Ada satu potongan pidato Opung (Pak Luhut BP) yang menurut saya menarik.
Beliau bilang kurang lebih begini...
Problem MBG bukan di idenya.
Problemnya di eksekusinya.
Yang seharusnya dimulai dengan piloting, malah langsung scale-up.
Sebagai orang startup, saya langsung mengangguk.
Karena ini bukan cuma berlaku di MBG.
Ini berlaku di hampir semua bisnis.
Tidak ada perusahaan yang tiba-tiba langsung besar.
Tidak ada startup yang tiba-tiba melayani puluhan juta user tanpa melewati fase trial, validasi, iterasi, sampai berkali-kali pivot.
Bahkan ketika era growth hacking dan bakar duit, semua ekspansi tetap dihitung.
Kalau salah hitung...
Ujungnya ya seperti yang pernah kita lihat sendiri.
Ada yang valuasinya anjlok.
Ada yang harus PHK.
Ada yang akhirnya tutup.
Karena scale-up memperbesar keberhasilan.
Tapi...
Scale-up juga memperbesar kesalahan.
Saya sendiri pernah mengalami.
Semakin cepat kita bergerak, semakin banyak bug.
Semakin banyak miss.
Semakin besar potensi fraud.
Bedanya...
Di dunia startup, direksi, investor, dan pemegang saham sadar penuh bahwa itu adalah konsekuensi dari strategi yang mereka pilih.
Kalau gagal...
Ya pivot.
Kalau salah...
Ya diperbaiki.
Kalau model bisnisnya tidak jalan...
Ya cari model baru.
Nah sekarang saya ingin menambahkan sedikit dari pernyataan Opung.
Menurut saya problemnya bukan hanya terlalu cepat scale-up.
Problem yang lebih besar adalah...
Siapa yang menjalankan scale-up itu?
Karena menjalankan program nasional dengan anggaran ratusan triliun bukan sekadar soal semangat.
Tetapi soal kompetensi, pengalaman, dan kapabilitas eksekusi.
Kalau ketiga hal itu tidak cukup...
Scale-up bukan lagi menjadi akselerator.
Tetapi menjadi akselerator masalah.
Dan menurut saya...
Inilah rumus yang paling berbahaya.
Scale-up + kompetensi yang belum siap = resep kehancuran sebuah program besar.
Karena kalau program sebesar ini berhasil...
Yang menikmati hasilnya adalah masyarakat.
Tapi kalau gagal...
Yang membayar biayanya juga masyarakat.
🟡 Kalau Anda ingin ngobrol soal digital transformation, AI, startup scaling, atau bagaimana membangun produk agar tidak tumbuh lebih cepat daripada kemampuan organisasinya, silakan DM saya.





