Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.

Saya tumbuh di era ketika IT bukan produk utama, tapi support sekitar 20 tahun yang lalu.

Di awal karier, hampir 10 tahun saya hidup sebagai IT support di sistem ERP besar—khususnya di industri mining.
Perannya jelas: tukang benerin.
Kalau sistem error, IT dipanggil.
Kalau user bingung, IT jelasin.

Model kerjanya pun khas:

  • Outsourcing global → extension dari principal
  • Outsourcing lokal → disewakan ke klien Indonesia

Model ini masih hidup sampai hari ini.
Di korporasi besar.
Di BUMN.
Di pemerintahan.
Di telco seperti Telkomsel, XL, dan kawan-kawan.

Ciri utamanya satu:
software dibuat untuk fungsi, bukan untuk manusia.

Aplikasinya rigid.
Flow-nya kaku.
Pakai sistem? Siap-siap baca manual book atau ikut training.

Kenapa bisa begitu?
1️⃣ Karena software dibuat untuk internal user (staff & karyawan), bukan publik.
2️⃣ Dirancang oleh Business Analyst yang kuat di governance & project management—bukan experience.
3️⃣ Selalu ada sosialisasi & training, jadi UX jelek dianggap “wajar”.

Masalah muncul ketika model ini dipaksa dipakai publik.
Masyarakat nggak mau—dan nggak punya waktu—baca manual.


Setelah itu, saya masuk ke dunia startup.
Dan di sinilah saya melihat pergeseran besar.

Di startup:

  • Software adalah produk utama
  • UX adalah harga mati
  • Aplikasi harus bisa bicara sendiri Tanpa manual. Tanpa training.

Di sinilah peran Product Manager jadi kunci.
Sejak boom startup sekitar 2010, practice product berkembang pesat.
Experience pengguna jadi standar.

Makanya:
Tokopedia terasa “maskulin”.
Shopee terasa “feminin”.
Bukan kebetulan—itu desain berbasis user.

Saya merasa beruntung bisa hidup di dua era besar:
IT as support dan IT as main product.

Sekarang dunia masuk fase digital transformation.
Artinya: IT yang masih merasa “cukup jadi support” harus move on.

Karena generasi berikutnya—Gen Z—tech-savvy.
Mereka nggak mau dilatih.
Mereka mau langsung bisa pakai.

Kalau transisi ini gagal, yang terjadi bukan transformasi—
tapi destruction.

Tugas kita yang hari ini ada di posisi decision maker—
di perusahaan, di pemerintahan—
adalah menjembatani dua era ini dengan smooth.

Saya akan terus sharing pemikiran, tips, dan pelajaran dari lapangan.

Tempat ngobrol praktis soal tech, product, dan bisnis—biar transformasi nggak berhenti di slide, tapi kejadian di dunia nyata.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

Beberapa minggu terakhir ini saya lagi asik “mainan” Claude Code.
AI & Produktivitas

17 Mei2 mnt

Beberapa minggu terakhir ini saya lagi asik “mainan” Claude Code.

Beberapa minggu terakhir ini saya lagi asik “mainan” Claude Code. Dan jujur… ini sudah bukan sekadar vibe ngoding biasa lagi. Aplikasi Android pertama yang saya bikin full pakai Claude Code + sedikit sentuhan Google…

DBS PHK 4.000: Saatnya Engineer Pakai AI
AI & Produktivitas

19 Mar2 mnt

DBS PHK 4.000: Saatnya Engineer Pakai AI

AI Bukan Sekadar Tren, Ini Sudah Nyata! Baru-baru ini, DBS Group mengumumkan akan melakukan PHK 4.000 karyawan dalam 3 tahun ke depan karena peran mereka sudah bisa digantikan oleh AI. Namun, mereka juga berencana…

Hari ini Indonesia genap 81 tahun.
AI & Produktivitas

17 Agu2 mnt

Hari ini Indonesia genap 81 tahun.

Hari ini Indonesia genap 81 tahun. Saya justru ingin melihat Indonesia bukan dari seremoni, tapi dari angka. Populasi kita sekarang sekitar 284,67 juta jiwa. 68,94% berada di usia produktif — sekitar 196 juta orang…

Bangun Personal Branding LinkedIn dengan ChatGPT
AI & Produktivitas

3 Jul2 mnt

Bangun Personal Branding LinkedIn dengan ChatGPT

Dulu saya pikir LinkedIn cuma buat cari kerja. Lihat orang posting pencapaian profesional, rasanya malah males. Akhirnya ya cuma jadi penonton. Scroll, scroll, berharap dapat koneksi yang bisa boost karier. Tapi gak…

Ada satu potongan pidato Opung (Pak Luhut BP) yang menurut saya menarik.
AI & Produktivitas

29 Jul2 mnt

Ada satu potongan pidato Opung (Pak Luhut BP) yang menurut saya menarik.

Ada satu potongan pidato Opung (Pak Luhut BP) yang menurut saya menarik. Beliau bilang kurang lebih begini... Problem MBG bukan di idenya. Problemnya di eksekusinya. Yang seharusnya dimulai dengan piloting, malah…

← Semua tulisan