Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Mengapa Healthtech Sulit Masuk ke Indonesia

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Mengapa Healthtech Sulit Masuk ke Indonesia

Apa yang Bisa Kita Bantu?

Beberapa waktu yang lalu, saya banyak ngobrol dengan teman-teman dari industri kesehatan. Ceritanya hampir sama, nada frustrasinya juga mirip.

Pak, software EMR kami bisa bantu dokter, pasien, dan rumah sakit. Bahkan punya modul unggulan untuk ibu hamil. Di Jepang kami sukses. Tapi di Indonesia? Sudah 8 tahun tetap sulit masuk.”

Pak, kami pakai AI. Dokter cukup bicara, EMR otomatis terisi. Tapi pihak rumah sakit tetap ragu.”

Pak, kami bangun sistem fraud detection buat TPA asuransi. Tapi manual proses di rumah sakit bikin kita stuck.”

Saya hanya bisa angguk-angguk. Karena memang betul.

Indonesia belum punya ekosistem kesehatan yang terbuka.
Masing-masing stakeholder sibuk di area-nya sendiri.

  • Regulator bergerak sendiri.
  • Rumah sakit jalan sendiri.
  • Asuransi main sendiri.
  • Vendor digital? Lebih sering frustrasi.

Selama 5+ tahun terakhir, saya dan rekan saya Abi Dwiaji Wicahyo mencoba menembus batas itu:

  • Join berbagai inisiatif dari Kemenkes.
  • Bangun koneksi dengan asosiasi dokter, rumah sakit, dan pharma.
  • Ngobrol dengan pelaku TPA & asuransi.
  • Bermitra dengan inovator healthtech.

Kami belajar satu hal penting:
Di industri ini, “teknologibukan jawaban kalau tidak dibarengi dengan eksekusi lokal dan relasi yang tepat.

Dan justru di sinilah kita bisa membantu.

Jadi, Apa yang Bisa Kita Bantu?

✅ Buat kamu yang ingin masuk ke ekosistem layanan kesehatan — **kami bisa bantu buka jalan**, **memperkenalkan ke stakeholder**, **dan bantu akselerasi**.

✅ Buat kamu yang membangun produk AI, EMR, atau sistem digital lainnya — **kami bisa bantu posisikan value kamu sesuai dengan realita lokal yang sering kali** “**tak tertulis**.”

✅ Buat kamu yang dari sisi layanan (RS, klinik, TPA, insurance) ingin mengurangi cost dan meningkatkan efisiensi — **kami bisa bantu mapping digitalisasi apa yang paling tepat dan feasible**.

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut, pendekatan dan nilai yang kami bawa, langsung aja DM saya.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Ini salah satu perubahan terbesar di dunia kesehatan Indonesia.
Digitalisasi Kesehatan

4 Agu2 mnt

Ini salah satu perubahan terbesar di dunia kesehatan Indonesia.

Ini salah satu perubahan terbesar di dunia kesehatan Indonesia. Dan menurut saya... Masih banyak yang belum sadar. Selama ini rumah sakit dinilai dari banyak hal. Dokumen. SOP. Administrasi. Akreditasi. Tapi pelan-pelan…

Smart Claim BPJS dan Turunnya Dispute Klaim RS
Digitalisasi Kesehatan

5 Jun2 mnt

Smart Claim BPJS dan Turunnya Dispute Klaim RS

Smart Claim BPJS: Biang Kerok Pelayanan Buruk, Akhirnya Dibenerin Juga? Kemarin saya ketemu vendor software SIM-RS (Sistem Informasi Rumah Sakit) yang cerita pengalaman mereka soal implementasi Smart Claim BPJS. Ini…

Kesan Baik dan Networking yang Kembali Berbuah
Digitalisasi Kesehatan

22 Okt2 mnt

Seleksi Pimpinan Baru BPJS dan Harapan Publik

BPJS Kesehatan Cari Nahkoda Baru — Momen Menentukan Arah Layanan Kesehatan Kita Pemerintah saat ini sedang membuka proses seleksi untuk mencari Direksi dan Dewan Pengawas baru BPJS Kesehatan. Prosesnya bisa dilihat…

Silo Mentality Bukan Anomali.
Digitalisasi Kesehatan

30 Apr2 mnt

Silo Mentality Bukan Anomali.

Silo Mentality Bukan Anomali. Itu Cara Bernegara Kita. Minggu lalu DPR emosi soal e-KTP. Salah satu yang paling nyentil datang dari Deddy Sitorus: “pembuatan data pada sejumlah lembaga menyebabkan pemborosan anggaran.”…

Kolegium, Kuasa Kompetensi, dan Krisis Akses
Digitalisasi Kesehatan

10 Mei2 mnt

Kolegium, Kuasa Kompetensi, dan Krisis Akses

Kolegium Ribut Soal Siapa yang Boleh, Sementara Pasien Meninggal Karena Tidak Ada yang Bisa. Saat Pak Budi Gunadi Sadikin bicara di podcast Rosi, saya terdiam cukup lama. Karena untuk pertama kalinya, seseorang di…

← Semua tulisan