-ID.

Tapi setelah COVID reda?
Pedulilindungi kayak disimpan di gudang.
Katanya sih beralih ke SatuSehat ya.

Eh, sekarang malah jadi lahan judi online.
Dari pihak Kemenkes bilang sudah diserahkan ke Telkom.
Dari Telkom… ya gitu deh.

Padahal secara teknis, ini masalah basic banget:

  • Maintenance & redirect
  • Grace period panjang (minimal 10 tahun)
  • Biar nggak jadi lahan phishing atau situs abu-abu.

Tapi masalahnya bukan di teknologi
masalahnya di people yang nggak serius dan nggak profesional ngurus digitalisasi.

Hal kayak gini bikin orang skeptis sama digitalisasi layanan publik.
Website-website pemerintah banyak yang mati suri, ketinggalan, atau malah jadi tempat malware.
Belum lagi kalau kita buka satu-satu — yang keluar umpatan2.

Kayaknya sudah saatnya Indonesia punya Badan Digitalisasi Nasional (atau apapun namanya).
Sayangnya, Komdigi pun masih sibuk dengan skandal demi skandal — nggak kelar-kelar.

Kalau kamu lagi bangun healthtech, digital public services, atau startup di bidang ini,  
ingat: digitalisasi itu bukan cuma teknologi — tapi juga governance.

Mau mentoring atau diskusi soal digitalisasi dan governance? DM saya!

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Minggu lalu saya berobat ke Siloam.
Digitalisasi Kesehatan

18 Jul2 mnt

Minggu lalu saya berobat ke Siloam.

Minggu lalu saya berobat ke Siloam. Dan saya senyum sendiri. Bukan karena obatnya... Tapi karena akhirnya saya melihat digital transformation yang benar-benar terasa. Begitu datang... Ambil nomor di kiosk. Lihat…

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…
Digitalisasi Kesehatan

8 Nov2 mnt

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang Tepat. Coba kita tarik mundur 4–5 tahun lalu, saat dunia seakan berhenti berputar karena COVID-19. Di masa itu, kesehatan publik…

Hackathon AI Kemenkes-BPJS: Nafas Segar Healthtech
Digitalisasi Kesehatan

17 Okt2 mnt

Hackathon AI Kemenkes-BPJS: Nafas Segar Healthtech

Banyak orang bilang, dunia kesehatan Indonesia itu “tertutup”. Birokratis. Hierarkis. Penuh gerbang yang dijaga kepentingan. Tapi hari ini… saya melihat harapan kecil menyala. Bukan dari rapat atau konferensi —…

Digitalisasi Kesehatan: DTO Hilang Momentum
Digitalisasi Kesehatan

11 Feb2 mnt

Digitalisasi Kesehatan: DTO Hilang Momentum

Revolusi Mental Digitalisasi Kesehatan? PRANK! Dulu kita percaya “REVOLUSI MENTAL” bisa mengubah bangsa. Pemerintah bahkan bikin Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) lewat Inpres No.12 Tahun 2016. Tapi apa hasilnya?…

Healthtech Gagal Karena Kekuasaan dan Regulasi
Digitalisasi Kesehatan

30 Apr2 mnt

Healthtech Gagal Karena Kekuasaan dan Regulasi

Saya pernah membangun startup healthtech. Tapi kami gagal. Bukan karena timnya lemah. Bukan karena teknologinya jelek. Dan bukan karena idenya tidak dibutuhkan. Kami gagal karena satu hal yang jarang dibahas secara…

← Semua tulisan