Obat Mahal Itu Nyata. Dan Salah Satu Biangnya Adalah Data yang Tidak Pernah Disatukan.
Beberapa waktu lalu, saya berobat pakai BPJS.
Layanannya ya begitu deh. Dapet Resepnya.
Tapi begitu ditebus di apotek RS,
petugas bilang: “Obatnya kosong, Pak.”
Terpaksa cari ke apotek luar.
Ketemu obatnya. Tapi harganya… dua kali lipat.
Saya pikir cuma saya yang ngalamin.
Ternyata setelah ngobrol, banyak banget yang ngalamin hal yang sama.
Dan yang non-BPJS?
Jangan coba-coba kalau gak mau geleng-geleng liat harga obat.
Selama ini kita sering denger alasan harga obat mahal karena:
1. 95% bahan baku masih impor
(Yes, ini serius. Dan belum ada solusi jelasnya.)
2. Distribusi panjang & biaya tinggi
(Benar juga.)
Tapi ada satu lagi penyebab yang jarang dibahas:
Data silo di industri obat.
Kalau kamu lihat pemain-pemain besar farmasi di Indonesia,
semuanya bangun kerajaan sendiri-sendiri:
- Kalbe: dari pabrik → distribusi → rumah sakit → apotek
- Kimia Farma: pabrik → distribusi → apotek
- Dan pemain lain juga punya jalur & jaringan masing-masing
Tak ada yang saling ngobrol.
Akibatnya?
Kita gak pernah tahu secara utuh:
📍 Di daerah mana stok obat selalu kosong
📍 Kebutuhan real-time masyarakat per jenis obat
📍 Pergerakan supply & demand dari hulu ke hilir
Padahal data ini penting banget untuk efisiensi logistik & distribusi.
Yang terjadi justru sebaliknya:
- Obat dikirim ke tempat yang tidak perlu (ujungnya ada istilah "buang barang")
- Distribusi jadi mahal
- Pasien menunggu
- Harga makin mahal
Semua ini karena data tidak pernah disatukan.
Bayangkan kalau ada model data agregat:
- Tidak mengumbar data sensitif
- Tapi bisa saling melihat tren kebutuhan
- Membantu pabrik, distributor, apotek untuk efisien
Efeknya?
Harga bisa ditekan. Pasien bisa lebih tenang.
Tapi tentu ini gak gampang.
Yang dibutuhkan:
1. Niat baik
2. Inisiasi ekosistem
3. Pihak netral
4. Dan teknologi yang aman & terukur
Saya lagi coba figure out model seperti ini.
Mungkin bisa mulai dari data open insight atau kontribusi dari beberapa pabrikan yang progresif.
Siapa tahu bisa jadi gerakan.
Kalau kamu tertarik — dari sektor farmasi, apotek, atau data —
let’s talk.
🟡 DM saya untuk ngobrol





