Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Kenapa Klaim Asuransi Kesehatan Masih Lambat

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Kenapa Klaim Asuransi Kesehatan Masih Lambat

Asuransi Kesehatan: Kenapa Masih Seribet Ini?

Punya asuransi kesehatan harusnya bikin tenang.
Tapi coba deh tanya mereka yang pernah rawat inap dan harus operasi…

  • Approval bisa 3 hari.
  • Keluar rumah sakit? Tunggu dulu, 6 jam-an.
  • Dokumen? Tumpukan. Tanda tangan? Banyak.

Saya sendiri pernah mengalami.
Dan ternyata… sampai hari ini, sistemnya masih sama.

Kenapa bisa seribet itu?

Setelah saya telusuri dan berdiskusi dengan banyak pihak, kira-kira inilah akar masalahnya:
1Kompleksitas Prosedur Medis
Tindakan medis tidak bisa gegabah, itu betul. Tapi prosedur yang sering dilakukan (seperti usus buntu atau caesar) mestinya bisa fast track approval. Saat ini, semuanya mesti disiapin dan dilihat masih manual satu-satu.

2Sistem Belum Digital & Terintegrasi
Rekam medis (EMR) belum standar. Rumah sakit pakai sistem sendiri-sendiri. Padahal kalau sudah pakai FHIR dan interoperable, approval asuransi bisa jauh lebih cepat.

3Deteksi Fraud Masih Manual
Dunia keuangan sudah punya fraud detection real-time. Tapi di asuransi kesehatan? Masih pakai form, fotokopi dokumen, dan verifikasi manual. Padahal data digital dan AI bisa bantu verifikasi jauh lebih efisien.

4Birokrasi Panjang dan Tidak Efisien
Semakin besar institusinya, makin banyak lapisan approval. RS-nya ISO, asuransinya Tbk, tapi kenyataannya tetap: approval lambat. Padahal ini bisa disimplifikasi kalau prosesnya digital dan terstandar.

5Asuransi vs Rumah Sakit: Dua Dunia yang Tak Pernah Sinkron
Buat RS, pasien = pelayanan.
Buat asuransi, pasien = cost.
Jadi jangan heran kalau terjadi tarik-menarik.

Tapi ternyata bukan tidak ada usaha.
SATUSEHAT dari Kemenkes sudah mendesain sistem integrasi antara rumah sakit dan asuransi, termasuk flow klaim swasta.
Bahkan sudah ada piloting yang didukung OJK.

Namun ya begitu… berat.
Karena ekosistemnya belum siap.
Stakeholder-nya banyak.
Ego sektoralnya tinggi.
Padahal asuransi termasuk dari sektor industri keuangan, dimana sepertinya ketinggalan banget dengan sistem jasa pembayaran yang lain.
Ditunggu nih gebrakan2 dari industri asuransi, kita ngobrol yuk.

Kalau kamu pernah merasakan ribetnya klaim asuransi,
Menurut kalian, bagian mana yang paling harus dibenahi duluan?

Dan kalau kamu sedang membangun solusi di bidang ini,"what can I help?" Just DM.

📬 Ngobrol Yuk di sini https://lnkd.in/gwVDP9rE
📌 Join Tech Voice Indonesia – Komunitas Anak Tech Indonesia https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional
Digitalisasi Kesehatan

19 Mei2 mnt

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional

Tau nggak sih, selama puluhan tahun kita… nggak punya standar kode obat nasional? Yes, benar. Obat-obatan di Indonesia selama ini pakai kode masing-masing. Perusahaan farmasi bikin kode sendiri Distributor bikin versi…

Bill Gates Soroti Puskesmas dan Digitalisasi
Digitalisasi Kesehatan

10 Mei2 mnt

Bill Gates Soroti Puskesmas dan Digitalisasi

Bill Gates Datang ke Indonesia. Tapi Ngomongin AI? Enggak. Dia Ngomongin… Puskesmas. Dalam pertemuan besar yang dihadiri presiden, para menteri, dan taipan konglomerat Indonesia — Bill Gates duduk di tengah. Dan…

AI Buat Rekam Medis? Sudah Bisa, Tinggal Dokternya Mau atau Nggak
Digitalisasi Kesehatan

19 Mei2 mnt

AI Suara untuk EMR: Tantangan Adopsi Dokter

AI Buat Rekam Medis? Sudah Bisa, Tinggal Dokternya Mau atau Nggak. Salah satu tantangan terbesar digitalisasi rekam medis di Indonesia adalah pembiasaan dokter. Banyak rumah sakit dan klinik sudah punya sistem…

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal?
Digitalisasi Kesehatan

13 Apr2 mnt

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal?

Kenapa Digitalisasi Healthcare di Indonesia Banyak Gagal? Bukan karena budget. Bukan karena teknologi. Tapi karena mindset dan execution yang belum siap. Beberapa waktu lalu saya coba langsung layanan kesehatan dasar…

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi
Digitalisasi Kesehatan

22 Jun2 mnt

Data Publik Tersandera Vendor dan Proyek Aplikasi

Data Punya Rakyat. Tapi Tersandera Vendor. Saya baru saja diskusi dengan teman-teman dari Kementerian Kesehatan dan Bappenas. Kami sepakat: Lebih dari 1 dekade ini, kita latah bikin proyek digital — tapi hasilnya?…

← Semua tulisan