Spreadsheet Mania vs. AI? Data Kacau, AI Gagal Total
Banyak perusahaan ingin mengadopsi AI, tapi lupa bahwa AI hanya sebaik data yang dimilikinya.
Kalau datanya berantakan, keputusan AI justru bisa makin ngawur.
Obrolan di Tech Voice Indonesia kemarin mengkonfirmasi realitas ini.
Salah satu curhatan dari rekan di komunitas:
- Setiap divisi punya "sheet" sendiri dan tidak ada standarisasi.
- Punya database (Mongo & MySQL), tapi tidak tersentralisasi.
- Divisi operasional tetap ingin update data via Excel, bukan sistem terpusat.
- Manajemen enggan ambil risiko, standarisasi sulit diterapkan.
Hasilnya?
- Data antar divisi tidak sinkron, meeting jadi ajang debat asumsi.
- Keputusan bisnis lebih berbasis spekulasi daripada insight yang akurat.
- Ada yang usul pakai AI? Tanpa data yang rapi, AI hanya mempercepat kekacauan.
Solusi? Banyak yang ditawarkan, tapi ada tantangan masing-masing.
1️⃣ Data Warehouse sebagai Single Source of Truth
Perlu dibuat blueprint data workflow dari berbagai sumber ke satu sumber utama.
Pilihan prosesnya bisa batching atau streaming, tergantung kebutuhan real-time atau tidak.
Tujuannya: Semua data bisa diakses dengan format yang seragam, tidak ada lagi interpretasi beda antar divisi.
2️⃣ Spreadsheet Tetap Dipakai, Tapi Terhubung ke Database
Harus ada keselarasan antara spreadsheet dengan database utama.
Proses otomatisasi harus dibuat tanpa effort processing berlebih agar update data tetap lancar.
Dengan cara ini, user tetap bisa pakai Excel, tapi sistem tetap punya satu sumber data yang rapi.
3️⃣ Implementasi ERP untuk Standarisasi Data & Proses
Solusi ini jangka panjang, tetapi memang solusi yang lebih stabil.
Tim yang paling berkepentingan biasanya finance & accounting karena butuh laporan keuangan yang bisa closing dengan benar.
Implementasi ERP ini bukan sekadar soal software, tapi juga disiplin data & proses bisnis yang harus diubah.
Namun, apapun solusinya, tantangan terbesarnya tetap mindset perubahan.
Tanpa kesadaran akan pentingnya standarisasi data, strategi apa pun hanya akan mentok di resistensi internal.
Pernah Menghadapi Hal Ini? Yuk Ngobrol!
Saya sudah sering melihat fenomena spreadsheet mania berujung pada kekacauan data lintas departemen.
Kalau kamu mengalami hal yang sama di perusahaanmu, yuk ngobrol santai! Bisa DM saya untuk diskusi lebih lanjut.
Atau kalau ingin ngobrol bareng komunitas, bisa gabung ke Tech Voice Indonesia (TVI) di https://lnkd.in/gCXHMPGf
Di sana kita sering bahas kasus-kasus nyata tentang data, AI, dan digital transformation di perusahaan. 🚀





