Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

OSS dan PTSP: Digitalisasi Layanan Masih Mandek

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
OSS dan PTSP: Digitalisasi Layanan Masih Mandek

Digitalisasi Setengah Jalan.

Masih ingat sekitar 10 tahun lalu, ketika konsep “Pelayanan Satu Pintu” digembar-gemborkan?
PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
OSS (Online Single Submission)
MPP (Mal Pelayanan Publik)
Semua janji manis:

  • Urus izin nggak perlu ke mana-mana.
  • Semua instansi di satu atap.
  • Proses cepat, mudah, murah, transparan.

Saya masih ingat betul hype-nya. Waktu itu saya ikut excited—akhirnya birokrasi kita akan lebih cepat.
Tapi apa yang saya rasakan?
Saat submit izin PSE, statusnya hilang entah ke mana. Follow up berkali-kali, jawaban template: “Sedang diproses.”
Minggu berganti bulan.
Padahal di era digital, yang saya harapkan: proses yang ringkas, status real-time, transparan.

Kenapa ya digitalisasi ini rasanya setengah jalan?
Saya coba rangkum jadi beberapa poin penting:

1️⃣ Koncept bagus, eksekusi kecil
OSS, PTSP, MPP—semuanya bagus di konsep.
Tapi begitu dieksekusi, banyak yang masih manual.
Satu atap, tapi sistemnya nggak connect.
Hasilnya? Antrian panjang, dokumen masih harus print & bawa-bawa.

2️⃣ Lebih fokus keProsesdaripadaPeople
Spirit digitalisasi itu: mindset “pelayanan cepat, mudah, murah, transparan.”
Tapi kenyataannya masih ada mental:
“Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah?”
Banyak yang mindset-nya belum siap digital—jadi ya sistem secanggih apapun bisa macet di meja birokrasi.

3️⃣ Era Digital 2.0 harusnya jalan
Setelah transformasi digital tahap awal (aplikasi), mestinya kita udah siap ke tahap berikutnya:

  • Data rapi, paperless, connect antar instansi.
  • AI Agent bantu proses submission OSS—tanpa harus upload dokumen PDF satu per satu.
  • Monitoring status real-time, transparan.

Bayangkan OSS yang pakai AI Agent:

  • Dokumen masuk, dicek otomatis.
  • Data terverifikasi lintas lembaga.
  • Approval cepat, by system.

Tapi ya itu dia…
Kalau mindset birokrasi masih kuat, ya balik lagi:
OSS down berhari-hari,
izin nggak jelas kapan kelar,
dan investor keburu kabur.

Refleksi kita bersama:
Digitalisasi itu bukan soal aplikasi doang.
Tapi soal mindset, soal people, soal sense of urgency.
Kalau nggak berubah, ya hasilnya ya gitu-gitu aja.

Kalau kamu pernah ngalamin submit OSS yang stuck?
Atau punya cerita tentang OSS atau PTSP yang bikin geleng-geleng?
Yuk sharing di kolom komentar.

📩 DM saya kalau mau diskusi lebih lanjut tentang digitalisasi dan implementasinya : https://lnkd.in/gwVDP9rE

🟡 Gabung Tech Voice Indonesia → https://lnkd.in/gR4hdQhf.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Latah AI, Semua Mendadak Jadi Pakar.
Ekosistem Tech Indonesia

20 Mei2 mnt

Latah AI: Tren Besar, Fondasi Layanan Publik Rapuh

Latah AI, Semua Mendadak Jadi Pakar. Tiba-tiba semua bicara AI. Kementerian & lembaga bikin seminar berbau AI Tokoh publik ngomongin AI bantu program Makan Bergizi Gratis Bahkan ada tokoh lama diaktifkan kembali sebagai…

Deepseek vs ChatGPT
Ekosistem Tech Indonesia

28 Jan2 mnt

DeepSeek vs ChatGPT dan Indonesia Jadi Penonton

DeepSeek vs ChatGPT: Kita Lagi-Lagi Jadi Penonton? Dunia AI Memanas Lagi! Setelah gebrakan ChatGPT, Gemini, dan AI Agent “Operator,” kini muncul DeepSeek dari China. Dengan teknologi gratis tanpa batas, DeepSeek…

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan
Ekosistem Tech Indonesia

18 Agu2 mnt

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan

Talenta Digital & AI: Antara Pidato dan Realita Beberapa hari lalu, Presiden menyampaikan pidato: “Kita harus menguasai AI. Untuk itu, kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan…

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah?
Ekosistem Tech Indonesia

17 Mar2 mnt

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah?

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah? Belakangan pemerintah mulai mendorong WFH lagi. Alasannya jelas: efisiensi, terutama untuk penghematan BBM. Bahkan sektor swasta juga diajak ikut. Kalau…

Survival Mode Saat Gelombang Layoff Berlanjut
Ekosistem Tech Indonesia

3 Mar2 mnt

Survival Mode Saat Gelombang Layoff Berlanjut

Badai Layoff Belum Berhenti, Sampai kapan Survival Mode! Seminggu terakhir daftar panjang PHK terus bertambah. Bukan cuma startup atau tech company, tapi juga perusahaan korporasi besar. Alih-alih ada penambahan…

← Semua tulisan