Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Minggu lalu saya berobat ke Siloam.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Minggu lalu saya berobat ke Siloam.

Minggu lalu saya berobat ke Siloam.

Dan saya senyum sendiri.

Bukan karena obatnya...

Tapi karena akhirnya saya melihat digital transformation yang benar-benar terasa.

Begitu datang...
Ambil nomor di kiosk.

Lihat progress di monitor.

Dipanggil.

Verifikasi nama dan dokter.

Masuk WhatsApp QR Code.

Selesai konsultasi, saya pikir ya sudah... sekarang saatnya antre pembayaran 20-30 menit seperti biasanya.

Ternyata perawatnya bilang,

"Pak, sekarang langsung ke Digital Express Lane ya."

Saya penasaran.

Saya coba.
Scan QR.

Tunggu sekitar 10 menit karena sistem masih memproses tagihan.

Scan lagi.
Semua rincian biaya langsung muncul.

Pilih QRIS.

Bayar.
Selesai.

Kurang dari 1 menit.

Saya langsung mikir...

Nah ini baru namanya digital transformation.

Bukan sekadar bikin aplikasi.

Bukan sekadar pasang TV layar sentuh.

Tapi benar-benar menghilangkan bottleneck yang selama ini bikin pasien gemas.

Karena jujur saja...

Berapa banyak dari kita yang sebenarnya sudah selesai berobat...

...tapi masih harus duduk menunggu hanya untuk bayar?

Kalau proses itu bisa dipangkas...

Pasien lebih cepat pulang.
Antrean berkurang.

Petugas kasir bisa dialihkan ke pekerjaan yang lebih bernilai.

Turn Around Time (TAT) turun.
Dan kalau TAT turun...

Rumah sakit bisa melayani lebih banyak pasien dengan resource yang sama.

Itulah esensi digital transformation.

Bukan membeli teknologi.
Tapi mendesain ulang proses bisnis.

👏 Good job, Siloam.

Semoga semakin banyak rumah sakit, klinik, maupun fasilitas kesehatan lain yang mulai melihat digitalisasi bukan sebagai biaya, tetapi sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus efisiensi operasional.

💬 Kalau Anda sedang memikirkan transformasi digital di rumah sakit atau organisasi Anda, yuk ngobrol.

Sering kali yang dibutuhkan bukan teknologi yang lebih mahal.

Tapi desain proses yang lebih sederhana.

Kalau mau diskusi mengenai AI, digital transformation, atau bagaimana mendesain ulang alur bisnis agar lebih efisien, DM saya saja. Saya senang berbagi pengalaman dan membantu menyusun model, skema, maupun roadmap implementasinya.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius.
Digitalisasi Kesehatan

20 Feb2 mnt

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius.

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius. Februari ini, para tokoh besar AI dunia berkumpul di New Delhi dalam India AI Impact Summit 2026. Nama-namanya bukan main: Sundar Pichai (Google), Sam Altman (OpenAI), Demis…

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi
Digitalisasi Kesehatan

22 Jun2 mnt

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi

Data Punya Rakyat. Tapi Tersandera Vendor. Saya baru saja diskusi dengan teman-teman dari Kementerian Kesehatan dan Bappenas. Kami sepakat: Lebih dari 1 dekade ini, kita latah bikin proyek digital — tapi hasilnya?…

Birokrasi dan Mindset Hambat Startup Health-Tech
Digitalisasi Kesehatan

3 Okt2 mnt

Birokrasi dan Mindset Hambat Startup Health-Tech

Kenapa Startup Health-Tech Susah Survive di Indonesia? Lihatlah teknologi yang lagi digarap di luar sana: Alat deteksi hipertensi berbasis AI, bisa melacak akar masalah sampai tuntas. Device dan software untuk HIV…

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia
Digitalisasi Kesehatan

3 Nov2 mnt

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia Kalau bicara soal digitalisasi sistem pembayaran, Indonesia ini keren banget. Kita udah bukan sekadar ngomongin QRIS, dompet digital, atau…

Mengapa Healthtech Sulit Masuk ke Indonesia
Digitalisasi Kesehatan

17 Jun2 mnt

Mengapa Healthtech Sulit Masuk ke Indonesia

Apa yang Bisa Kita Bantu? Beberapa waktu yang lalu, saya banyak ngobrol dengan teman-teman dari industri kesehatan. Ceritanya hampir sama, nada frustrasinya juga mirip. “Pak, software EMR kami bisa bantu dokter, pasien…

← Semua tulisan