Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

RME Indonesia: Teknologi Ada, Mindset Tertinggal

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
RME Indonesia: Teknologi Ada, Mindset Tertinggal

Rekam Medis Elektronik di Indonesia:
Dari Kertas ke Komputer, Tapi Masih Belum Sampai ke Hati.

Kalau kamu pernah ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit di Indonesia, coba perhatikan baik-baik:

  • Dokternya masih nulis pakai pulpen
  • Komputernya diisi… bukan oleh dokter, tapi staf lain
  • Aplikasi digital? Kadang ada, tapi kadang juga cuma dipajang

Sudah 10 tahun lebih kita bicara soal RMERekam Medis Elektronik, tapi yang benar-benar jalan?
Baru sebataskomputerisasi kertas.” Bukan digitalisasi sepenuhnya.

Sedikit Kita Flashback Evolusinya:
1. Kartu Kertas — warna pink, hijau, putih. (jaman 2010-an ke bawah)
2. Spreadsheet & HIS Software — mulai jadi kebiasaan di rumah sakit besar.
3. Aplikasi Tablet/HP — healthtech sempat coba masuk, tapi banyak gagal.
4. AI & Voice Input — mulai trial, tapi belum jadi standar.

Problemnya? Bukan Teknologinya.

Saya pernah terlibat langsung bikin platform untuk dokter.
Tim kami berdiskusi panjang sekali soal UX terbaik yang bikin dokter mau pakai.

  • Sudah pakai ICD-10, SNOMED, sampai auto-suggestion.
  • Sudah dicoba pakai template.
  • Bahkan pakai input suara.

Tapi… tetap aja:
Saya lebih nyaman nulis di kertas dulu aja deh. Nanti staf saya yang entry ke sistem.”

Kenapa Digitalisasi RME Begitu Susah?
Karena ini soal mindset, bukan cuma soal tools.

  • Dokter terbiasa dengan alur manual
  • Di banyak puskesmas/klinik, jam praktek padat, jadi input data dilakukan di akhir sesi
  • Sistem rekam medis jadi “beban administratif”, bukan alat bantu klinis
  • Tidak ada dorongan nyata dari industri maupun regulator

Akibatnya?
Kita bicara interoperabilitas data… tapi faktanya:

  • Data kesehatan masih tersebar
  • Pasien pindah rumah sakit, riwayatnya hilang
  • Startup healthtech pun menyerah di tengah jalan

Dan sekarang?
Inisiator awal digitalisasi RME seperti… mulai kehilangan nafas.

Jadi, Solusinya Apa?
Kalau kita serius dengan digitalisasi kesehatan:
Harus ada kekuatan besar yang nggak hanya bikin sistem, tapi juga ngubah mindset.

Harus ada kolaborasi besar:

  • Regulator
  • Rumah Sakit
  • Klinik
  • Tech Players
  • Dan tentu saja… para dokter.

Tanpa itu?
Ya mungkin kita cuma ganti kertas jadi Excel — tapi gak pernah benar-benar digital.

Kalau kamu punya pengalaman juga membangun sistem digital di dunia medis, atau penasaran kenapa banyak healthtech gagal menembus dunia kesehatan — yuk ngobrol!

→ Ngobrol bareng saya soal digitalisasi kesehatan di sini https://lnkd.in/gwVDP9rE  
→ Join Tech Voice Indonesia – Komunitas anak digital & healthtech https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Digitalisasi Rumah Sakit
Digitalisasi Kesehatan

10 Feb2 mnt

Digitalisasi RS: Pasien Sehat atau Tambah Pusing?

Digitalisasi Rumah Sakit = Pasien Lebih Sehat atau Lebih Pusing? Pengalaman ke Rumah Sakit: Capek Sebelum Berobat! Siapa yang kalau dengar kata "rumah sakit" langsung kebayang antrian panjang, sistem berantakan, dan…

Mengapa Healthtech Sulit Masuk ke Indonesia
Digitalisasi Kesehatan

17 Jun2 mnt

Mengapa Healthtech Sulit Masuk ke Indonesia

Apa yang Bisa Kita Bantu? Beberapa waktu yang lalu, saya banyak ngobrol dengan teman-teman dari industri kesehatan. Ceritanya hampir sama, nada frustrasinya juga mirip. “Pak, software EMR kami bisa bantu dokter, pasien…

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi
Digitalisasi Kesehatan

13 Jan2 mnt

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi

Regulatory Sandbox: Konsep Keren, Tapi Jangan Jadi Taman Bermain Administrasi Beberapa waktu lalu saya hadir di sidang terbuka promosi doktoral (S3) di Fakultas Hukum UI. Yang menarik, bukan cuma karena lokasinya—tapi…

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi?
Digitalisasi Kesehatan

1 Apr2 mnt

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi?

Kenapa Digitalisasi Healthcare Bukan Masalah Teknologi? Sudah hampir 1 dekade kita dengar gaung ini. Rumah sakit mulai pakai SIMRS. Pemerintah dorong RME dengan standar FHIR/HL7. Startup health-tech bermunculan. AI…

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.
Digitalisasi Kesehatan

6 Nov2 mnt

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender. Lagi dan lagi, BPJS Kesehatan kembali jadi sorotan. Setelah ramai soal pemutihan iuran senilai Rp20 triliun, publik akhirnya tahu — ini bukan sekadar…

← Semua tulisan