Apa yang Bisa Kita Bantu?
Beberapa waktu yang lalu, saya banyak ngobrol dengan teman-teman dari industri kesehatan. Ceritanya hampir sama, nada frustrasinya juga mirip.
“Pak, software EMR kami bisa bantu dokter, pasien, dan rumah sakit. Bahkan punya modul unggulan untuk ibu hamil. Di Jepang kami sukses. Tapi di Indonesia? Sudah 8 tahun tetap sulit masuk.”
“Pak, kami pakai AI. Dokter cukup bicara, EMR otomatis terisi. Tapi pihak rumah sakit tetap ragu.”
“Pak, kami bangun sistem fraud detection buat TPA asuransi. Tapi manual proses di rumah sakit bikin kita stuck.”
Saya hanya bisa angguk-angguk. Karena memang betul.
Indonesia belum punya ekosistem kesehatan yang terbuka.
Masing-masing stakeholder sibuk di area-nya sendiri.
- Regulator bergerak sendiri.
- Rumah sakit jalan sendiri.
- Asuransi main sendiri.
- Vendor digital? Lebih sering frustrasi.
Selama 5+ tahun terakhir, saya dan rekan saya Abi Dwiaji Wicahyo mencoba menembus batas itu:
- Join berbagai inisiatif dari Kemenkes.
- Bangun koneksi dengan asosiasi dokter, rumah sakit, dan pharma.
- Ngobrol dengan pelaku TPA & asuransi.
- Bermitra dengan inovator healthtech.
Kami belajar satu hal penting:
Di industri ini, “teknologi” bukan jawaban kalau tidak dibarengi dengan eksekusi lokal dan relasi yang tepat.
Dan justru di sinilah kita bisa membantu.
Jadi, Apa yang Bisa Kita Bantu?
✅ Buat kamu yang ingin masuk ke ekosistem layanan kesehatan — **kami bisa bantu buka jalan**, **memperkenalkan ke stakeholder**, **dan bantu akselerasi**.
✅ Buat kamu yang membangun produk AI, EMR, atau sistem digital lainnya — **kami bisa bantu posisikan value kamu sesuai dengan realita lokal yang sering kali** “**tak tertulis**.”
✅ Buat kamu yang dari sisi layanan (RS, klinik, TPA, insurance) ingin mengurangi cost dan meningkatkan efisiensi — **kami bisa bantu mapping digitalisasi apa yang paling tepat dan feasible**.
Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut, pendekatan dan nilai yang kami bawa, langsung aja DM saya.





