Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

Literasi AI di Kementerian Masih di Bawah 20%

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Literasi AI di Kementerian Masih di Bawah 20%

Hype AI sudah sampai kementerian.
Beberapa waktu lalu saya diminta mengisi workshop penggunaan AI tools di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat PAUD.

Bapak-ibu di sana punya pertanyaan sederhana:
“Bagaimana caranya kami tetap relevan dengan AI?”

Jujur, saya cukup kaget. Saat ditanya siapa yang sudah benar-benar pakai ChatGPT atau Gemini, jumlahnya tidak sampai 20%.
Mereka sudah sering dengar AI, tapi belum tahu: bisa dipakai untuk apa saja? Bagaimana memulainya?

Apa yang saya lakukan?

Saya perkenalkan dulu starting point:

  • ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, Gamma, NotebookLM.
  • Lalu kita coba satu-satu, biar mereka bisa lihat perbedaannya.
  • Baru setelah itu masuk ke teknik dasar prompt engineering:

Task – apa yang diminta
Context – latar belakangnya
Exemplar – ada contoh referensi?
Persona – dari sudut pandang siapa?
Format – output seperti apa?
Tone – gaya bahasa yang diinginkan

AI bukan pesulap, bukan dukun, bukan simsalabim.
Kalau kita memberi perintah yang jelas, hasilnya akan jauh lebih maksimal.

Refleksi
Bagi kita yang tech-savvy, hal seperti ini terasa “sepele.”
Tapi faktanya, jumlah orang seperti itu tidak sampai 20% dari populasi profesional.
Artinya awareness & literasi AI masih jauh di bawah potensi sebenarnya.

Kalau sekarang kita belum bisa jadi inventor chip atau model AI, setidaknya jadilah early adopter yang cepat dan masif. Dari situ, jalan untuk mendorong inventor-researcher Indonesia akan lebih terbuka.

🟡 Buat bapak-ibu yang ingin meningkatkan produktivitas dengan AI, mari ngobrol.  
🟡 Buat yang ingin bikin presentasi atau reporting kompleks dalam hitungan jam, mari ngobrol.  
🟡 Kita bisa buatkan sesi workshop — langsung hands-on.

**DM saja langsung kalau mau nanya duluan**.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Masuk

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

← Semua tulisan