Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Kesehatan Masih Tertutup, Interoperabilitas Mandek

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Kesehatan Masih Tertutup, Interoperabilitas Mandek

Sektor Keuangan Bisa Terbuka, Kenapa Sektor Kesehatan Masih Seperti Ini?

Kalau kita mundur 20 tahun lalu,
bank-bank besar di Indonesia seperti BCA dan Mandiri pernah sangat tertutup.
Pakai kartu ATM beda bank? Jangan harap.
Tapi teknologi, dunia yang berubah cepat, dan kebutuhan kolaborasi memaksa semua terbuka.
Sekarang? Kita bahkan bebas tarik tunai lintas bank, bayar lintas channel.

Tapi ada satu sektor yang masih luar biasa defensif sampai hari ini:
Kesehatan.

Saya menyaksikan sendiri, berkali-kali,
kegagalan demi kegagalan teknologi menembus dunia layanan kesehatan.

Hampir semua rumah sakit, klinik, dokter, distributor, pabrik obat —
punya aturan main sendiri.
Semua terlalu takut berbagi data, berlindung di balik alasan klasik:
Data kesehatan itu confidential.”

Lha, data finansial juga confidential kan?
Apa kita mau saldo tabungan kita diumbar?
Sama saja.
Yang diperlukan itu protection, authorization, dan governance
bukan pengurungan data.

Padahal pemerintah lewat Kementerian Kesehatan sudah membuat regulasi untuk interoperability data kesehatan.
Tapi ya gitu,
rumah sakit swasta besar diam saja.
Sedikit yang bergerak, itu pun yang di bawah yurisdiksi langsung pemerintah.

Kalau pemain besar seperti Siloam, Mitra Group, Primaya, Hermina, Mayapada mau saling ngobrol,
bisa loh revolusi besar terjadi.

  • Medical Record kita bisa diakses lintas fasilitas.
  • Screening pasien nggak perlu dari nol lagi.
  • Diagnosis bisa lebih akurat dan cepat.
  • Beban biaya pasien juga bisa turun drastis.

Tapi saat ini?
Berobat di tempat baru?
Screening dari awal. Lagi. Lagi. Dan lagi.

Mimpi interoperabilitas di dunia kesehatan Indonesia —
sejauh ini, hanya wacana.
Dari penamaan aja sudah berubah EMR terus RME terus EHR, padahal ya itu sama2 aja Medical Record.

Nggak heran startup healthtech banyak yang megap-megap:

  • Halodoc? Bertahan, tapi struggling.
  • Alodokter? Berat.
  • Lifepack (yang saya ikut bangun)? Gagal.

Karena bukan teknologi yang salah.
Tapi ekosistem tertutup yang jadi tembok besarnya.

Jadi?
Kita hanya bisa berharap dunia kesehatan kita cepat sadar.
Kalau tidak… ya, good luck untuk kita semua ke depan.

Kalau mau ngobrol lebih dalam soal ini,
atau kamu pengen tahu ekosistem teknologi di sektor lain,
yuk ngobrol dan diskusi bareng di komunitas Tech Voice Indonesia 🚀
✅ Join di sini https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Jangan Lompat ke Aplikasi: Digitalisasi Bertahap
Digitalisasi Kesehatan

5 Sep2 mnt

Jangan Lompat ke Aplikasi: Digitalisasi Bertahap

Digitalisasi di Indonesia: Lompat → Jatuh Kita sering dengar jargon “transformasi digital”. Tapi kenyataannya? Lebih sering jadi “bikin aplikasi, nambah kerjaan baru”. Digitalisasi di Indonesia banyak yang gagal karena…

Mengapa Healthtech Sulit Masuk ke Indonesia
Digitalisasi Kesehatan

17 Jun2 mnt

Mengapa Healthtech Sulit Masuk ke Indonesia

Apa yang Bisa Kita Bantu? Beberapa waktu yang lalu, saya banyak ngobrol dengan teman-teman dari industri kesehatan. Ceritanya hampir sama, nada frustrasinya juga mirip. “Pak, software EMR kami bisa bantu dokter, pasien…

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi
Digitalisasi Kesehatan

22 Jun2 mnt

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi

Data Punya Rakyat. Tapi Tersandera Vendor. Saya baru saja diskusi dengan teman-teman dari Kementerian Kesehatan dan Bappenas. Kami sepakat: Lebih dari 1 dekade ini, kita latah bikin proyek digital — tapi hasilnya?…

Birru: Startup Terapi Wicara yang Sustainable
Digitalisasi Kesehatan

8 Sep2 mnt

Birru: Startup Terapi Wicara yang Sustainable

Ketika Startup Bukan Sekadar Valuasi, Tapi Benar-Benar Memberi Dampak Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk mentoring salah satu bisnis anak muda Indonesia yang ikut program akselerasi ASEAN SEDP 4.0…

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius.
Digitalisasi Kesehatan

20 Feb2 mnt

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius.

Dunia AI 2026 Ngumpul di India. Serius. Februari ini, para tokoh besar AI dunia berkumpul di New Delhi dalam India AI Impact Summit 2026. Nama-namanya bukan main: Sundar Pichai (Google), Sam Altman (OpenAI), Demis…

← Semua tulisan