AI yang Ternyata Call Center? :|
Berita soal Builder.ai bikin heboh jagat tech minggu ini.
Startup yang katanya “AI-powered” bikin software apa aja — ternyata di belakang layarnya cuma outsourcing ke 700 engineer di India.
Link beritanya ada di sini kalau mau detail:
Jargon2 dan hype AI yang over-selling emang bikin orang awam gampang terkecoh.
Ada yang bilang:
“We make building an app so easy, anyone can do it. Your vision. Your software. We just build it.”
Eh, ternyata dibuild-nya di call center.
Gila banget ya?
Makanya, penting banget kita belajar AI yang benar — setidaknya basic-nya dulu.
Jangan sampai kejebak marketing jargon yang bilang no-code = no developer needed.
Apa yang perlu kita lakukan?
1. Ikuti perkembangan AI setiap hari. Karena AI itu cepat banget. Hari ini ada yang baru, besok udah obsolete. Minimal connect aja dulu dengan saya, karena setiap hari saya akan share mengenai Digitalisasi, AI dan juga perkembangan teknologi indonesia.
2. Buat non-tech, belajar basic AI. Nggak perlu coding, tapi minimal paham big picture-nya.
3. Buat tech, nggak ada alasan buat nggak belajar AI. Gali sampai dalam.
4. (Titipan sponsor) Tech Voice Indonesia setiap 2 minggu ada “Pekan Pintar AI” — topiknya dari berbagai angle & perspektif, dibawakan oleh expert AI beneran.
Minggu ini kita bahas Best Practice AI Development bareng Mas Fitra Kacamarga (CTO at MTA & Head Engineer at Eureka AI). Cocok banget buat Project Manager, Product Manager, Engineer, QA — yang pengen tau gimana develop AI project dari awal sampai production.
Link daftar:
s.id/WebinarTVI-PekanAI3





