Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

IT Team Jadi HR AI Agent: Adaptasi Engineer

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
AI Agent for HR

IT Teams Will Become HR of AI Agents” – CEO NVIDIA.

Kalimat ini bukan cuma statement, tapi warning bagi kita semua.
Sebagai seseorang yang lebih dari 12 tahun memimpin tim engineer (dari Tech Lead, Head of Engineer, hingga CTO), saya bisa bilang: ini bukan lagi kemungkinan, ini realita yang sedang berjalan.

Kenapa? Mari kita bedah:

1. Engineer vs AI Agent: Siapa yang Bertahan?
Dulu pekerjaan saya sehari-hari adalah mengatur tim engineer:

  • Dari membuat SOP.
  • Menyusun best practices.
  • Hingga mengotomasi semua proses yang bisa diotomasi.

Ketika semua ini berjalan, fokus saya berubah: menggerakkan resources untuk mencapai business objective.
Kemudian, mencari orang yang tepat.
Keseharian saya jadi diisi dengan interview kandidat untuk memastikan tim saya selalu punya talenta terbaik.

Dengan AI seperti Copilot, Blackbird, atau bahkan AI agent, hardcore programming perlahan menjadi pekerjaan mesin.

Mirip seperti:

  • Gate tol yang kini otomatis.
  • Customer service yang beralih ke chatbot.

Engineer yang hanya ngoding? Waktumu bisa jadi terbatas.

2. Kalau Programmer Tergantikan, Apa Solusinya?
Kata kuncinya satu: adaptasi.

  • Engineer yang memahami business logic dan product domain akan bertahan.
  • Mereka yang mampu mengintegrasikan AI ke dalam proses kerja akan memimpin.

3. Data Bicara: Tantangan Besar untuk Anak Tech
Tahu nggak? Menurut data, jumlah anak tech tembus ratusan ribu bahkan jutaan.
Setiap tahun, lulusan IT di Indonesia bertambah puluhan ribu.
Kalau nggak mulai beradaptasi dari sekarang, gimana posisi kita 5 tahun lagi? HUKUM RIMBA

Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan?
Ini 3 langkah sederhana:

  1. Mulai belajar tools seperti Copilot.
  2. Tingkatkan pemahaman tentang business logic.
  3. Perbanyak diskusi dengan mentor atau komunitas.

Saya sudah melalui ini selama lebih dari satu dekade.
Kalau teman-teman ingin memahami lebih jauh soal bagaimana AI memengaruhi profesi kita atau strategi menghadapi perubahan, saya bisa bantu.

Klik link ini untuk ngobrol lebih lanjut: https://lnkd.in/gwVDP9rE

👋 Jangan lupa repost kalau pandangan ini bermanfaat untuk network Anda, terutama teman-teman engineer!

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026:
AI & Produktivitas

1 Mei3 mnt

Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026:

Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026: “perang AI” sekarang sudah mulai berubah arah. Dulu semua orang otomatis bilang: AI = ChatGPT. Sekarang? Mulai banyak yang bilang: “coba deh pakai Claude.” Dan jujur, saya…

Setelah cukup banyak bereksperimen dengan Claude Code, saya akhirnya memutuskan:
AI & Produktivitas

8 Jun2 mnt

Setelah cukup banyak bereksperimen dengan Claude Code, saya akhirnya memutuskan:

Setelah cukup banyak bereksperimen dengan Claude Code, saya akhirnya memutuskan: Yuk bikin sesuatu yang lebih serius. Bukan demo. Bukan pet project. Bukan aplikasi yang selesai dalam beberapa jam lalu ditinggalkan. Tapi…

Seminggu terakhir rasanya kita tidak berhenti membaca plot twist.
AI & Produktivitas

12 Jun2 mnt

Seminggu terakhir rasanya kita tidak berhenti membaca plot twist.

Seminggu terakhir rasanya kita tidak berhenti membaca plot twist. Kepala BGN MBG ditangkap karena dugaan korupsi. Pertamax gan dini hari. PLN masih bergulat dengan pemadaman, setelah beberapa waktu lalu blackout melanda…

Gojek seperti sedang tertimpa dari banyak arah sekaligus.
AI & Produktivitas

29 Mei2 mnt

Gojek seperti sedang tertimpa dari banyak arah sekaligus.

Gojek seperti sedang tertimpa dari banyak arah sekaligus. Pasca IPO yang tidak pernah benar-benar smooth. Saham nyungsep sampai area gocap. MSCI freeze. Tekanan tuntutan potongan komisi 8%. Dan sekarang founder-nya…

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.
AI & Produktivitas

6 Jan2 mnt

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia. Saya tumbuh di era ketika IT bukan produk utama, tapi support sekitar 20 tahun yang lalu. Di awal karier, hampir 10 tahun saya hidup sebagai IT…

← Semua tulisan