Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026:
“perang AI” sekarang sudah mulai berubah arah.
Dulu semua orang otomatis bilang:
AI = ChatGPT.
Sekarang?
Mulai banyak yang bilang:
“coba deh pakai Claude.”
Dan jujur, saya termasuk yg awalnya skeptis.
Hampir 2 tahun terakhir saya sangat nyaman pakai ChatGPT untuk daily thinking partner:
- brainstorming
- writing
- visual
- workflow kerja harian
Tahun lalu saya sempat coba berbagai model lain:
Gemini, Perplexity, Claude.
Tapi waktu itu rasanya belum ada yang benar-benar “pas”.
Sampai akhirnya sekitar bulan lalu saya mulai serius explore Claude lagi.
Awalnya versi gratis.
Lalu upgrade Pro.
Dan jujur…
ini mulai berbahaya buat OpenAI 😅
Karena setelah dipakai lebih dalam, Claude terasa sangat kuat untuk:
- building product
- coding workflow
- AI agent orchestration
- integration antar tools
- long context reasoning
Yang paling terasa buat saya:
MCP-nya.
Connector dan workflow antar aplikasi jauh lebih smooth.
Jadi rasanya bukan sekadar chatbot lagi.
Tapi sudah seperti “generic AI agent” yang benar-benar kerja.
Beberapa minggu terakhir saya bahkan:
- bikin aplikasi siap publish ke Google Play
- bikin PoC project skala nasional
- setup workflow coding end-to-end
- sampai automasi product workflow
Dan semuanya lebih cepat dibanding workflow saya sebelumnya.
Kalau dulu build product itu identik:
PM → Designer → Engineer → QA → DevOps
Sekarang?
Satu orang + AI agent sudah mulai bisa menutup banyak gap itu.
Dan ini baru permukaan.
Tapi…
ada satu masalah besar:
MAHAL 😭
Walaupun sudah subscription Pro,
tetap ada limit usage.
Lagi asik coding…
kena limit.
Lagi seru brainstorming…
reset session.
Akhirnya mau tidak mau:
- naik limit
- atau upgrade plan lagi
Dan saya mulai ngerti kenapa banyak orang sekarang rela bayar mahal utk AI.
Karena ketika AI sudah benar-benar masuk ke workflow inti kerja—
itu bukan lagi tools.
Itu sudah jadi:
productivity engine.
Baru-baru ini muncul kabar:
Anthropic (pembuat Claude) sedang mempertimbangkan valuasi lebih dari US$900 miliar.
Kalau itu terjadi—
Anthropic bisa melampaui OpenAI sebagai startup AI paling berharga di dunia.
Padahal Anthropic baru berdiri tahun 2021.
Didirikan mantan orang OpenAI.
Yang menarik:
OpenAI tetap dominan untuk market umum.
Tapi Claude mulai sangat kuat di market:
- engineering
- coding
- AI agent
- enterprise workflow
Dan menurut saya,
ini baru awal pertarungan sebenarnya.
Karena perang AI sekarang bukan lagi:
“siapa chatbot paling pintar?”
Tapi:
ai mana yang paling bisa menjadi engine produktivitas.
Kalau kamu lagi explore AI untuk:
- adopsi di perusahaan
- training AI
- workflow automation
- AI agent
- product development
ngobrol yuk. DM saja atau ke:





