Masuk

AI & Produktivitas3 menit baca

Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026:

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026:

Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026:

“perang AI” sekarang sudah mulai berubah arah.

Dulu semua orang otomatis bilang:
AI = ChatGPT.

Sekarang?
Mulai banyak yang bilang:
“coba deh pakai Claude.”

Dan jujur, saya termasuk yg awalnya skeptis.

Hampir 2 tahun terakhir saya sangat nyaman pakai ChatGPT untuk daily thinking partner:

  • brainstorming
  • writing
  • visual
  • workflow kerja harian

Tahun lalu saya sempat coba berbagai model lain:
Gemini, Perplexity, Claude.

Tapi waktu itu rasanya belum ada yang benar-benar “pas”.

Sampai akhirnya sekitar bulan lalu saya mulai serius explore Claude lagi.

Awalnya versi gratis.
Lalu upgrade Pro.

Dan jujur…
ini mulai berbahaya buat OpenAI 😅

Karena setelah dipakai lebih dalam, Claude terasa sangat kuat untuk:

  • building product
  • coding workflow
  • AI agent orchestration
  • integration antar tools
  • long context reasoning

Yang paling terasa buat saya:
MCP-nya.

Connector dan workflow antar aplikasi jauh lebih smooth.

Jadi rasanya bukan sekadar chatbot lagi.
Tapi sudah seperti “generic AI agent” yang benar-benar kerja.

Beberapa minggu terakhir saya bahkan:

  • bikin aplikasi siap publish ke Google Play
  • bikin PoC project skala nasional
  • setup workflow coding end-to-end
  • sampai automasi product workflow

Dan semuanya lebih cepat dibanding workflow saya sebelumnya.

Kalau dulu build product itu identik:
PM → Designer → Engineer → QA → DevOps

Sekarang?
Satu orang + AI agent sudah mulai bisa menutup banyak gap itu.

Dan ini baru permukaan.

Tapi…
ada satu masalah besar:

MAHAL 😭

Walaupun sudah subscription Pro,
tetap ada limit usage.

Lagi asik coding…
kena limit.

Lagi seru brainstorming…
reset session.

Akhirnya mau tidak mau:

  • naik limit
  • atau upgrade plan lagi

Dan saya mulai ngerti kenapa banyak orang sekarang rela bayar mahal utk AI.

Karena ketika AI sudah benar-benar masuk ke workflow inti kerja—
itu bukan lagi tools.

Itu sudah jadi:
productivity engine.

Baru-baru ini muncul kabar:
Anthropic (pembuat Claude) sedang mempertimbangkan valuasi lebih dari US$900 miliar.

Kalau itu terjadi—
Anthropic bisa melampaui OpenAI sebagai startup AI paling berharga di dunia.

Padahal Anthropic baru berdiri tahun 2021.
Didirikan mantan orang OpenAI.

Yang menarik:
OpenAI tetap dominan untuk market umum.

Tapi Claude mulai sangat kuat di market:

  • engineering
  • coding
  • AI agent
  • enterprise workflow

Dan menurut saya,
ini baru awal pertarungan sebenarnya.

Karena perang AI sekarang bukan lagi:
“siapa chatbot paling pintar?”

Tapi:
ai mana yang paling bisa menjadi engine produktivitas.

Kalau kamu lagi explore AI untuk:

  • adopsi di perusahaan
  • training AI
  • workflow automation
  • AI agent
  • product development

ngobrol yuk. DM saja atau ke:

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Masuk

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

← Semua tulisan