Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Ketika Sistem Kesehatan Terlalu IT-Centric

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Ketika Sistem Kesehatan Terlalu IT-Centric

Pak Budi Gunadi Bilang: “Sistem Kesehatan Kita Terlalu IT Banget.”
Dan Jujur, Saya Setuju.

Beberapa waktu lalu saya hadir di event CIO Healthcare.
Isinya orang-orang tech: CIO rumah sakit, vendor healthtech, engineer, dan konsultan.

Tapi justru yang bikin saya terdiam adalah pidato dari Pak Budi Gunadi Sadikin.
Beliau bilang, dengan nada yang cukup tajam:
Sistem kesehatan kita ini terlalu IT banget.”
Coba liat aplikasi Satusehat. Yang pakai berapa?”
Pasien-centric dong, bukan IT-centric.”

Sebagai anak tech, saya langsung… ngeh.

Kalimat itu bukan cuma kritik.
Tapi tamparan yang penuh empati.

Karena ini bukan soal fitur.
Bukan soal stack.
Bukan soal UI modern dan API lengkap.

Tapi soal siapa yang benar-benar kita layani.

Saya flashback ke 10–20 tahun lalu,
saat jadi engineer dan ngerasa:
Kita ini pusat gravitasi dari perusahaan.
Tanpa kita, sistem gak jalan.”

Dan dari situ muncul bias-bias kecil yang terus tumbuh:

  • Sulit percaya sama tim non-tech
  • Nganggap divisi lain ‘gak ngerti’
  • Komentar user dianggap cerewet
  • Feedback dianggap rewelnya klien

Dan tanpa sadar, yang dikorbankan adalah customer.

Saya pernah ngalamin:
Drama antara engineer vs QA
vs PM
vs Product
vs Marketing
vs Komersial

Ujung-ujungnya?
Aplikasi jadi rumit, gak dipakai, dan akhirnya dibuang.

Karena terlalu sibuk benerin ego masing-masing —
gak ada yang benerin arah.

Itu kenapa pidato Pak Budi tadi menurut saya penting banget.
Apalagi dia ngomong itu di forum yang isinya orang tech semua.

Dan dia juga kritik tim-nya sendiri:
Satusehat yang kita bangun pun... terlalu anak tech banget.”

Saya belajar:
Kita, anak-anak tech, harus belajar pakai topi user.
Kalau kita bisa ngoding 10 layer logika,
mestinya kita juga bisa pakai empati dan komunikasi sebagai skill.

Jangan cuma tanya:
Apa requirement-nya?”
Tapi mulai pikir:
Kenapa requirement ini penting buat user?”

Kalau sudah mengerti ini jadi sadar,
kenapa dulu sering dibilang “kaku”, “geek”, “terlalu ribet”.
Karena terlalu banyak mikir solusi,
sampai lupa dengerin masalah.

🟡 Banyak yang tanya **gimana saya bisa mulai nulis di LinkedIn** dan konsisten sampai sekarang.  
Jawabannya sedang saya siapkan bareng AI, **langsung aja join Batch 1**-nya di sini: https://lnkd.in/gcPxaRkn

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Sekarang kita mulai ribut lagi soal DESIL.
Digitalisasi Kesehatan

15 Agu2 mnt

Sekarang kita mulai ribut lagi soal DESIL.

Sekarang kita mulai ribut lagi soal DESIL. Beberapa hari ini timeline ramai. Orang mulai sibuk mencari tahu: "Gue masuk desil berapa?" Pemicu utamanya karena wacana pembatasan Pertalite untuk kelompok desil 9–10…

BPJS, Rumah Sakit, dan Kekacauan Integrasi Data
Digitalisasi Kesehatan

19 Jul2 mnt

BPJS, Rumah Sakit, dan Kekacauan Integrasi Data

BPJS Kesehatan vs Rumah Sakit. Atau mungkin… vs Everybody? Saya sering lihat di sosial media: Pasien BPJS marah-marah ke petugas rumah sakit. Padahal yang dimarahi cuma menjalankan sistem. Tapi akarnya lebih dalam dari…

Kesehatan Masih Tertutup, Interoperabilitas Mandek
Digitalisasi Kesehatan

29 Apr2 mnt

Kesehatan Masih Tertutup, Interoperabilitas Mandek

Sektor Keuangan Bisa Terbuka, Kenapa Sektor Kesehatan Masih Seperti Ini? Kalau kita mundur 20 tahun lalu, bank-bank besar di Indonesia seperti BCA dan Mandiri pernah sangat tertutup. Pakai kartu ATM beda bank? Jangan…

Birru: Startup Terapi Wicara yang Sustainable
Digitalisasi Kesehatan

8 Sep2 mnt

Birru: Startup Terapi Wicara yang Sustainable

Ketika Startup Bukan Sekadar Valuasi, Tapi Benar-Benar Memberi Dampak Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk mentoring salah satu bisnis anak muda Indonesia yang ikut program akselerasi ASEAN SEDP 4.0…

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia
Digitalisasi Kesehatan

3 Nov2 mnt

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia

Rupiah Digital: Akhirnya Datang Juga “Proyek Garuda” dari Bank Indonesia Kalau bicara soal digitalisasi sistem pembayaran, Indonesia ini keren banget. Kita udah bukan sekadar ngomongin QRIS, dompet digital, atau…

← Semua tulisan