Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.

Lagi dan lagi, BPJS Kesehatan kembali jadi sorotan.
Setelah ramai soal pemutihan iuran senilai Rp20 triliun, publik akhirnya tahu — ini bukan sekadar program sosial, tapi sinyal bahwa sistem pembiayaan BPJS memang sedang defisit dan bermasalah.

Masalah ini nggak muncul tiba-tiba.
Ia tumbuh dari tata kelola dan manajemen yang tak kunjung sehat.
Sampai akhirnya, Menkeu Purbaya pun menegaskan: “manajemennya harus diperbaiki.”

Dan momen ini — kebetulan (atau memang yang sudah diatur Tuhan) — datang bersamaan dengan proses pergantian jajaran direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan.
Kalau ada waktu yang tepat untuk reset total, ini dia.

Jujur, saya beberapa kali menyimak langsung pidato dan pernyataan Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, baik di forum publik maupun podcast.
Dan terus terang, yang muncul seringkali bukan empati atau arah solusi, tapi nada menyalahkan pihak lain.

Berikut beberapa kutipan yang bikin dahi berkerut:
1. “Memang tidak jadi peserta, nggak antri.”
2. “Kenaikan iuran BPJS Kesehatan, jelas spending itu akan naik.”
3. “Banyak tunggakan ke RS? Sejak kami di sini, SEHAT.”
4. “Orang itu salah kira, dikira penghapusan berarti kompensasi — tidak ada.”
5. “Jangan pakai BPJS, terutama yang punya duit banyak, bayar sendiri saja.”

Pernyataan seperti ini — apalagi di tengah publik yang frustrasi dengan antrean panjang dan pembayaran rumah sakit yang macet — jelas tidak membangun simpati.
Bahkan di forum resmi yang pernah saya hadiri, beberapa perwakilan rumah sakit juga mengeluhkan hal serupa:
klaim lama, pembayaran dipotong, dan tidak ada ruang dialog yang sehat.

Sekarang saatnya momentum ini dimanfaatkan.
Bukan sekadar rotasi nama, tapi perombakan arah dan kultur kepemimpinan.
Kita butuh orang-orang yang:
1. Melek data dan teknologi,
2. Berani menabrak budaya ABS (asal bapak senang),
3. Dan yang paling penting, berpihak pada masyarakatbukan sistemnya sendiri.

Karena kesehatan publik itu bukan soal kebijakan di atas kertas.
Ia soal rasa aman, soal empati, soal kepercayaan.

Buat yang mau tahu status dan daftar kandidat pergantian direksi BPJS Kesehatan, bisa cek di:
👉 https://lnkd.in/g6jKViGU

Dan buat yang ingin diskusi atau menyampaikan aspirasi tentang apa yang perlu dibenahi di BPJS Kesehatan — silakan tulis di kolom komentar, atau DM saya langsung.
Beberapa dari relasi saya juga terlibat di proses ini.
Mungkin suara kita bisa sampai.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…
Digitalisasi Kesehatan

8 Nov2 mnt

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang Tepat. Coba kita tarik mundur 4–5 tahun lalu, saat dunia seakan berhenti berputar karena COVID-19. Di masa itu, kesehatan publik…

Kesan Baik dan Networking yang Kembali Berbuah
Digitalisasi Kesehatan

22 Okt2 mnt

Seleksi Pimpinan Baru BPJS dan Harapan Publik

BPJS Kesehatan Cari Nahkoda Baru — Momen Menentukan Arah Layanan Kesehatan Kita Pemerintah saat ini sedang membuka proses seleksi untuk mencari Direksi dan Dewan Pengawas baru BPJS Kesehatan. Prosesnya bisa dilihat…

Ekosistem Inovasi Kesehatan Gagal, Mulai dari Mana
Digitalisasi Kesehatan

15 Jun2 mnt

Ekosistem Inovasi Kesehatan Gagal, Mulai dari Mana

80 Tahun Gagal Bangun Ekosistem Kesehatan? Ya Salah Menteri. Iya. Ini semua salah Pak Menteri Kesehatan. Beliau yang harusnya: Sinkronkan seluruh Dinas Kesehatan di daerah Samakan visi BPJS, asuransi swasta, dan rumah…

satusehat-mandek-pasien-tetap-screening-ulang
Digitalisasi Kesehatan

2 Jun2 mnt

Satusehat Mandek, Pasien Tetap Screening Ulang

Digitalisasi Kesehatan: Masih Jalan di Tempat? Tahun lalu saya sempat pindah rumah sakit sampai 4 kali. Setiap pindah, saya harus screening ulang — ulang lagi isi form, ulang lagi cerita riwayat sakit, ulang lagi semua…

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional
Digitalisasi Kesehatan

19 Mei2 mnt

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional

Tau nggak sih, selama puluhan tahun kita… nggak punya standar kode obat nasional? Yes, benar. Obat-obatan di Indonesia selama ini pakai kode masing-masing. Perusahaan farmasi bikin kode sendiri Distributor bikin versi…

← Semua tulisan