Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Kita Tak Siap Preventif: Krisis Data Kesehatan

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Kita Tak Siap Preventif: Krisis Data Kesehatan

Makan gorengan, minum kopi Susu Gula Aren. Tapi berharap sehat.

Kita sering dengar visi dari Menteri Kesehatan:
“Kita harus perkuat sektor preventif, bukan cuma kuratif.”

Tapi masalahnya bukan di visinya.
Masalahnya adalah… kita nggak siap.

Saya baca satu posting:
Seorang warga Eropa heran waktu transit di Bandara Soetta.
Pilihan makanan yang tersedia?
Mie goreng telur dan gorengan.
Komentarnya? “This is rubbish food.”

Dan kalau kamu pikir itu berlebihan,
coba lihat komposisi kalori minuman kekinian:
Kopi susu gula aren, matcha latte, boba milk tea —
bisa tembus 400500 kKal per gelas.

Dan ada teman saya, usia 20-an, tiap hari minuman begini —sekarang sudah pakai insulin alias kena diabetes dini.

Ini bukan kasus unik.
Ini realita generasi kita.

Tapi siapa yang peduli?
Pemerintah? Swasta? Startup kesehatan?

Pemerintah terlalu sibuk memadamkan api kuratif.
Startup wellness seringkali boncos karena edukasi publik butuh napas panjang.

Dan yang paling bikin frustrasi?
Kita bahkan nggak punya data.
Data kuratif saja masih tercerai-berai, apalagi data untuk potensi penyakit jangka panjang?

Jadi sekarang saya mulai dari sini:
Bangun kesadaran soal data kesehatan.
Bangun infrastruktur dan insight untuk mengerti tren penyakit sebelum meledak.

Kalau kamu concern soal generasi sekarang dan anak-anak kita nanti,
Kalau kamu kerja di sektor pemerintahan, atau di perusahaan yang punya data & pengaruh,

DM saya. Yuk ngobrol soal data.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Healthtech Gagal Karena Kekuasaan dan Regulasi
Digitalisasi Kesehatan

30 Apr2 mnt

Healthtech Gagal Karena Kekuasaan dan Regulasi

Saya pernah membangun startup healthtech. Tapi kami gagal. Bukan karena timnya lemah. Bukan karena teknologinya jelek. Dan bukan karena idenya tidak dibutuhkan. Kami gagal karena satu hal yang jarang dibahas secara…

Health-tech Indonesia: Bukan Industri Siap Disrupsi
Digitalisasi Kesehatan

27 Mei2 mnt

Health-tech Indonesia: Bukan Industri Siap Disrupsi

10 Tahun Health-Tech: Kita Harus Jujur, Ini Bukan Disrupsi. 2017–2020, startup kesehatan bermunculan: Alodokter, Halodoc, KlikDokter, SehatQ, Farmaku, Lifepack, dan lainnya. Investor pun ramai masuk. Valuasi naik…

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.
Digitalisasi Kesehatan

6 Nov2 mnt

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender. Lagi dan lagi, BPJS Kesehatan kembali jadi sorotan. Setelah ramai soal pemutihan iuran senilai Rp20 triliun, publik akhirnya tahu — ini bukan sekadar…

Dari Hospital-Oriented ke Patient-Oriented
Digitalisasi Kesehatan

23 Jun2 mnt

Dari Hospital-Oriented ke Patient-Oriented

Pelayanan Kesehatan Kita Masih Terlalu Berorientasi ke Rumah Sakit. Bukan ke Pasien. Beberapa waktu lalu saya diundang ke sebuah forum baru: CIO Healthcare. Isinya? Para pemimpin teknologi dari rumah sakit-rumah sakit…

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…
Digitalisasi Kesehatan

8 Nov2 mnt

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang Tepat. Coba kita tarik mundur 4–5 tahun lalu, saat dunia seakan berhenti berputar karena COVID-19. Di masa itu, kesehatan publik…

← Semua tulisan